Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Racun


__ADS_3

" Tapi tunggu, aku kan hanya memeliharanya bukan memakannya." ucap Elisabeth


" Betul kata istriku jadi untuk apa menghancurkannya?" tanya Dennis.


" Katarina sayang, mana mungkin mami memakannya," sambung Mikael.


' Mamp*s kamu Katarina, sebentar lagi mereka akan membencimu,' ucap Ana dalam hati.


" Ketika aku mengecek nadi mami terdapat 3 jenis racun yang aku sebutkan karena itulah mami sering mengalami pusing, mual, muntah, sakit perut, diare bahkan hingga pingsan,"  Jawab Katarina.


" Mami memang sering mengalami pusing, mual, muntah, sakit perut, diare bahkan pernah pingsan tapi apa hubungan tanaman dengan yang mami tanam?" tanya Elisabeth.


" Bisa saja tanaman yang mami tanam ada seseorang yang memetiknya kemudian meraciknya dan di campur ke makanan atau minuman punya mami," tebak Katarina dengan nada penuh keyakinan.


" Seseorang memetiknya...( menjeda kalimatnya ).... Oh ya mami ingat beberapa hari ini tanaman milik mami ada yang memetiknya dan ketika mami bertanya ke tukang kebun katanya bunga dan tanamannya ada yang layu makanya di buang," ucap Elisabeth menjelaskan.


" Sebentar papi akan mengecek rekaman cctv," ucap Dennis penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Katarina.


Dennis mengambil ponselnya di saku jasnya kemudian mulai mengetik sesuatu hingga sepuluh menit kemudian Dennis melihat salah satu pelayan mansion berjalan ke arah taman belakang di mana terdapat tanaman hias milik istrinya kemudian memotongnya dengan menggunakan gunting sedangkan orang tersebut menggunakan sarung tangan. Pelayan itu membawanya ke dalam kamarnya kemudian meraciknya.


Setelah lima belas menit kemudian pelayan itupun keluar dari kamarnya dengan membawa botol bumbu dapur, pelayan tersebut berjalan ke arah meja makan kemudian menaburkan isi botol tersebut ke dalam makanan kesukaan istrinya. Setelah selesai melakukan aksi jahatnya pelayan itupun pergi meninggalkan ruangan makan dan berjalan ke arah kamarnya. Tidak berapa lama Dennis, Elisabeth, ke dua anak kembarnya Mikael dan Isabela duduk di kursi makan, merekapun makan tanpa curiga kalau Elisabeth memakan makanan yang sudah diberikan racun oleh pelayan tersebut.


" Siapa pelakunya pi?" tanya Katarina ketika melihat Dennis sudah selesai menonton rekaman cctv.


" Pelayan yang melakukannya," jawab Dennis sambil mengambil ponselnya yang di simpan di dalam saku jasnya.


Dennis mencari kontak adik iparnya yang bernama Max karena mansion Max tidak jauh dari mansion miliknya dan sambungan pertama langsung di angkat oleh Max bersamaan kedatangan pesanan makanan mereka.


" Hallo Max," panggil Dennis


" Iya kak, ada apa?" tanya Max


" Aku minta tolong tangkap pelayan yang bernama Sulastri, dia berkerja sebagai pembersih mansion," ucap Dennis sambil menahan amarahnya.


" Memang ada apa kak?" tanya Max penasaran.


" Dia berani memberikan racun pada makanan istriku dan aku juga minta tolong perintahkan anak buahku untuk menghancurkan 3 jenis tanaman kesayangan istriku," pinta Dennis

__ADS_1


" Kenapa dihancurkan? Apakah kakak tidak takut dimarahi kakak ipar?" Goda Max


" Tidak, 3 jenis tanaman itu mengandung racun jadi lebih baik dihancurkan," jawab Max.


