Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Kepulangan Devano dan Nafisha


__ADS_3

Hari ini Devano di perbolehkan untuk pulang karena keadaan nya yang sudah membaik, tak lupa Aldino dan Devan yang menjemput kepulangan Devano di Rumah sakit.


Awalnya Devano akan pulang ke Mansion Alexander bersama keluarganya dan juga Jihan namun Devano menolak dan malah mengajak Jihan untuk pulang ke Rumahnya yang dulu ditempati Devano dan Nafisha.


Sesampainya Di sana Rumah, Semua orang sudah menyambut kedatangan Devano termasuk kedua orang tuanya, mereka masuk kedalam Rumah tanpa rasa bersalah sedikut pun bahkan tanpa kehadiran sosok Nafisha pun keluarga Alexander terlihat begitu bahagia.


"Dev ayo masuk ajak juga istrimu," Gumam Mama Arini yang masih bisa di dengar oleh semuanya, Bahkan Aldino dan Devan sangat syok dengan sikap walcame mama Arini pada Jihan, entahlah apa yang di lakukan Jihan sehingga mama Arini bisa menerimanya.


Sedangkan Di Singapura Nafisha sudah pulih dan sudah mengingat semuanya, Ya Berkat Deren Dan Devansha di sampingnya Nafisha sudah sembuh total dan sudah mengingat ingatan nya kembali hanya dalam waktu kurang dari dua bulan, Devan fikir Nafisha akan lama untuk mengembalikan ingatannya.


"Ma Devansha mau pulang ke Indonesia," Gumamnya sambil memainkan kencing bajunya dengan posisi menunduk.


"Devansha mau pulang???" Tanya Deren.


"Iya pi," Jawabnya Dengan antusias


"Tapi bagaimana Dengan Umimu Nak, Umimu saat ini begitu terluka karena sikap abimu, yang membawa uma," Jawab Deren pada Devansha.


"Aku mau pulang kerumah Om Rapael aja, sama opa Narendra," Jawabnya.


"Kamu yakin, nggak akan merindukan Abimu nak,???" Deren memastikan apa yang Devansha mau sebenarnya.


"Nggak Papi Devansha kasian sama Umi yang cakit tapi Abi nggak cayang lagi ama Devansha dan juga Umi, Abi lebih sayang Uma pi," Ucap Devano dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Katanya kemarin Devansha mau sekolah di sini,???"


"Nggak jadi Devansha sekolah di bandung saja ama Umi di sana,"


Nafisha yang melihat interaksi keduanya pun menjadi begitu bersalah pada Devansha.


"Maafkan Umi Nak," Gumam Nafisha sambil memeluk Devansha.


"Kita pulang besok ke Jakarta, dan kita akan tinggal berdua di Jakarta, Nanti Umi akan beli rumah baru yang sederhana untuk kita," Bujuk Nafisha pada Devansha supaya Devansha tidak ingin pulang ke rumah nya di bandung, karena dia takut keluarganya akan marah pada Devano dan kedua orang tuanya.


Nafisha tidak mau menghancurkan persahabatan mereka berdua.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Nafisha langsung menghubungi Bagas untuk mencarikan dia rumah di Jaakarta yang dekat jauh dengan kawasan rumah Devano.


Sedangkan Deren dia begitu bingung, Jika dia pulang ke Indonesia bagaimana dia akan menjelaskan Pada Devano, Dan atau mungkin Devano akan terus mendesak nya untuk memberitahukan alamat Nafisha.


"Fisha lantas aku harus bagaimana Menjelaskan semuanya pada Devano Nanti,??"'


"Entahlah aku pun bingung, Tapi supaya Devano tidak mencurigaimu kamu bisa tinggal di Markas Blavk Davil untuk sementara.


"Hmmm baiklah,"


Keesokan paginya Nafisha berangkat dari Singapura pukul 9 pagi, dia tidak mengabarkan pada siapa pu bahwa hari ini Nafisha akan pulang ke Indonesia termasuk Aldino Dan Devan.


Sedangkan Devan Dan Aldino saat ini dirinya begitu sibuk mengurus mall Devansha, meskipun Mall itu sudah pindah kepemilikan akan tetapi Devano tetap di biarkan kerja di sana dan di gaji setiap bulan sesuai jabatannya.


Sesampainya Di Indonesia Nafisha langsung memesan taxi online bersama dengan Deren dan Devansha, ya Deren terpaksa menghindar Dari Devano sebelum Nafisha dan Devano Bercerai.


