Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Sifat Asli Devano.


__ADS_3

Hari ini Nafisha niatnya ingin menemui Dokter Andri, namun Naasnya Dokter Andri ternyata sangat sibuk bahkan untuk berangkat ke Singapura saja Dokter Andri undurkan satu bulan kedepan.


"Huh kayaknya aku harus bersabar menunggu sampai satu bulan kedepan," Gumam Nafisha dengan Wajah yang begitu lelah.


Nafisha merebahkan tubuhnya di sofa sambil memijit pelipisnya yang tetsa begitu pening, lama kelamaan Nafisha merasakan ngantuk yang tak tertahankan hingga akhirnya dia memilih untuk tidur.


Devano saat ini sedang membereskan barang barang yang harus Jihan dan Devano bawa, untuk kembali ke Jakarta.


"Jihan, maafkan aku untuk sementara kamu akan tinggal di apartemen ku, kamu nggak papa kan???" Tanya Devano hati hati.


"Akh tidak papa mas, aku mengerti kok,"


"Tapi tenang saja aku akan datang 3hari dalam seminggu untuk menemanimu, begitu juga Nafisha, sedangkan Untuk hari minggu aku harus mengajak Devansha bermain," Devano menjelaskan secara Detail.


"Iya aku mengerti kok Mas,"


"Jihan jika kamu ingin melanjutkan kuliah, kamu mulai besok sudah bisa masuk kuliah saya sudah daftarkan kamu kemarin,"


"Yang benar mas," Ucap Jihan dengan nada yang begitu gembira.


"Iya benar," Jawab Devano dengan santai.


"Aaaa mas makasih banyak," Teriak Jihan langsung memeluk tubuh Devano dengan Erat membuat Devano terdiam di tempat karena merasa terkejut dengan tingkah Jihan yang tiba tiba, meskipun Devano sudah terbiasa dengan Jihan akan tetapi dia juga sangat terkejut dengan Jihan yang memeluknya tiba tiba, namun Devano kembali teringat bahwa Jihan sekarang adalah istrinya juga yang harus dia perilakukan dengan baik, hingga akhirnya Devano pun membalas pelukan Jihan tak lupa tangannya mengusap rambut Jihan dari belakang.


Setelah itu Devano melepaskan pelukan nya dari Jihan.


Cup


Devano mencium kening Jihan.


"Sudah sekarang kita berangkat ke Jakarta,"


"Tapi bagaimana Dengan mbak Nafisha???" Tanya Jihan dengan Ragu ragu.


"Masalah Nafisha biar Nanti aku yangakan bicara padanya, dia pasti akan mengerti kok tenang saja, Nafisha itu tidak seperti wanita lainnya apalagi dia itu ilmu agamanya kental, jadi dia pasti tahu hukum poligami," Ucap Devano Dengan santai seolah olah dia juga menikmati dengan pernikahan ini.


Devano sudah gelap mata setelah menikah dengan Jihan, bahkan sekarang dirinya menyepelekan Nafisha istri sahnya yang telah melayani dan menemani nya selama lima tahun, kasih sayang Nafisha dan pengorbananya bagaikan debu yang terhempas terbawa angin hilang dalam sekejap.


Padahal Devano menikah dengan Jihan itu baru 1minggu dan mengenalnya pun bahkan setelah menikah, sama seperti Nafisha dengan Nafisha saja Devano membutuhkan waktu satu tahun hingga Devansha lahir tapi dengan Jihan Hanya satu minggu saja Devano sudah menyayanginya bahkan berperilaku seperti sepasang kekasih yang saling mencintai, lantas jika Devano pulang ke Jakarta apakah Devano bisa adil terhadap istri istrinya, atau Devano akan lebih memilih membela Jihan dengan alasan Nafisha harus mengalah dan mengerti karena Nafisha istri yang pertama dan juga yang sudah berpengalaman.


"Alasan macam apa itu,????"

__ADS_1


Mobil Devano berjalan meninggalkan tempat tinggal Jihan yang berada di pinggiran kota Jakarta, untuk kembali kekota itu membutuhkan waktu sekitar setengah jam saja, Jangan tanyakan Aldino karena sedari tadi Aldino sudah menggerutu dan mengumpat kesal dua pasti baru itu, karena menebar kemesraan di hadapan Aldino.


"Sial gue di jadikan supir dadakan sama mereka,"


"Anjing Devano brengsek ternyata sifat lo nggak pernah berubah,"


Sesampainya Di Jakarta Devano mengajak Aldino untuk mengantarkan Jihan ke apartemennya terlebih dahulu.


