Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Rasa yang hampir sama


__ADS_3

Keesokan harinya Devano terpaksa menemani Jihan hingga tujuh hari neneknya, Devano mencoba mengaktifkan Handphone nya, dia juga mengirim pesan kepada Nafisha jika dia tidak bisa pulang seminggu dengan alasan ada masalah dengan Froyeknya, sebenarnya dia juga merasa bersalah pada Nafisha namun mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur.


"Dev trus kita harus bagaimana sekarang,???" Tanya Aldino.


"Kita kembali ke kota setelah tujuh hari neneknya Jihan.,"


"Oke,"


Semalam Devano tidur di sofa bersama Aldino karena dia tidak tega melihat yang terus saja menangis hingga dia ketiduran di kamar neneknya.


Pagi pagi sekali Jihan sudah bangun dari tidurnya karena mungkin sudah terbiasa.


Dia pergi ke dapur untuk memasak sarapan yang ada.


Jihan wanita cantik putih dan manis, dia berumur 19 tahun mungkin baru saja lulus sekolah, Jihan tinggal bersama dengan neneknya karena ayah dan ibunya meninggal dalam kecelakaan tabrak lari waktu Jihan berumur 5tahun.


"Sarapan nya mas," Ucap Jihan kepada Devano dan Aldino Jihan menyodorkan masing masing satu piring nasi goreng dan juga satu gelas air putih.


"Devano dan Aldino tak banyak bicara karena mereka dari dulu tidak pernah mempermasalahkan apa yang akan dia makan yang terpenting halal.


Devano mulai memasukan nasi goreng nya kedalam mulut, begitu masuk di dalam mulutnya Devano malah jadi teringat Nafisha karena Rasa nasi goreng ini hampir mirip dengan buatan Nafisha.


Begitupun juga Dengan Aldino dia juga merasakan hal yang sama karena semenjak Ada Devansha Aldino dan temannya sering sarapan di rumah Devano.


"Bahkan masakan nya pun hampir mirip," Gumam Aldino dengan pelan Namun masih bisa di dengar oleh Devano.


Devano yang mengerti kemana arah pembinaan Aldino pun membenarkan ucapan temannya itu.


"Kamu nggak sarapan???" Tanya Devano pada Jihan.

__ADS_1


"Nggak mas Jihan nggak laper," Gumam nya dengan tertunduk lesu dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Sini duduk di samping aku,"Perintah Devano


Jiha mau tak mau menuruti ucapan suami dadakan nya itu.


Devano mengangkat Wajah Jihan untuk menatapnya.


"Sarapan dulu nangis juga butuh tenaga Jihan," Ucap Devano pada Jihan dengan lembut supaya tidak menyinggung perasaan nya.


"Buka mulutnya aaaa," Devano menyodorkan satu sendok di depan mulut Jihan untuk menyuapi nya makan.


"Ekh jangan nanti kakak nggak kenyang, aku ambil aja lagi Nasi goreng nya," Tolak Jihan.


"Nurut Jihan aaa," Jika sudah seperti itu maka Jihan tidak bisa menolak ataupun membantah.


Aldino yang melihat Devano yang sedang menyuapi Jihan pun tersenyum kejut kearah mereka berdua, hatinya begitu sakit menyaksikan Devano bermesraan dengan wanita lain, bukan Aldino cemburu tapi dia sudah menganggap Nafisha itu saudaranya sendiri, lantas bagaimana jika nanti Nafisha tahu dan menyaksikan Devano dengan wanita lain selain dirinya.


Aldino yang telah selesai pun berpamitan kepada mereka berdua untuk keluar mencari udara segar.


"Aaaaagggghhhhh, Nafisha maafin gue gue gagal menjaga lo saudara gue sendiri,"


"Gue nggak sanggup melihat Nafisha terpuruk dan bersedih, dan juga gue nggak sanggup melihat Devansha kekurangan kasih sayang ayahnya yang harus membagi kasih sayang nya pada anak dengan wanita lain, Gue harus bagaimana tuhan," Aldino begitu Frustasi saat dirinya tahu bahwa Devano menikahi wanita lain.


Sedangkan Nafisha di sana sedang tersenyum masam, entah dirinya harus bahagia atau bersedih, namun Nafisha tidak boleh Egois demi kebahagiaan Devano dan anak nya Devansha.


