
Pukul 10 malam Devano baru pulang ke apartemennya, saat masuk Devano melihat TV yang masih menyala, sontak saja Devano langsung melangkahkan kaki nya menuju sofa untuk memastikan bahwa ada Nafisha di sana, saat melihat ke arah sofa benar saja Nafisha sedang tertidur dengan tangan nya di jadikan bantalan.
Devano memberanikan diri menepuk pipi Nafisha.
"Fisha bangun Fisha," Ucap Devano
"Egggghhhh," Terdengar suara erangan dari mulut Nafisha, perlahan Nafisha mengerjap ngerjapkan matanya untuk mengumpulkan nyawanya.
"Dev," Gumam Nafisha.
"Iya Fisha bangun," Jawabnya.
Nafisha langsung bangun dari tidur nya kemudian terduduk di sofa dengan muka bantalnya , malah dengan keadaan seperti itu membuat Devano menjadi gemas sendiri kepada Nafisha.
"Sial kenapa makin hari lo makin menggemaskan sih Fisha," Ucap Devano dalam hati.
Devano memandang wajah Nafisha serius.
"Bagaimana gue ngomongnya gue bingung," gumamnya pelan akan tetapi masih bisa di dengar oleh Nafisha.
"Mau ngomong apa Dev??" Tanya Nafisha.
"Hah, Ekh," Ucap Devano gelagapan.
"I....t...u..itu emmmm," Devano begitu gugup.
"Apa Dev bicara yang jelas," Paksa Nafisha.
"Huphhh, Fisha mama nyuruh kita main ke mansion utama,"
"Kapan???"
"Besok,"
"Baiklah nanti besok kita kesana," Jawab Nafisha.
"Hah serius," Tanya Devano, Dia kira Nafisha tidak akan Mau di ajak ke mansion utama.
"Iya," Ucap Nafisha.
Devano yang mendengar ucapan Nafisha langsung terduduk lemas, fikirannya berkecambuk memikirkan yang tidak tidak.
"Huh gue kira dia bakal nolak, akh sial gimana ini kalau nenek sama kakek minta cucu," Fikir Devano.
"Dev," Ucap Nafisha sambil mengusap tangan Devano.
"Ehk iya," Jawab Devano dengan kaget.
"Kamu kenapa dari tadi bengong aja," Tanya Nafisha.
" Enggak papa, kalau gitu gue ke kamar dulu," Ucap Devano sambil melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
Sedangkan Nafisha melihat Devano seperti itu begitu Heran....
"Kamu kenapa Dev, apa yang kamu fikirkan," Ucap Nafisha sambil berjalan menuju kamarnya.
Keesokan harinya Nafisha dan Devano sudah siap untuk berangkat ke Mansion Alexander.
"Nafisha lo udah siap,???" Teriak Devano di ruang tamu.
"Ceklek
Nafisha membuka pintu kamarnya.
"Ayo Dev,"
__ADS_1
"Hmmm,"
Nafisha dan Devano berjalan keluar menuju basmen Apartemen, mereka berangkat menuju mansion Alexander dengan memakai mobil milik Devano.
Di perjalanan begitu hening Devano dan Nafisha tidak ada yang berani buka suara mereka fokus dengan fikirannya masing-masing.
Setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai di mansion utama Alexander.
Nafisha berjalan bersama Devano dengan bergandengan tangan.
Sesampainya di dalam mereka di sambut oleh papa dan mama nya Devano.
"Ekh kalian sudah datang,???"
"Iya ma," Jawab Nafisha sambil menghampiri mama mertuanya untuk mencium tangannya tak lupa dia juga mencium pipi kiri dan kanan mamanya.
"Dev, ajak duduk gih istri kamu," Ucap papa Devano.
"Iya," Jawab Devano dengan datar dan dingin.
Devano langsung berjalan menghampiri Nafisha dan juga mama nya.
"Fisha kita duduk di situ yuk," Ajak Devano.
"Dev mama masih kangen loh sama Nafisha," Ucap mamanya sambil terus bercekrama dengan menantunya.
"Gimana kabar kamu sayang, Devano memperlakukan kamu baik kan??? " Tanya mama Devano dengan berturut.
"Baik kok ma," Ucap Nafisha sambil tersenyum ke arah mama nya.
Sedangkan Devano mendengus kesal kepada mama nya yang mengabaikan keberadaan nya.
