
Siang hari nya setelah pulang sekolah Nafisha dan Hazel langsung pergi keruangan kepala sekolah untuk melaksanakan Tes loncat kelas.
tok
tok
tok
"Masuk," Ucap Sesrorang yang ada di dalam
"Siang pak Joko," Ucap Nafisha kepada kepala sekolah.
"Kamu Nafisha yang mau loncat kelas itu kan???" Tanya Pak Joko kepada Nafisha.
"Iya pak, apakah mama udah cerita,??" Tanya Nafisha.
"Siapa mama kamu Nafisha???" Tanya Pak Joko sambil memicingkan matanya kearah Nafisha.
"Ekh maksud saya Tante Arini," Jawab Nafisha dengan gelagapan.
"Okh bu Arini saya kira siapa ibu kamu,"
"Hehehe iya pak," Ucap Nafisha.
"Haduh kenapa ini bibir bisa keceplosan gini sih untung saja pak Joko percaya," Gumam Nafisha dalam hati.
"Baiklah Nafisha, silahkan duduk dan ini lembar soalnya, di soal tersebut terdapat 200 soal yang isinya soal campuran dari jelas 10 hingga kelas 12 semua pelajaran," Ucap Pak Joko kepada Nafisha
"Baik pak saya akan kerjakan sekarang," Jawab Nafisha dengan santai.
Sedangkan Hazel duduk di samping Nafisha sambil memainkan Handphone nya.
Satu jam telah berlalu.
"Huh akhirnya selesai juga," Ucap Nafisha.
"Sudah,"
"Iya,"
"Pak ini kertas nya, kalau begitu saya permisi dulu pak," Ucap Nafisha.
"Baiklah Nafisha, besok kamu temui saya kembali disini," Ucap Pak Joko.
"Baik pak, kalau begitu kita permisi,"
"Iya silahkan,"
Setelah keluar dari sekolah Nafisha langsung mengajak Hazel pulang ke apartemennya akan tetapi Hazel menolak dengan alasan ada janji dengan Arjuna.
"Kalau begitu aku pulang dulu Zel,"
"Iya hati hati,"
"Kamu juga,"
"Iya,"
Motor mereka keluar dari gerbang sekolah bersama namun berbeda arah.
Sesampainya di apartemen Nafisha langsung di sambut dengan adanya Mama Arini yang sedang duduk manis di kursi ruang tamu.
"Assalamualaikum,"
"Waalaikum salam," Jawab Devano dan Mama Arini.
"Loh mama, kenapa nggak bilang kalau mau kesini,???" Tanya Nafisha kepada Mam Arini.
__ADS_1
"Okh nggak kok Fisha mama tadi abis pulang arisan sekalian mampir ke Apartemen kalian Dekh, udah lama juga mama nggak jenguk kalian," Ucapnya dengan santai sambil menerima uluran tangan Nafisha yang menyaliminya, tak lupa Nafisha juga cium tangan kepada Devano.
"Kamu habis dari mana saja Fisha, kok baru pulang sekolah padahal kan udah satu jam yang lalu loh jadwal pulang sekolah,"
"Okh nggak kok Dev tadi aku ada urusan ke ruang kepala sekolah bersama Hazel,"
"Okh,"
"Mama udah makan belum??" Tanya Nafisha.
"Ekh jangan Fisha mama hanya sebentar kok kesini hanya mau lihat perkembangan kalian saja," Ucap mama Arini.
"Ikh beneran ma pokoknya mama jangan pulang dulu sebelum kita makan bersama, kapan lagi kan kita makan bareng," Ucap Nafisha.
"Iya ma nanti aja pulangnya setelah kita makan bersama,"
"Baiklah kalau begitu mama pulangnya Nanti saja,"
"Kalau begitu Nafisha kedapur dulu ya ma, Dev temenin mama ya aku mau masak dulu," Ucap Nafisha kepada ibu mertuanya dan juga suaminya.
"Iya,"
Nafisha langsung beranjak dari duduknya menuju Kamarnya untuk mengganti bajunya dulu dengan pakaian santai namun kali ini Nafisha tidak memakai cadar hanya memakai kerudung cargo saja.
Setelah itu Nafisha pergi kedapur untuk memasak.
Setengah jam berlalu Nafisha berkutat dengan alat dapur yang tentunya tak jauh dari wajan dengan begitu Fokus hingga tak terasa ternyata masakan yang dia pasak sudah matang semua, tinggal di hidangkan saja.
Saat ingin menghidangkan makanannya, Nafisha melihat kearah jam yang ternyata waktu sudah mulai sore bahkan hampir magrib.
