Wanita Bercadar Itu Istriku

Wanita Bercadar Itu Istriku
Arion Vs Black Davil


__ADS_3

"Iya emang gue bangsat, bahkan gua adalah manusia yang paling bodoh di dunia ini," Ucap Devano dengan nada sendu.


Devano langsung saja bangun dari duduknya.


"Mau kemana lo Dev,???" Tanya Arjuna.


"Mau pulang gak tahu kenapa perasaan gue gak enak," Ucap Devano debgan jujur.


"Gue ikut," Ucap Arjuna.


"Hmmm,"


Mereka pergi dari markas Arion menuju Apartemennya.


20 menit berlalu


Mereka telah sampai di Apartemen Devano akan tetapi Devano begitu heran saat melihat lampu apartemennya masih gelap bahkan Devano tidak merasakan adanya orang di dalam.


"Jun kok gue rasa apartemen gue kosong ya," Ucap Devano.


Cetrek


Devano menekan STOP kontak lampu yang berada di dinding Tembok.


"Devano dan Arjuna menyusuri setiap ruangan akan tetapi Devano tidak melihat adanya Nafisha di sana.


"Jun Nafisha gak ada??" Ucap Devano kepada Arjuna.


"Yang bener li," Tanya Arjuna.


"Iya Jun," Raut Wajah Devano seketika langsung berubah menjadi redup dan muram.


Devano langsung saja menghubungi Nomor Nafisha....


Dert dert dert


Devano mendengar suara Handpone Nafisha yang ada di sekitar mereka langsung saja Devano mencari sumber suara tersebut.


"Sial Nafisha kamu dimana sayang," Gumam Devano dengan nada Khawatir.


Arjuna melirik jam di tangannya.


"Dev kita istirahat dulu waktunya bobo sekarang udah jam Setengah dua pagi Dev, Besok kita cari lagi,"


"Hmm baiklah," Devano yang sudah lelah pun akhirnya pasrah.


Di pagi hari nya Devano bangun dari tidurnya.


"Fisha mana baju aku sayang," Ucap Devano yang baru saja keluar dari kamar mandi sedangkan Arjuna yang mendengar Devano berteriak pun langsung menghampirinya.


"Dev lo ada apa teriak teriak," Tanya Arjuna.


"Ngapain lo di sini, gue manggil Nafisha bukan lo Jun," Ucap Devano kesal kepada Arjuna karena devano fikir ngapain Arjuna pagi pagi ada di Apartemen nya.


"Dev," Ucap Arjuna pelan.

__ADS_1


Namun beberapa saat kemudian Devano sadar.


"Maaf Jun gue baru sadar ternyata Nafisha benar pergi ninggalin gue," Ucap Devano dengan Nada sendunya.


"Its oke Sekarang lo sekolah nanti habis itu kita ke mansion Alexander siapa tahu Nafisha ada disana," Hibur Arjuna.


"Lo bener Jun," Ucap Devano Dengan Ceria.


Di sekolah AHS Devano seperti biasanya mengikuti pelajaran sekolah, Tanpa beban fikiran karena dia pikir Nafisha pasti sedang berada di mansion Alexander.


Siang harinya pada waktu istirahat Devano dan kawan lawannya pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah meminta untuk di isi.


Mereka duduk di meja biasanya.


Namun baru juga duduk Geng Black Davil menghampiri nya.


"Dev mana Queen??" Tanya Xavier.


Sedangkan Devano yang di tanya seperti itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan yang Xavier lontarkan.


"Jawab Devano dimana Nafisha," Tanya Bara dengan Nada tinggi.


"Gue nggak tahu bahkan dari kemarin Nafisha gak ada kabar," Ucap Devano dengan nada sendu.


"Gue tunggu lo di rotfop," Tunjuk Bagas kepada Devano dengan Nada marah sambil melenggang pergi.


Devano yang melihat anak geng Black Davil murka pun menjadi semakin merasa bersalah.


Devano mengikuti anak Black Davil dari belakang menuju Rotfop.


"Gue juga," Aldino tak mau kalah.


"Hmmm,"


Sesampainya Di Rotfop Devano Devan dan Aldino duduk berhadapan dengan anak Black Davil yang sikapnya menjadi datar dan dingin tidak seperti biasanya.


