
Mereka bertiga berjalan ke arah lobby rumah sakit menuju ke arah parkiran mobil dan banyak orang yang menghina pria tersebut membuat Reno menggengam ke dua tangannya dengan erat menahan emosinya hingga Reno masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah sakit bersama bodyguardnya.
" Jono, kamu retas cctv siapa saja yang telah menghinaku dan berikan ke anak buahku wajah mereka." Ucap Reno.
" Baik tuan," Jawab Jono.
" Aku ingin mereka semua yang telah menghinaku mati semua dan cari wanita sia*an itu gara - gara dia aku di hina seperti ini." ucap Reno sambil menahan amarahnya.
Setelah selesai mengantar Reno keluar dari rumah sakit Katarina dan Ana berjalan ke ruang perawatan tuan Albert, Ana membuka pintu ruang perawatan dan Katarina masuk ke dalam ruang perawatan tuan Albert dan melihat tuan Albert sedang duduk menatap ke arah mereka.
" Daddy semua biaya perawatan sudah aku urus sekarang kita bisa pulang," ucap Katarina.
" Ok, daddy tidak betah tinggal di sini terlalu lama," ucap tuan Albert.
Mereka bertiga keluar dari rumah sakit menuju ke mansion mereka hingga satu jam kemudian sepeninggal mereka bertiga dua puluh lima orang berseragam hitam - hitam membawa senjata dan menembak semua penghuni rumah sakit tanpa sisa sedikitpun termasuk para security yang berjaga di tembak semua tanpa ampun.
Setelah selesai dua puluh lima orang berseragam hitam - hitam pergi meninggalkan tempat tersebut di tempat yang berbeda Katarina, tuan Albert dan Ana sudah sampai di mansion milik tuan Albert.
" Daddy, Katarina mau pergi ke mansion untuk meracik obat," ucap Katarina
" Kamu tidak cape?" tanya tuan Albert.
" Tidak dad," jawab Katarina
" Kamu hati - hati di jalan," ucap tuan Albert.
" Iya dad," jawab Katarina.
" Ana, apakah kamu mau ikut kakak atau mau istirahat?" tanya Katarina.
" Ikut kakak saja," ucap Ana
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sekedar informasi : Ana adalah anak dari adik kandung tuan Albert yang tinggal di luar negri, Ana menumpang di rumah orang tua Katarina karena sudah lulus sekolah dan berencana untuk kuliah di tempat yang sama dengan Katarina.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
" Daddy, Katarina berangkat dulu ya?" pamit Katarina sambil mengecup punggung tangan tuan Albert.
" Paman, Ana berangkat dulu ya?" pamit Ana sambil mengecup punggung tangan tuan Albert.
" Hati - hati," ucap tuan Albert.
" Baik dad," jawab Katarina
" Baik paman," jawab Ana bersamaan
Katarina dan Ana membalikkan badannya namun baru beberapa langkah kepala pelayan datang menemui mereka berdua membuat Katarina dan Ana menghentikan langkahnya sedangkan tuan Albert yang ingin membalikkan badannya menuju ke arah anak tangga membatalkannya dan menatap ke arah kepala pelayan.
__ADS_1
" Maaf tuan besar dan nona - nona," ucap kepala pelayan.
" Ada apa paman?" tanya Katarina dan Ana serempak
" Ada tamu mencari nona Katarina," ucap kepala pelayan.
" Siapa?" tanya tuan Albert penasaran.
" Siapa paman? tanya Katarina bersamaan.
" Tuan muda Mikael Jovan Taylor," ucap kepala pelayan.
" Kak Mikael? Suruh masuk paman," jawab Katarina.
" Baik nona," jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan tersebut menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan mereka bertiga sedangkan tuan Albert berjalan mendekati putri semata wayangnya.
" Sepertinya daddy kenal dengan marga Taylor tapi apakah benar pria itu termasuk salah satu anggota keluarga besar daddy Alvonso," ucap tuan Albert.