"Ma anak mama itu siapa sih???" Tanya Devano dengan ketus.
"Hmmm," Jawab Devano dengan Cemberut sambil berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.
Sedangkan Nafisha dan Mama mertuanya tertawa menertawakan sikap Devano yang menggemaskan.
Bwahahahahaha
"Lucu sekali anak mama itu " Ucap mama Mertuanya.
"Mama jail banget sih, kasihan tuh muka nya udah merah gitu,"
"Hahahahahah, kapan lagi coba mama menggoda si anak kulkas itu,"
Sedangkan Hazel dan Arjuna yang baru datang pun di buat heran saat melihat mama nya dan Nafisha tertawa terbahak bahak.
"Mama kenapa,???" Tanya Arjuna kepada Nafisha dengan Heran.
"Itu tadi mama menggoda Devano, ekh dia nya ngambek," Ucaap Nafisha dengan tennang.
"Dasar kulkas udah punya istri juga masih saja manja sama mama nya," Jawab Arjuna.
"Ma," Hazel memanggil calon mama mertuanya.
"Hai sayang kamu sudah sampai,??? Mana Arjuna nya???"
"Aku di sini ma masa mama nggak lihat sih, dari tadi juga di samping mama," Jawab Arjuna.
"Dih mama kira Hazel sendiri, kalau sampai putri mama datang sendiri kamu akan mama coret di kartu keluarga." Jawab mama Arini.
"Mama tega banget sih sama anak sendiri," Ucap Arjuna dengan ketus.
"Dih maaf mama gak punya anak kayak kamu Jun, bawa Hazel kesini tiap hari tapi nggak kamu nikahin," Ucap Mama Juna.
__ADS_1
"Iya nanti Ma,"
"Kapan???"
"Nanti "
"Nanti Nanti dan Nanti," Gerutu mama Juna.
"Sudah ma, lebih baik sekarang kita makan tuh ayah dan ibu sudah menunggu kita," Ayah Dion menengahi mereka semua jika tidak sampai lebaran monyet pun gak akan kelar kelar itu urusan.
"Ayo,"Ajak papa Dion kepada semua orang yang ada di sana.
Hazel dan Nafisha mengikuti langkah kaki mama dan papanya di belakang.
Sesampainya di sana mereka langsung duduk di tempatnya masing masing.
Nafisha duduk di samping Devano.
"Mau apa Dev,??? Tanya Nafisha kepada Devano untuk mengambilkan makan untuk Devano, yang lain juga melakukan hal yang sama melayani suaminya.
"Emmm apa saja ," Jawab Devano.
Perhatian Nafisha kepada Devano tak luput dari pandangan semua orang di sana.
"Duh romantisnya pengantin baru," Ucap nenek Ane.
"Kenapa ibu cemburu sama yang muda," Tanya papa Dion.
"Ya nggak lah orang ibu juga pernah muda dan lebih berpengalaman di bandingkan kalian," Jawab Nenek Ane tak mau kalah.
"Dev kapan kamu akan beri kakek Cicit,???" Tanya Kakek Arya
"Uhuk uhuk uhuk,"
"Hati hati Dev," Ucap Nafisha sambil menyodorkan satu gelas air kepada Devano.
"Makasih "
"Sama sama,"
Devano langsung menerima air itu dan meminumnya hingga tandas.
"Apaan sih kek kita kan masih sekolah," Jawab Devano kepada kakeknya.
" Ya nggak masalah lah kan Nafisha juga bisa homscholling, atau loncat kelas," Ucap papa Dion.
"Kamu mau kan Nafisha, toh kamu kan pinter," Tanya mama Arini kepada Nafisha.
Sedangkan Nafisha tidak menjawab apa pun, dia bingung harus menjawab apa dan bagaimana saat ini dirinya sangat terpojokan dengan situasi seperti ini.
"Hah ekh, " Nafisha gelagapan sendiri.
"Jadi gimana???"
"Emmm nanti aku fikirkan kembali ma,"
"Baik, tapi jangan lama lama ya Fisha mama juga kan mau cucu,"
Uhuk uhuk uhuk
Bukan Devano yang tersendak melainkan Nafisha.
"Minum," Devano menyodorkan segelas air putih kepada Nafisha yang langsung di minum hingga tandas oleh nya.
"Bagaimana mau cucu, Devano nyentuh juga nggak," Fikir Nafisha.
__ADS_1