
Entah kenapa perasaannya tidak enak sedangkan Katarina setelah mengecup punggung tangan paman Rey, Katarina keluar dari ruang perawatan namun baru saja beberapa langkah menuju ke pintu lift seseorang memanggilnya membuat Katarina menghentikan langkah kakinya.
" Tunggu." Ucap seseorang pria
" Ada apa dok?" Tanya Katarina setelah membalikkan badannya.
" Nona, aku minta pertolongan nona." Ucap dokter tersebut.
" Minta tolong apa?" Tanya Katarina dengan nada bingung.
" Saya mendapatkan informasi dari dokter Dona Michelle Calista kalau nona bisa mengobati penyakit dengan mengecek nadi jadi saya minta tolong nona untuk mengecek kondisi pasienku." Mohon dokter tersebut.
" Baiklah tapi aku tidak janji bisa mengobatinya." Jawab Katarina merendahkan dirinya.
" Tidak apa - apa nona asalkan nona bersedia membantuku aku sangat senang sekali." Ucap dokter tersebut.
Katarina hanya tersenyum dan merekapun berjalan menuju ke ruang perawatan VVIP yang bersebelahan dengan tuan Albert.
Ceklek
Dokter tersebut membuka pintu ruang perawatan dan tampak ruangan tersebut berantakan membuat Katarina terkejut di tambah suara bentakan dari pemuda tampan yang duduk di ranjang sambil menatap Katarina dengan tatapan tajam.
" Kenapa berantakan sekali? Siapa pelakunya?" Tanya Katarina dengan nada kesal sambil merapikan barang - barang yang berserakan tanpa memperdulikan tatapan tajam pemuda tampan tersebut.
" Pergi!!!" Usir pemuda tampan tersebut.
__ADS_1
" Apakah ini rumah sakit milikmu?" Tanya Katarina sambil menatap tajam ke arah pemuda tampan tersebut tanpa takut sedikitpun sambil berjalan ke arah pemuda tampan tersebut.
" Kamu..." Ucap pemuda tampan tersebut menggantungkan kalimatnya.
" Aku kenapa?" Tanya Katarina sambil mendekati wajahnya ke wajah pemuda tampan tersebut.
Grep
Pemuda tampan tersebut mengulurkan tangannya bersiap memukul Katarina tapi Katarina langsung cepat menangkap tangan pemuda tampan tersebut.
" Kamu ingin memukulku? Mimpi." Bisik Katarina kemudian menarik wajahnya.
Pemuda tampan tersebut sangat kesal kemudian menyelipkan salah satu tangannya ke tengkuk leher Katarina dan menciumnya, ciuman pertama membuat pemuda tampan tersebut membuatnya ketagihan hingga pemuda tampan tersebut menginginkan lagi. Pemuda tampan itu pun meluma* bibir manis Katarina hingga pintu ruang perawatan terbuka.
" Mikael Jovan Taylor." Panggil Dennis menyebut nama putranya dengan lengkap
" Ciuman pertamaku." Pekik Katarina
" Aku juga ciuman pertama jadi sama - sama bukan." Jawab Mikael dengan nada santai.
" Auch papi, sakit." Rengek Mikael sambil memegangi telinganya.
" Biarin kamu sangat nakal makanya papi jewer." Ucap Dennis sambil menatap tajam ke arah putra pertamanya.
" Papi maaf." Rengek Mikael.
__ADS_1
" Jangan sama papi minta maaf sama gadis yang telah menciummu." Perintah Dennis.
" Baik dad, maafkan perbuatan yang pernah aku perbuat baik sengaja atau tidak." Ucap Mikael.
" Ok, asalkan jangan diulangi lagi ." Ucap Katarina.
Mereka saling diam hingga Elisabeth mulai berbicara kembali.
" Namamu siapa sayang?" Tanya Elisabeth tanpa memperdulikan suami dan putra pertamanya bertengkar.
" Namaku Katarina Benita Suryanto, panggil saja Katarina." Jawab Katarina dengan nada sopan sambil mengecup punggung tangan Elisabeth.
" Maafkan kelakuan putra kami." Jawab Elisabeth.
" Tidak apa - apa tante dan maaf saya permisi dulu." Ucap Katarina.
" Tunggu dulu nona, bisakah nona mengecek kondisi tuan muda Mikael Jovan Taylor?" Mohon dokter tersebut untuk pertama kalinya ke Katarina.
" Memang sakit apa?" Tanya Katarina yang enggan berdekatan dengan tuan Mikael Jovan Taylor." Ucap Katarina sambil melirik sinis ke arah Mikael Jovan Taylor.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sakit apakan tuan Mikael Jovan Taylor? Tunggu di bab selanjutnya ya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
__ADS_1
Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya.