Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Kejutan


__ADS_3

Jika di sekolah Jivan dan Devina itu selalu bertengkar seperti kucing dan anjing, berbeda lagi Debgan Devansha yang saat ini sedang mengerjakan skripsi nya.


"Huh, mumet fikiran gue, mana gue belum cek laporan keuangan Mall lagi," Devansha begitu frustasi dengan keadaan nya yang saat ini.


"Dev lo kenapa sih dari tadi gue perhatiin kayak nya lo lagi banyak fikiran,???"Tanya Aldi teman Devansha.


"Hmmmm,"


Devansha akan selalu bersikap acuh pada semua orang termasuk temannya namun tak bisa di pungkiri bahwa Devansha sebenarnya begitu perhatian dan juga orang baik.


Nino yang melihat Devansha begitu frustasi hanya bisa diam saja, karena dia tahu Devansha pasti saat ini lagi butuh ketenangan.


"Gue cabut Dulu," Devansha bangun dari duduknya dan berpamitan pada semua temannya.


Tanpa menunggu Jawaban dari mereka Devansha langsung berjalan pergi meninggalkan mereka semua.


Devansha masuk kedalam mobil, dia hari ini ada janji dengan uminya untuk mengantarkannya kebandara untuk menjemput Novia kembarannya yang baru saja pulang dari Amerika.


15 menit berlalu Devansha telah sampai di perumahan kawasan Elit dia langsung saja turun dari mobilnya untuk menemui uminya.


"Assalamualaikum Umi," Teriak Devansha.


Nafisha yang mendengar putra sulung datang dia langsung mengumpat bersama Devano dan semua keluarganya, untuk membuat kejutan pada Devansha, Nafisha meminta Devansha untuk mengantarkan nya ke bandara itu hanya alasan saja, sebenarnya Novia tidak pergi ke Amerika tapi dia pergi untuk menyiapkan acara ulang tahun Devansha.


"Umi," Gumam Devansha yang sedikit gelisah karena takut terjadi sesuatu pada Nafisha.


Devansha sudah masuk kedalam kamar Nafisha tapi tidak ada orang bahkan Devansha sudah mengecek semua ruangan tapi Devansha tetap tidak menemukan uminya.


Devansha turun dari lantai atas sambil berjalan melewati tangga dengan sedikit berlari.


"UMI,"Teriak Devansha.

__ADS_1


Dor Dor Dor


Suara seperti kembang api itu terdengar oleh Devansha, bahkan Devansha baru sadar saat mendengar suara itu terdapat sebuah kertas warna warna yang berterbangan dan berhatuhan memenuhi badannya saat ini.


Devansha berbaik kearah belakang dan dapat Devansha lihat di sana sudah berkumpul semua keluarganya termasuk Novia.


"Happy Brihtday son," Ucap Devano sambil membaca satu kotak yang berisi Kue ulang tahun yang bertuliskan Happy Bertdhay Devansha Alexandra, tak lupa lilin dengan bentuk angka 20 yang artinya saat ini Devansha sudah berumur 20 tahun.


Sedangkan Devansha yang melihat itu begitu terharu, bahkan Devansha tidak ingat tanggal kelahirannya karena Dia begitu kalut dengan skripsi nya,.


"Abi Umi," Ucap Devansha sambil mendekati kedua orang tuanya.


Devansha langsung memeluk tubuh uminya dia memang laki laki tapi apakah salah Jika saat ini Devansha menangis???


Ya saat ini Devansha menangis dalam pelukan uminya, dia begitu terharu dengan kejutan yang Abi dan uminya berikan tak lupa ada kedua adik nya dan juga semua keluarganya termasuk anak Arion Dan Black Davil.


"Tiup dulu sayang lilin nya," Gumam Nafisha menyadarkan Devansha dari keharuannya.


"Huh,"Devansha meniup lilin nya sambil memejamkan mata.


"Happy bertdhay Son," Gumam Devano sambil memeluk tubuh Devansha.


"Happy Brihtday Brother," Ucap Jivan dan Devina sambil memeluk Devansha.


Sungguh Devansha begitu bahagia sekali saat melihat semua keluarganya begitu akur dan juga harmonis lantas nikmat mana lagi yang kamu dustakan.


"Sudah boy jangan Nangis," Gumam Nafisha sambil mengusap puncuk kepala Devansha.


"Umi ikh, orang lagi terhura juga," Gumam Devansha dengan manja.


"Terharu Devansha,"

__ADS_1


"Iya itu Abi," Gumamnya sambil mengerucutkan bibirnya.


Devansha memang laki laki yang sudah Dewasa akan tetapi jika di depan keluarganya Devansha tetaplah anak laki laki yang bersikap manja dan juga kekanak kanakan, berbanding terbalik jika dia di luar rumah, sikap nya akan berubah menjadi datar dan dingin.


Setelah acara pelukan mereka langsung memotong Kue dan makan bersama, setelah itu mereka berbincang dengan semua keluarganya di ruang tamu bercanda gurau bersama, Mungkin itulah definisi keluarga harmonis.


Keesokan harinya Devansha berangkat ke mall untuk mengecek kebutuhan di sana, dia langsung saja berjalan melewati semua karyawan nya akan tetapi semua karyawan nya tidak ada yang mengetahui jika Devansha adalah pemilik mall itu, yang mereka tahu bahwa mall itu milik Aldino.


Sedangkan Devano setelah kejadian itu Devano mencoba membangun perusahaan nya sendiri merintis dari Awal, Devano tidak masalah jika Mall dan Caffe di balik Nama atas nama Devansha karena ya memang dia itu membangun semua usaha hanya untuk Istri dan anaknya.


"Devansha sayang kamu kesini nak,???" Tanya Aldino saat melihat Devano berjalan menuju kearahnya.


"Iya om," Jawab Devansha Dengan datar dan dingin.


"Ck, kamu gak berubah, tetap saja dingin," Gumam Aldino sambil menggelengkan kepala.


"Kita Cek mall,"


"Baiklah,"


Devansha dan Aldino berjalan bersama menyusuri semua sudut mall hanya untuk mengecek keadaan


sekitar.


Namun tiba tiba


Brak


"Maaf, maaf gue nggak sengaja," Ucap seseorang yang menabrak bahu Devano hingga mereka berdua terjatuh.


"Hmmm," Devano langsung bangun dan berjalan melewati orang tersebut.

__ADS_1


Orang yang menabrak Devano langsung bangun dan memandang kearah Devano yang berjalan mulai menjauh dari pandangan nya.


"Huh, dasar kulkas, baru kali ini aku ketemu sama manusia tembok berjalan," Gerutu tak jelas orang itu.


__ADS_2