Brak


"Anjing, Bangsat, Babi,," Begitulah mungkin umpatan umpatan para teman Nafisha yang begitu kaget karena Nafisha membuka pintu nya dengan sangat kencang.


"Nafisha," Teriak semua anak Black Davil.


"Siapkan satu kamar untuk Deren,Gas," Ucap Nafisha pada Bagas.


"Baik Queen,"


"Om Alvin Devansha kangen," Teriak Devansha pada Alvin.


"Sama om juga kangen sama Devansha,"


"Tapi Devansha kangen sama sam ice ream nya bukan om Alvinnya,"


Semua teman orangnya disana berusaha menahan tawanya karena Tingkah Devansha dan Alvin.


"Kebangetan anak kamu Queen," Umpat Alvin.

__ADS_1


"Bwahahahahaha," Semua orang sudah tak bisa lagi menahan tawanya.


"Papi Devansha ngantuk," rengek Devansha pada Devan,


"Iya sayang tidur saja rapi benerin dulu posisi tidurnya boy," Jawab Deren.


Sedangkan semua anak Black Davil wajahnya nampak cengo dengan mata yang melotot sempurna dan mulut yang menganga.


"Anjir kapan si anak curut itu begitu manja sama Deren," Gumam Bara.


Fikiran mereka sedang berkejambuk dengan fikiran masing masing, sedangkan Deren dan Devansha yang di tatap seperti itu malah biasa saja bahkan Sekarang Devansha sudah merebahkan badannya untuk tidur di pangkuan Deren dengan tangan Deren yanga terus mengusap puncuk kepala Devansha.


Mereka begitu terharu dengan sikap Deren yang menyayangi Devansha dengan tulus seperti anaknya sendiri.


"Aku mau Cerai bersama Devano," Ucapan Nafisha barusan membuat semua orang di sana terkejut.


"Apa???" Teriak mereka bersamaan.


"Lo serius???"


"Iya, bahkan Devansha juga tahu dan setuju karena dia tidak mau punya uma cukup Umi saja," Jawab Nafisha.


"Kita hanya mendoakan yang terbaik saja untuk kamu Queen," Ucap Bagas sang wakil ketua Black Davil mencoba bersikap Dewasa.


Setelah perbincangan itu Nafisha langsung menaiki tangga menuju kamar khusus tempat dirinya menginap di bascam, karena setiap anggota memiliki kamar masing masing.


Sedangkan di Rumah Devano Dirinya begitu lusuh dan juga muram karena sedari tadi dirinya terus aja memikirkan Nafisha dan Devansha yang entahlah dia bak hilang di telan bumi.


Bahkan setelah Devano pulang kerumahnya Sikap mama Arini dan Papa Dion berubah Drastis, seperti acuh tak acuh dan mengabaikan Devano.


Devano jadi bertanya tanya apakah salahnya pada Mereka??? Apa ia Orang tuanya mengetahui Nafisha yang hilang tanpa jejak, Namun jika mereka mengetahui itu dari mana??? Bahkan Devano tidak pernah menceritakan apapun pada orang tuanya tentang Nafisha, yang mereka tahu kalau Devano itu menikah lagi dengan Jihan.


Jihan untuk kali ini ingin Egois saja, sudah cukup dirinya menderita bahkan dirinya sebagai orang miskin , dan sekarang dirinya sesekali ingin egois dan tak mau mengalah karena dia berfikir sudah cukup dirinya menderita dan di hina, namun tanpa Jihan sadari tingah dan sikap Jihan yang seperti itu mampu menyakiti hati orang lain yaitu Nafisha.


Nafisha sendiri, dirinya benar benar lelah, dan mungkin saat ini sedang ada di titik lelah tak berpenghujung Nafisha akhirnya memilih untuk menyerah, dari pada terus berjuang namun di sia siakan karena berjuang sendirian itu sungguh menyakitkan sudah cukup dulu Nafisha memaafkan Devano karena Adanya Devansha namun sekarang bahkan Devansha sendiri mendukung keputusan Nafisha.

__ADS_1


Meskipun umurnya baru 4 tahun tapi sikap dan jiwanya seperti orang Dewasa pada umumnya.


Jangan tanya kenapa bisa begitu, jika kalian lupa Nafisha kan perempuan yang jenius jadi jangan salah jika kepintarannya menurun pada Devansha.


__ADS_2