Semua orang mendengarkan percakapan Dennis dan Max sangat serius dan hal itu kesempatan buat Katarina. Tanpa sepengetahuan mereka Katarina mengambil botol yang sangat kecil dari dalam tasnya kemudian membuka tutup botol tersebut. Katarina mendekati Dennis kemudian mengatakan sesuatu sambil menuangkan isi botol tersebut ke makanan milik Ana.


" Maaf papi, gunakan masker dan sarung tangan ketika menghancurkan," ucap Katarina.


" Kamu sudah dengarkan ucapannya?" tanya Dennis


" Dengar, wanita itu siapa? Apa selingkuhan kakak?" Goda Max.


" Max, apakah kamu mau aku pecat jadi adik ipar?" ancam Dennis


" Aish, kakak bercandanya ngga lucu... Siapa dia kak?" tanya Max kepo.


" Calon menantuku," jawab Dennis


" Ponakanku Mikael sudah punya calon istri? kakak tidak bercanda kan?" tanya Max tidak percaya karena Max dan keluarga tahu kalau Mikael paling anti dengan wanita.


" Kakak serius, nanti kakak kenalkan ke keluarga besar dan sekarang kamu lakukan perintah kakak," perintah Dennis.


" Ya," jawab Dennis singkat.


" Ok," jawab Max singkat juga.


Tut                     Tut                             Tut


Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian Dennis menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.


" Kenapa papi bisa ceroboh," ucap Dennis sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


" Sudahlah sayang, kita kan tidak tahu kalau pelayan itu sangat jahat sama mami," ucap Elisabeth sambil mengusap punggung suaminya.


" Katarina, papi mengucapkan terima kasih karena berkatmu kami bisa tahu kalau ada orang yang berniat jahat pada keluargaku," ucap Dennis.


" Sama - sama papi," jawab Katarina sambil tersenyum.

__ADS_1


" Mami juga mengucapkan terima kasih karena berkatmu mami bisa tahu penyakit mami," ucap Elisabeth.


" Sama - sama mami," jawab Katarina sambil kembali tersenyum.


" Sayang terima kasih," ucap Mikael.


" Sama - sama sayang," jawab Katarina sambil menundukkan wajahnya yang sudah memerah.


" Coba katakan sekali lagi," pinta Mikael.


" Sama - sama," jawab Katarina


" Bukan yang terakhir," pinta Mikael.


" Sayang," jawab Katarina sambil tersenyum malu.


" Bagus aku sangat suka, katakan itu jika memanggilku," ucap Mikael sambil membelai rambut Katarina dengan lembut.


" Ehem, sekarang kita makan sebelum makanan dingin," ucap Dennis.


" Ok," jawab mereka serempak


Merekapun makan bersama tapi sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu, mereka makan dalam diam tanpa banyak bicara sedikitpun lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum merekapun kembali melanjutkan percakapannya sedangkan Ana hanya bisa menahan amarahnya karena dirinya mengira kalau Katarina akan dimarahi oleh ke dua orang tua Mikael dan calon suaminya Mikael.


" Oh ya mamiku terkena racun, apakah kamu ada obat penawarnya?" tanya Mikael.


" Ada, kebetulan aku tadi membuatnya," ucap Katarina.


" Jangan - jangan pelayan itu orang suruhan kakak," celetuk Ana


" Ana!!!" Bentak Dennis, Elisabeth dan Mikael serempak.


" Maaf aku mengatakan itu karena tadi kakak mengatakan baru membuat obat penawarnya berarti kak Katarina sudah tahu kalau mami terkena racun," ucap Ana menjelaskan.


" Sejak kapan aku mengijinkan kamu memanggil istriku dengan sebutan Mami?" tanya Dennis


" Jangan memanggil mamiku dengan sebutan mami karena yang berhak memanggilnya hanya keluargaku dan calon istriku," sambung Mikael.

__ADS_1


" Ana," panggil Katarina sambil menatap tajam ke arah adik sepupunya.


" Apa kakak mengakui kalau apa yang aku katakan benar?" tanya Ana sambil menatap tajam ke arah kakak sepupunya.


__ADS_2