Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
First Kiss


__ADS_3

"Dev-"Ucapan Nafisha terhenti Karena bibir Devano sudah menempel pada bibir Nafisha, Awalnya hanya menempelkan saja akan tetapi dirasa tidak ada perlawanan dari Nafisha akhirnya Devano melanjutkan ke hal selanjutnya yaitu ******* dan menyesal bibir Nafisha beberapa kali, Ciuman itu awalnya biasa saja akan tetapi lama kelamaan ciuman itu menuntut lebih dalam untuk di balas oleh Nafisha,.


Sedangkan Nafisha hanya melotot tak percaya akan tetapi Satu detik berikutnya Nafisha sadar kalau sekarang dirinya telah menjadi seorang istri dari Devano, makanya Nafisha diam saja saat Devano menciumnya bahkan Devano berani melakukan lebih, Awalnya biasa saja akan tetapi lama kelamaan ciuman itu membuat Nafisha terbuai dengan ciuman yang Devano berikan apalagi ciumannya begitu lembut hingga akhirnya Nafisha membuka mulutnya membalas ciuman Devano.


Mereka bercium begitu lama hingga akhirnya Nafisha merasakan sesak di dada karena pasokan oksigenbya telah habis hingga akhirnya Nafisha memukul dada Devano, Dan Devano yang mengerti itu langsung melepaskan ciumannya menjauhkan wajahnya dari wajah Nafisha, tangan nya dia dekat kan ke arah Nafisha untuk mengusap bibir Nafisha yang begitu basah karena ciuman mereka.


"Manis," Ucap Devano sambil menarik kursi meja makan.


"Fisha gue laper," Ucapnya Devano untuk menyadarkan Nafisha dari ketekejutannya.


"Ekh, Hah iya iya," Ucap Nafisha gelagapan namun setelah itu Nafisha tetap mengambil kan Nasi dan lauk pauknya untuk Devano.


"Ni Dev, " Ucap Nafisha sambil menyoforkan piring yang sudah terisi penuh debfan berbagai macam pasakan.

__ADS_1


"Dev kalau begitu aku kekamar dulu ya," Ucapnya sambil melangkah mundur. akan tetapi suara Briton Devano menghentikan langkahnya.


"Temani gue Fisha lo juga belum makan kan,??? "


"Aku Nanti aja Dev belum laper," Bohongnya.


"Ck, Duduk Nafisha jangan menghindari gue," Ucap Devano dengan sedikit membentaknya.


Devano lahap makan bukan karena Nafisha menuruti perintahnya akan tetapi karena Nafisha duduk dihadapannya membuat Devano bisa melihat dengan jelas gunung kembar Nafisha yang membuat otak Devano Treveling kemana mana.


"Astaga mata gue ternodai bahkan otak gue sudah tercemar dan Treveling kemana mana," Ucap Devano dalam hati sambil menggeleng gelengkan kepala.


Setelah makan malam selesai Devano langsung beranjak dari duduk nya dan langsung masuk kamar namun sebelum Devano melangkah Nafisha sudah angkat suara.

__ADS_1


"Dev Setelah mandi aku tunggu kamu di ruang tamu, kita obati luka kamu," Ucap Nafisha.


"Hmmm,"


Devano langsung melangkahkan kaki nya menuju kamarnya.


"Tadi aja tingkah nya lembut dan manis banget lah sekarang udah balik ke mode Awalnya lagi dingin dan irit bicara dasar kulkas," Gerutu Nafisha sambil membereskan piring dan mencucinya bekas mereka makan.


Setelah masuk kedalam kamarnya Devano langsung menguncinya dan menjatuhkan badan nya di kasur sambil guling guling kesana kemari dengan tidak karuan.


"Sial Nafisha kenapa lo begitu menggoda dan menguji iman gue Fisha, kalau gini caranya bisa bisa gue gak bisa nahan hasrat gue," Ucapnya sambil menjambak rambutnya Frustasi.


"Sial kenapa adik kesayangan gue bangun lagi, Ini gara gara lo Nafisha gue harus ngerasain panas dingin seperti ini padahal jika gue sama Vania gue gak pernah tergoda sedikit pun," Ucap Devano sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk menidurkan adik kecilnya yang sudah bangun dari tadi karena Nafisha, kalau tidak mungkin kepala nya akan pusing dan cenat cenut atas bawah.

__ADS_1


__ADS_2