Ya setelah kejadian Foto pernikahan mereka jatuh Nafisha langsung mengecek Cctv pada layar ponselnya, Nafisha sengaja memasangkan Cip kecil di bemper belakang mobil Devano supaya dia tahu Bahwa Devano itu baik baik saja , Karena Sebelumnya Tepat Devansha berumur 3 tahun dia hampir saja di culik oleh Fiona yang terobsesi pada Devano hingga akhirnya Nafisha mendapatkan benturan keras di kepalanya di saat Fiona ingin mencelakai Devansha namun Nafisha kalah cepat hingga Nafisha lah yang mendapatkan pukulan itu, tapi tenang saja setelah kejadian itu Fiona dan Rekannya menjadi buronan polisi karena mencoba tindak pembunuhan dan penculikan, Dan sekarang mereka telah mendekam di penjara.


Nafisha tahu kejadian dimana Devano menabrak Nenek Jihan dan Nafisha juga tahu bahwa Devano telah menikahi Jihan sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada Nenek nya Jihan namun sebisa mungkin Nafisha mencoba berpura-pura tidak tahu, dia mau tahu sampai kapan Devano akan bertahan untuk menyembunyikan hal sebesar ini pada Nafisha.

__ADS_1


"Selamat Dev, aku turut senang atas pernikahan mu," Ucap Nafisha di dalam kamarnya sambil memeluk lulutnya.


Dan saat Devano mengirimkan pesan bahwa Devano tidak akan pulang satu minggu juga Nafisha hanya mengiyakan saja dan akan mengikuti rencana Devano dia hanya akan menjadi peran pendamping saja.


Semua yang Devano lakukan Nafisha tahu karena dia juga memasangkan cip kecil di handphone Devano tanpa sepengetahuan nya.


Sebenarnya Nafisha merasa bersalah pada Devano karena akhir akhir ini dia menghindari Devano karena dia tak mau sampai Devano tahu tentang Penyakitnya Nafisha yang sering pusing karena efek pukulan dan penyiksaan Fiona pada saat itu pukulan itu tepat di kepala Nafisha.


Setelah menangis samalaman Nafisha bangun dari tidurnya untuk mengurus Devansha anaknya yang masih kecil sebisa mungkin dia menunjukan keceriaan kepada Devansha karena Devansha itu peka terhadap keadaan sekitarnya.


"Umi, Abi kemana kok belum tulun Devansha kangen Abi Umi," Ucap Devansha kepada Nafisha.


"Sayang sekarang berangkat sekolah nya bersama Umi dulu ya nak, Abi selama satu minggu ini tidak akan pulang karena sibuk bekerja untuk Devansha," Nafisha mencoba menahan sesak di dada disaat anaknya bilang kalau dia merindukan Abinya.


Biasanya Jika Devansha merindukan Devano, Devano selalu ada dan langsung memeluk Devansha karena padat nya jam kerja jadi Devano dan Devansha akan bertemu di pagi hari atau malam hari, terkecuali hari weekand.


Namun sudah dua hari ini Devansha tidak bertemu sama sekali dengan Devano.


"Baik Umi," Ucap Devansha dengan tertunduk lesu.


Nafisha mengantarkan Devansha untuk sekolah ke taman kanak kanak, biasanya yang mengantarkan Devansha itu Nafisha dan Devano namun saat ini Nafisha harus bisa terbiasa sendiri sebelum dirinya benar benar ditinggalkan Devano atau meninggalkannya.


"Sana sayang masuk nanti kamu telat loh," Ucap Nafisha kepada Devansha.


Devansha langsung saja mencium tangan Nafisha dan tak lupa mencium kedua pipi Nafisha.


"Umi Devansha sekolah dulu assalamualaikum,"


"Waalaikum salam,"

__ADS_1


Setelah kepergian Devansha, Jatuhlah air mata Nafisha yang sedari tadi dia tahan Nafisha merasa kasihan terhadap anaknya yang harus berbagi kasih sayang ayahnya Dengan istri mudanya.


"Dev kamu tega sekali Dev pada Devansha, aku tak kuat Dev jika setiap harinya aku melihat wajah Depansha yang tadinya ceria sekarang berubah menjadi murung," Ucap Nafisha dalam isaknya.


__ADS_2