
" Untuk diberikan ke suamiku nyonya." Jawab bibi tersebut.
" Tidak boleh, letakkan di atas meja!!" Perintah nyonya Ririn.
" Maaf nyonya, ini perintah tuan Albert jadi jika nyonya protes silahkan protes dengan tuan Albert." Ucap bibi tersebut dengan nada santai.
" Bibi semakin hari semakin berani ya!!" Bentak nyonya Ririn.
" Ada apa ini?" Tanya Katarina tiba - tiba datang.
" Kamu tidak usah ikut campur." Ucap nyonya Ririn dengan nada ketus.
" Apa hukuman kemarin masih kurang?" Tanya Katarina sambil menatapnya dengan tatapan tajam ke arah ibu tirinya.
" Bibi, berikan makanan itu ke paman." Sambung Katarina.
" Baik nona." Jawab bibi tersebut sambil tersenyum menyeringai ke arah Ririn membuat nyonya Ririn mengepalkan ke dua tangannya dengan erat.
" Kamu memang benar - benar breng..." Ucapan nyonya Ririn terpotong karena mendapatkan tamparan dari suaminya tuan Albert.
Plak
Plak
" Bawa semua barang - barang mu dan juga barang - barang milikmu kemudian angkat kaki dari mansion ku!!" Bentak tuan Albert.
" Sayang, sayangku mengusirku dan putri kita?" Tanya nyonya Ririn dengan wajah terkejut seakan tidak percaya apa yang di dengarnya.
" Valen itu anakmu bukan putriku, putriku hanya satu yaitu Katarina." Ucap tuan Albert sambil memeluk Katarina dari arah samping.
" Bukankah dulu sayangku menganggap putriku juga putrimu?" Tanya nyonya Ririn dengan wajah sedih dan tidak lama mengeluarkan air mata buayanya.
" Duku aku begitu karena kamu menganggap putriku sebagai putrimu tapi ternyata kamu dan putrimu malah memperbudak putriku, pergi dari mansion ku." Usir tuan Albert.
" Ada apa ini dad?" Tanya Valen sambil menuruni anak tangga.
" Aku bukan daddy mu dan mulai sekarang kalian berdua keluar dari mansion ini." Perintah tuan Albert.
" Tapi dad..." Ucapan Valen terpotong oleh tuan Albert
" Pelayan!!" Teriak tuan Albert.
" Ya tuan." Jawab kepala pelayan.
" Usir wanita ular ini dan lihat apa yang dilakukannya jangan sampai mengambil barang berharga milikku." Ucap tuan Albert kemudian menarik tangan Katarina dan meninggalkan mereka menuju ke kamarnya masing - masing.
__ADS_1
" Sayang.... Sayang.." Panggil nyonya Ririn
" Daddy... Daddy..." Panggil Valen
" Silahkan nyonya dan nona." Ucap kepala pelayan dengan nada sopan tapi dalam hatinya sangat bahagia.
" Si*l." Ucap nyonya Ririn dan Valen serempak
Ke dua wanita itu menaiki anak tangga menuju ke kamarnya masing - masing sedangkan kepala pelayan memanggil Rey yang kebetulan melewati anak tangga.
" Tuan Rey, nyonya Ririn dan nona Valen di usir oleh tuan besar." Lapor kepala pelayan.
" Syukurlah, apa yang bisa aku bantu?" Tanya Rey
" Tuan Rey mengikuti nyonya Ririn sedangkan aku mengikuti nona Ririn, kata tuan jangan sampai mereka membawa barang berharga." Ucap kepala pelayan sambil melangkahkan ke dua kakinya.
" Baik." Jawab Rey singkat sambil melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke arah kamar nyonya Ririn.
Ceklek
" Ngapain kamu ke sini? Pergi!!!" Usir nyonya Ririn
" Saya di suruh tuan besar untuk mengawasi nyonya jadi silahkan ambil barang seperlunya." Ucap Rey dengan nada tegas tanpa perduli dengan ucapan nyonya Ririn.
Nyonya Ririn hanya bisa menatap Rey dengan tajam sambil menahan amarahnya kemudian mengambil kopernya yang super besar dan memasukkan barang - barang miliknya sedangkan di tempat yang sama hanya berbeda ruangan kepala pelayan membuka pintu kamar Valen tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" Nona, saya di suruh tuan untuk melihat apa yang nona bawa." Ucap kepala pelayan tanpa memperdulikan bentakan Valen.
" Kau..." Ucapan Valen terpotong oleh kepala pelayan.
" Jika masih ngomel silahkan angkat kaki dari sini,'' ucap kepala pelayan tanpa memperdulikan tatapan tajam Valen.