" Kurang tahu dad," jawab Katarina.
" Kamu kenal di mana?" tanya tuan Albert sambil berjalan ke arah ruang keluarga dan diikuti oleh Katarina serta Ana.
" Di rumah sakit dad dan pria itu pula yang telah membantu Katarina," ucap Katarina keceplosan.
" Membantu apa?" tanya tuan Albert dengan nada bingung.
" Kenapa kamu tidak cerita? Daddy akan memberikan hukuman untuk ke dua bodyguard karena lalai menjagamu dengan tidak menghubungi daddy ataupun paman Rey." ucap tuan Albert sambil menahan amarahnya.
" Maaf daddy, Katarina tidak ingin daddy pikiran apa lagi Katarina tidak apa - apa kok jadi ke dua bodyguard daddy jangan di hukum ya? Mereka juga membantu Katarina melawan mereka." ucap Katarina.
" Baiklah tapi lain kali hubungi daddy kalau ada musuh datang jadi daddy dan anak buah daddy cepat - cepat menolong mu," ucap tuan Albert.
" Baik dad," jawab Katarina.
Tidak berapa lama Mikael datang bersama ke dua orang tuanya, Dennis mendorong kursi roda berdampingan dengan istrinya yang bernama Elisabeth.
" Tuan Dennis," panggil tuan Albert dengan nada terkejut.
" Tuan Albert, apa kabar?" tanya Dennis yang sudah tahu semua tentang keluarga Katarina karena dirinya sudah meretas datanya.
" Kabar baik." jawab tuan Albert sambil membalas uluran tangan Dennis.
" Silahkan duduk," ucap tuan Albert.
" Terima kasih," jawab Dennis.
Tuan Albert duduk bersebelahan dengan Katarina dan Ana saling berhadapan dengan Dennis, Elisabeth dan Mikael namun tiba - tiba Katarina dan Ana berdiri membuat Elisabeth memanggil Katarina.
__ADS_1
" Mau kemana?" tanya Elisabeth.
" Mau mengambil minum tante," ucap Katarina.
" Kok tante lagi?" tanya Elisabeth dengan nada lembut.
" Maaf mami," ucap Katarina
" Tidak usah repot - repot," ucap Elisabeth
" Tidak repot kok mam," jawab Katarina sambil tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka dengan diikuti oleh Ana.
" Kenapa putriku memanggil nyonya dengan sebutan mami?" tanya tuan Albert dengan nada bingung.
" Maaf kalau kami lancang, meminta Katarina memanggil kami dengan sebutan mami dan papi," ucap Elisabeth.
" Tidak apa - apa hanya saja saya terkejut," ucap tuan Albert apa adanya.
" Kami sangat suka dengan Katarina dan kami berencana untuk melamar Katarina untuk menjadi bagian dari keluarga besar kami, maaf kalau ini terlalu cepat buat tuan Albert terlebih Katarina masih muda," ucap Elisabeth tanpa basa basi.
" Panggil kami dengan sebutan nama jangan tuan dan nyonya," ucap Dennis yang sejak tadi diam.
" Apa saya tidak salah dengar?" tanya tuan Albert tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Kami mengerti putra kami Mikael lumpuh tapi bukan lumpuh permanen suatu saat nanti putra kami bisa berjalan,' ucap Dennis
" Papi dan mami, ini terlalu cepat buat tuan Albert apa lagi mana mungkin tuan Albert menyetujuinya belum lagi Katarina," ucap Mikael
" Tapi sayang..." ucapan Elisabeth terpotong oleh Mikael.
" Sudahlah mam, Mikael sangat yakin Katarina tidak mungkin menyukaiku, lebih baik kita pulang," ucap Mikael sambil tersenyum tapi tersenyum hambar.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa jawaban tuan Albert? Apakah tuan Albert setuju? Bagaimana dengan Katarina? Apakah dia mau menerima lamaran keluarga Mikael? Di tunggu bab selanjutnya ya?
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹😘😘😘