Namun tiba tiba Bagas bangkit dari duduk menghampiri Devano


Plak Bugh


Bagas menampar pipi Devano dan dan memukulnya.


"Apa apaan lo tiba tiba Nampar dan mukul gue??"Tanya Devano dengan Nada yang sedikit tidak bersahabat.


"Lo masih Nanya anjing apa salah lo," Tunjuk Bara dengan emosi yang sudah hampir keluar.


"Gue nggak ngerti maksud kalian apa," Ucap Devano


"Jangan Banyak bertingkah dekh kalian ," Sambung Aldino.


"Yang bertingkah itu kalian bangsat," Ucap Xavier kepada Aldino.


" Jangan fikir gue dan anak anak nggak ngawasin kalian, bahkan gue tahu bahwa kalian laki laki terbrengsek yang gue kenal," Ucap Alvin Dengan Nada tinggi.


"Jaga ucapan lo anjing," Devano pun tersulu emosi dengan apa yang di ucapkan anak Black Davil.

__ADS_1


"Dasar laki laki gak tahu diri lo Dev, gue menyesal membiarkan lo dekat Dengan Queen jika pada akhirnya lo menyakiti hatinya," Ucap Xavier Dengan Nada Sendu bahkan dia mati matian menahan Air matanya supaya tidak terjatuh.


"Maksud lo apa Vier???" Tanya Devano


"Lihat Ini bangsat," Bagas melemparkan ponselnya ke pada Devano.


Devano yang penasaran pun langsung saja mengambil Handphone Bagas dan melihat apa yang di maksud Bagas,


awalnya Devano bingung maksudnya apa, karena di sana terdapat banyak rekaman namun Devano buka file itu satu satu, syok dan terkejut sudah pasti namun yang membuat Devano lebih terkejut adalah dimana Nafisha menangis sesenggukan sambil berlari menjauhi pintu Ruang UKS setelah tahu apa yang Devano dan anak lainnya lakukan.


"I...i...ni " Ucap Devano bergetar.


"Kenapa lo fikir kita bakal diam saja gitu, tidak Devano Queen itu adik dan ratu kita, tapi lo malah merusak ya Devano, Lo cowok paling bangsat Devano." Ucap Xavier.


Bugh


bugh


bugh


bugh


Semua anak Black Davil memukuli Devano hingga babak belur tapi Devano tidak melawan sama sekali karena dia tahu dialah yang salah.


"Bos," Ucap Aldino dan Devan.


Devano hanya menggeleng disaat temannya ingin membantu Devano.


"Maaf," Hanya kata itu yang Devano ucapkan bahkan dirinya sudah terduduk lesu.


"Maaf kata lo ,apa kata maaf lo bisa balikin Nafisha kembali lagi Devano," Teriak Xavier dengan murka.


"Arrrrgggghhhhh bangsat ,"Teriak Xavier Frustasi.


Bugh


Xavier memukul tembok dengan sangat keras bahkan dia membiarkan tangannya yang sudah di penuhi dengan darah.


"Nafisha lo dimana,??" Teriak Xavier.


Semua anak Black Davil langsung mendekat kearah Xavier dan memeluknya.


"Lo boleh sedih tapi jangan kayak gini, kita juga sama sedih nya kayak lo tapi jangan seperti ini Xavier, " Ucap Bagas sebagai wakil Black Davil.


"Gue laki laki yang paling bodoh," Gumam Devano


"Ya lo emang bodoh bangsat," Teriak Bara.


"Bos,"Ucap Aldino Dan Devan Namun tidak di hiraukan oleh Devano.


Devano terus saja berlari keluar dari Rotfop entah mau kemana Devano pergi yang jelas Devano pergi dengan membawa mobil secara ugal ugalan seperti orang kesetanan.


Yang ada di fikiran Devano hanyalah mansion Alexander untuk menenangkan fikiran nya dan minta pendapat kepada mama dan papanya, Devano mengira bahwa papa dan mama nya pasti belum tahu, mungkin dia akan jujur nanti jika Nafisha sudah benar benar pergi dan Devano berada di titik lelah untuk mencari Nafisha.


Padahal mama dan papanya orang yang paling pertama mengetahui nya,

__ADS_1


__ADS_2