Valen hanya bisa menatap Rey dengan tajam sambil menahan amarahnya kemudian mengambil kopernya yang super besar dan memasukkan barang - barang miliknya. Ternyata tidak cukup karena baik Ririn dan Valen sangat suka belanja dan sering menghamburkan uang milik tuan Albert dan membelikan barang murah untuk Katarina.
Jika suaminya bertanya mereka akan menjawab itu keinginan dari Katarina yang memintanya pakaian dan barang - barang murah mereka melakukan itu karena uang pemberian suaminya kurang dan memakai jatah uang Katarina.
Valen mengambil koper yang besar dan memasukkan barang - barang yang belum dimasukkan setelah terbawa semua Valen mendorong 3 koper ukuran super besar, besar dan sedang sama seperti nyonya Ririn, tidak semua barang di bawa karena barangnya tidak muat dimasukkan ke dalam koper.
Mereka berdua sering berpergian ke luar negri dengan membawa tiga koper untuk belanja pakaian dan barang mewah lainnya tapi kini mereka membawa tiga koper karena di usir bukan karena jalan - jalan keluar negri.
" Bantuin!!!" Perintah Valen
" Jangan mau paman, biarkan dia bawa sendiri." Perintah Katarina sambil ke dua tangannya di lipat ke depan.
" Kau.." Ucapan Valen terpotong oleh Katarina.
__ADS_1
" Apa mulutmu perlu aku jahit?" Tanya Katarina sambil menatap tajam ke arah adik tirinya.
Valen hanya menggerutu tidak jelas sambil mendorong satu koper ke arah pintu lift namun tiba - tiba Annchi mendapat penglihatan dulu pemilik tubuhnya sering di suruh membawa koper mereka dengan menggunakan anak tangga dengan alasan takut liftnya rusak.
" Jangan pakai lift nanti liftnya rusak." Ucap Katarina.
" Kamu gi*a ya, menyuruhku menuruni anak tangga sambil membawa koper super besar!!" Bentak Valen
Plak
" Kamu baru sadar kalau kamu itu gi*a." Ucap Katarina kemudian menampar Valen
" Apa maksudmu?" Tanya Valen sambil memegangi pipinya yang terasa nyeri.
" Hei wanita ular jangan pakai lift nanti liftnya rusak!!" Teriak Katarina ketika melihat nyonya Ririn sedang mendorong koper super besar tanpa memperdulikan ucapan Valen.
" Kamu bicara denganku?" Tanya nyonya Ririn dengan nada cuek.
" Siapa lagi, kalian berdua jangan pakai lift gunakan tangga." Perintah Katarina
" Kamu benar - benar ya." Ucap Ririn sambil menahan amarahnya.
" Apa kalian berdua amnesia? Ketika daddy pergi ke luar kota kalian berdua menyuruhku membawa koper super besar dengan menuruni anak tangga dengan alasan takut lift rusak." Ucap Katarina sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.
" Apa???" Teriak tuan Albert yang sejak tadi mengintip dan mendengarkan percakapan Katarina dengan nyonya Ririn dan Valen.
" Sayang, Katarina berbohong." Ucap nyonya Ririn dengan wajah pucat pasi.
" Iya dad, kakak Katarina berbohong kami tidak mungkin melakukan itu." sambung Valen dengan wajah pucat pasi.
" Rey, pelayan!!!" Teriak tuan Albert
" Ya tuan." Jawab mereka berdua serempak.
" Apa yang dikatakan putriku benar?" Tanya tuan Albert.
" Benar tuan, di saat tuan sedang pergi keluar kota nyonya Ririn dan nona muda Valen juga pergi ke luar negri dan menyuruh nona muda Katarina membawa koper dengan menuruni anak tangga." Ucap Rey menjelaskan.
" Benar tuan, nyonya Katarina dan nona muda Valen sering menindas nona muda Katarina,'' sambung kepala pelayan yang sangat membenci ke dua wanita ular itu begitu pula dengan Rey.
Plak
Plak
Tuan Albert yang mendengar ucapan Rey dan kepala pelayan sangat marah dan langsung menampar pipi nyonya Ririn dan Valen membuat nyonya Ririn dan Valen langsung memalingkan wajahnya karena kerasnya tuan Albert menampar mereka.
__ADS_1
" Tadi aku ingin memberikan rumah minimalis untuk kalian tinggal dan uang dua ratus juta untuk biaya hidup kalian tapi ketika aku mendengar hal ini aku membatalkannya. Aku sudah mengurus surat perceraian kita dan kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun uang dariku, sekarang pergilah dan turun menggunakan tangga." Ucap tuan Albert.