"Aldino kita ke Apartemen gue sekarang," Ucap Devano.


"Hmmm,"


Aldino tidak banyak bicara dia hanya menuruti saja permintaan Devano karena dia sudah sangat lelah menghadapi tingkah Devano dan Nafisha belum lagi istri barunya Devano yaitu Jihan.


15 menit berlalu mobil yang Devano tumpangi sudah terparkir di basmen Apartemen.


"Ayo kita masuk ," Ucap Devano pada Jihan.


Sedangkan Jihan dia hanya menurut saja dan mengikuti ucapan Devano.


"Dev gue pulang dulu Dekh gue pinjam motor lo," Ucap Aldino sambil membawa kunci motor Devano.


"Iya, sudah sana," Usir Devano.


"Baru pulang lo Din," Tanya Devan


"Hmmm," Jawabnya sambil merebahkan badannya di sofa.


"Lo kenapa pulang pulang langsung lesu aja???" Tanya Deren.


"Gue bingung dan juga pusing, "Jawabnya sambil mengacak ngacak Rambutnya.


"Kenapa masalah Devano ???"


"Iya," Jawabnya Setelah itu dia melanjutkan ucapannya.


"Nafisha sudah tahu kalau Devano menikah lagi, bahkan semua kegiatan yang Devano lakukan dia tahu,"


"APA???"


"Lo serius,???" Tanya Derrn dengan mata yang sudah melotot.

__ADS_1


"Iya, kalian lupa Nafisha itu siapa dia itu Queen Blank Davil, "


"**** kenapa kita bisa melupakan fakta itu Sih," Devan sudah mulai terlihat frustasi.


" Bodohnya gue terlalu percaya pada Devano,"


"Maksud lo apa,???"


"Nafisha menyimpan Cip yang sangat kecil di Handphone Devano dan juga Mobilnya, jadi otomatis apapun kegiatan Devano Nafisha bisa tahu Dan bodohnya gue malah ikut untuk merahasiakan pernikahan Devano sama Jihan,Akh bangsat bisa gila gue lama lama, mikirin tuh curut," Aldino begitu Frustasi dengan masalah yang di buat Devano.


"Trus gimana Respon Nafisha,???"


"Dia terlihat biasa saja ,tapi gue nggak tahu apa yang dia rencanakan dan sekarang dia meminta gue untuk mengalihkan kepemilikan mall dan semua cabangnya Atas Nama DEVANSHA,"


"WHAT, ANJIR INI MAH BISA PERANG DUNI KETIGA,"TERIAK DEREN YANG SAMBIL MEMBAYANGKAN PEPERANGAN ANTARA DEVANO DAN NAFISHA.


"Dan yang buat gue kecewa sama dia, setelah menikah dengan Jihan Devano sampai lupa untuk mengabari anak dan istrinya di rumah seperti hari biasanya ," Ya Aldino merasa kecewa dan juga bersalah pada Devansha dan Nafisha.


"Kasihan Devansha," Gumam Deren dan juga Devan.


Setelah kepergian Aldino Devano memutuskan membantu Jihan untuk membereskan pakaian yang baru dia bawa Dan rencana nya Nanti sore dia akan mengajak Jihan ke mall untuk membeli keperluan Jihan.


"Jihan,"


"Iya mas,"


"Setelah ini nanti sore kita ke mall untuk belanja kebutuhan kamu," Ucap Devano sambil tersenyum pada Jihan tak lupa dia juga mencium pipi Jihan.


Cup


"Tidur sayang istirahat," Gumam Devano pada Jihan sambil menarik tubuh Jihan keatas ranjang, setelah itu Devano mrneluknya dari belakang.


"Tidur, Nanti sore kita pergi,"


"Iya mas," Ucap Jihan Dengan wajah yang sudah memetah menahan malu karena Devano memanggil dia sayang.


Sedangkan Nafisha setengah jam yang lalu dia sudah terbangun dari tidurnya, bahkan saat ini dirinya sudah dengan laptop dan handponnya untuk memantau Devano.


Namun lagi dan lagi kemesraan dan keromantisan yang dia lihat di layar monitor.


Nafisha mencoba bertahan hanya untuk Devansha bukan Devano ,Namun jika Nafisha melihatnya setiap hari Author jamin Nafisha akan lelah dan pergi meninggalkan Devano.

__ADS_1


Cuman untuk saat ini Nafisha harus bersabar untuk memastikan semua rencana nya selesai setelah itu dirinya bisa pergi dengan tenang....


__ADS_2