Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Pindah!!


__ADS_3

Mereka berjalan ke dalam ruang keluarga untuk menemui Ana dan mereka melihat Ana sedang duduk di sofa sambil menatap mereka dengan tatapan berbeda, Katarina mengambil botol yang tadi diletakkan dan langsung dimasukkan ke dalam kantong.


" Ana, kita mau makan di restoran apakah kamu mau ikut?" tanya Katarina basa basi.


" Ikut donk kebetulan aku sangat lapar," ucap Ana.


" Ok, tapi aku mau ke kamar mandi dulu," ucap Katarina.


" Aku ikut," jawab Ana


" Ok," jawab Katarina singkat.


" Mami, papi dan kak Mikael aku pergi ke kamar mandi dulu ya," pamit Katarina.


" Ok," jawab ke tiganya serempak.


Katarina dan Ana berjalan ke arah kamar pribadi milik Katarina, kamar pribadi Katarina digunakan jika Katarina ingin istirahat tidur siang ketika Katarina lelah habis pulang kuliah dan meracik berbagai jenis obatan.


ceklek


Katarina membuka pintu kamar pribadinya dan berjalan dengan santai dengan diikuti oleh Ana dari arah belakang, tanpa Ana ketahui Katarina hanya tersenyum menyeringai.


' Aku merasa kamu sengaja ikut denganku pasti melakukan sesuatu,' ucap Katarina dalam hati.


" Siapa yang masuk ke kamar mandi dulu?" tanya Katarina.


" Kakak dulu setelah itu baru aku," jawab Ana.


" Ok," jawab Katarina singkat.


Katarina berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Ana duduk di sofa, Katarina menutup kamar mandi dengan rapat kemudian mengambil botol yang di simpan di dalam saku celananya dan mencium obat tersebut.


" Ternyata hati nurani ku yang mengatakan kalau Ana seorang gadis licik adalah benar, dia sengaja menambahkan obat yang bisa mengakibatkan wajah kak Reno akan sulit disembuhkan kemudian Ana menuduhku kalau obat yang aku buat adalah palsu agar kak Reno membenciku. Baiklah Ana jangan salahkan aku jika aku akan membalas perbuatan dirimu karena apa yang kamu lakukan sama saja mencelakai orang yang tidak bersalah," ucap Katarina.


Katarina menuangkan ramuan obat yang berada di dalam botol ke dalam closed kemudian menekan tombol closed. Setelah selesai Katarina buang air kecil di closed kemudian menekan tombol closed kembali.

__ADS_1


Katarina berjalan ke arah pintu kamar mandi kemudian membukanya, Katarina tidak melihat Ana yang tadi duduk di sofa membuat Katarina semakin yakin kalau Ana berniat buruk padanya membuat Katarina menghembuskan nafasnya dengan perlahan.


Katarina membuka pintu kamar pribadinya dan sesuai apa yang dipikirkannya Ana mengunci pintu kamar pribadinya membuat Katarina tersenyum menyeringai.


" Ana... Ana... Aku bukan gadis bodoh yang di kunci di kamar pribadiku dan menunggu orang membukakan pintu kamarku karena aku sudah tahu niat buruk mu padaku," ucap Katarina.


Katarina membalikkan badannya dan berjalan ke arah balkon dengan santai, Katarina membuka pintu balkon tersebut kemudian berjalan ke arah balkon dan menutupnya dengan rapat.


Katarina melompat ke arah pembatas balkon kemudian melompat kembali ke arah pohon satunya ke pohon lainnya seperti tupai hingga mendarat di taman belakang dengan sempurna.


Katarina merapikan pakaiannya kemudian berjalan dengan santai menuju ke arah ruang keluarga dan melihat Dennis, Elisabeth, Mikael dan Ana yang sedang menatap dirinya sedangkan Katarina yang melihat Ana sedang duduk di sebelah Mikael sangat terkejut melihat kedatangan Katarina.


" Lho bukannya tadi sayangku ada di lantai dua? Jalan lewat mana?" tanya Mikael dengan nada bingung sambil memerintahkan kursi rodanya ke arah Katarina.


" Lewat lift menuju ke arah taman belakang," ucap Katarina berbohong karena tidak mungkin dirinya mengatakan kalau dirinya melompat.


" Kenapa rambutmu ada daun?" tanya Mikael sambil tangannya diarahkan ke rambut Katarina kemudian mengambil daun yang menempel di rambutnya.


" Mungkin pas aku berjalan daunnya ada yang jatuh dan mengenai rambutku," ucap Katarina.


" Ayo kita pergi sekarang? Mami sudah lapar," ucap Elisabeth


" Oke," Jawab mereka serempak


Merekapun berjalan ke arah garasi mobil dan dengan tanpa punya rasa malu Ana masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi mobil tengah di belakang mobil membuat Dennis, Elisabeth, Mikael dan Katarina sama - sama menghembuskan nafasnya dengan perlahan atas apa yang dilakukan Ana.


" Pindah ke pojok!!!" perintah Mikael.


" Maaf kak, kakiku sakit," ucap Ana berbohong.


" Papi, aku tidak mau duduk bersebelahan dengan wanita yang tidak punya rasa malu itu," ucap Mikael dengan nada agak keras agar Ana tahu kalau dirinya tidak suka sambil menahan amarahnya karena dirinya tahu kalau Ana berbohong begitu pula dengan yang lainnya.


" Sayang sudah, sayangku duduk di depan samping papi biar aku dan mami duduk di kursi belakang," ucap Katarina dengan nada lembut.


Katarinaย  mengusap punggung Mikael agar tidak emosi setelah mulai tenang kemudian Katarina membuka pintu samping belakang pengemudi dan mempersilakan Elisabeth masuk ke dalam.

__ADS_1


Elisabeth mengucapkan terima kasih dan dalam hatinya bersyukur kalau Katarina menjadi menantunya karena sabar menghadapi sikap keras Mikael dan cenderung Mikael menuruti permintaan Katarina.


Jika Mikael tidak suka maka tidak bisa di ubah baik wanita maupun priaย  hanya pada keluarganya dirinya menuruti selain itu jangan pernah untuk berharap bisa merubah pendirian Mikael.


Dennis membuka pintu mobil sedangkan Katarina membantu Mikael untuk berdiri kemudian masuk ke dalam mobil, bau parfum Katarina merupakan candu buat Mikael dan perasaan yang awalnya kesal kini menghilang entah kemana.


Katarina menutup pintu mobil kemudian memutari mobilnya begitu pula dengan Dennis. Kini mereka sudah duduk di dalam mobil dan Dennis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah restoran favorit keluarga besar daddy Alvonso.


Mereka masuk ke dalam restoran tersebut dan langsung di sambut oleh manager restoran, mereka masuk ke dalam ruang VVIP membuat mata Ana berbinar - binar sedangkan yang lainnya bersikap biasa, Dennis mendorong kursi roda Mikael kemudian Mikael meminta Katarina untuk duduk di sebelahnya namun lagi - lagi tanpa punya rasa malu duduk di kursi yang seharusnya diduduki oleh Katarina.


" Pindah!!" perintah MIkael sambil menatap tajam ke arah Ana.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


๐ŸŒน


Apa jawaban Ana? di tunggu bab selanjutnya ya,


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semogaย  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya. Terima kasih banyak.


Dari Author


Yayuk Triatmaja


๐ŸŒน


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. ๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน

__ADS_1


__ADS_2