Setelah beres menghidangkan nya Nafisha langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu barulah Nafisha memanggil Devano dan juga Ibu mertuanya.
"Ma Dev ayo kita makan bersama," Ajak Nafisha kepada ibu dan anak itu.
"Ayo sayang," Ucap Mama Arini yang menggandeng tangan Nafisha menuju meja makan.
"Seperti biasa di meja makan Nafisha melayani suami nya dan ibu meruanya.
"Iya ma,"
"Okh,"
Mama Arini sangatlah antusias untuk mencicipi masakan hasil masak menantunya itu, Hingga satu suap masuk kedalam mulut Mama Arini.
"Mama Arini mengunyah nya terlebih dahulu hingga akhirnya mama Arini makan dengan begitu lahap.
"Masakan ini enak sekali,"
"Wah Dev kayaknya kamu bakalan gendut kalau tiap hari makan masakan Nafisha," Ucap Mama Arini dengan antusias.
"Mama bisa aja," Jawab Nafisha.
"Iya ma," Jawab Devano dengan mode datar dan dinginnya.
Setelah perbincangan antara anak ibu dan menantu, akhirnya mama Arini pulang juga.
"Huh akhirnya mama pulang juga," Gumam Devano.
"Kenapa Dev," Ucap Nafisha
"Gak papa kok, aku pergi dulu," Ucap Devano sambil melenggang pergi keluar.
Devano Rencana nya malam ini ada janji dengan Vania untuk dinner berdua.
Devano menjalankan motornya menuju Cafe Bintang Lima tempat mereka janjian,.
Sesampainya di sana Devano di sambut oleh Vania.
__ADS_1
"Sudah lama???" Tanya Devano.
"Akh baru saja aku datang Dev, tenang saja, " Jawab Vania dengan senang hati.
" Mari kita pesan makanannya, kamu mau apa sayang," Ucap Devano dengan lembut penuh belas kasih.
"Samakan saja sama kamu sayang,"
"Baiklah, Writer " Ucap Devano sambil memanggil pelayan Restoran tersebut.
"Iya de mau pesan apa,?"
"Steak Dua dan minumnya jus lemon 2 , Carbonaranya 2,"
"Baik De tunggu sebentar,"
"Hhmmm,"
Akhirnya si pelayan itu pergi ke belakang, Vania yang melihat pelayan itu sudah pergi dia mencari alasan untuk pergi dari sana,
"Eeemmm Dev aku ketoilet sebentar,"
"Iya jangan lama lama sayang," Jawab Devano dengan lemah lembut.
Setelah mendapatkan izin dari Devano Vania beranjak pergi kebelakang untuk menemui pelayan yang tadi.
"Maaf de ada yang bisa saya bantu,???" Tanya pelayan yang tadi.
"Tolong masukan obat ini kedalam minuman pacar saya," Ucap Vania dengan tergesa gesa.
"Tapi," Ucapan pelayan itu terhenti saat Vania menyelipkan beberapa uang pecahan berwarna merah untuk nya.
"Baiklah,"
Setelah pelayan itu pergi Vania langsung saja masuk kedalam toilet supaya Devano tidak curiga.
Setelah itu Vania menghubungi seseorang."
" Hallo,"
"Misi Selesai sebentar lagi dia akan menjadi milik gue dan mau tak mau dia harus menikahi gue, nah setelah itu kita peras saja hartanya,"
"Oke,"
Tuttt...
Setelah menghubungi orang itu Vania langsung keluar dari toilet, dan berjalan untuk menghampiri Devano.
Sedangkan Nafisha saat ini begitu gelisah entah apa yang terjadi akan tetapi dari tadi hati Nafisha tak tenang bahkan nafisha juga tidak bisa tidur.
"Huh Dev kamu di mana sih ini udah jam 12 malam tapi kamu nggak pulang pulang jangan bikin aku Khawatir Dev," Gumam Nafisha.
"Apa aku Telpon saja ya, akh tapi jangan dekh kan aku gak boleh ikut campur urusannya,"
"Akh aku hubungi saja Kak Juna siapa tahu saja dia ada bersama nya,"
Tuttt tutt tuttt Panggilan tersambung.
"Hallo kak, apakah Devano ada di Bascam," Ucap Nafisha dengan Nada gelisah.
"Nggak tuh Naf bahkan aku aja di sini bersama Hazel dan anak anak lainnya, Emang kenapa???"
"Devano belum pulang, pamitnya sih untuk pergi tapi aku lupa nanya makanya aku hubungi kakak," Ucap Nafisha.
"Yasudah kalau begitu kakak Tanyain dulu sama anak anak,"
"Baik kak "
__ADS_1
"Makasih,"
"Iya sama-sama,"