Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Mikael Jovan Taylor


__ADS_3

" Tidak apa - apa daddy yang penting daddy sudah tahu dan percaya dengan Katarina." Ucap Katarina sambil membalas pelukan tuan  Albert.


Setelah beberapa saat tuan Albert dan Katarina melepaskan pelukannya bersamaan pintu ruang perawatan di buka oleh seseorang membuat tuan Albert dan Katarina memalingkan wajahnya ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.


" Selamat siang tuan dan nona." Sapa dokter tersebut sambil berjalan ke arah mereka berdua dengan didampingi oleh perawat.


" Siang dokter." Jawab Katarina.


Tuan Albert hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun sedangkan dokter tersebut tidak marah karena dokter tersebut mengerti sifat tuan Albert.


" Bagaimana keadaan tuan? Apakah sudah mulai membaik?" Tanya dokter tersebut.


" Dadaku tidak terasa sakit dan nyeri tidak seperti waktu aku datang." Ucap tuan Albert.


" Syukurlah aku ikut senang dan maaf tuan saya cek dulu." Ucap dokter tersebut.


" Silahkan dokter." Jawab Katarina yang menjawab ucapan dokter tersebut.


Dokter itupun mulai memeriksa kondisi kesehatan tuan Albert dengan di bantu oleh perawat setelah sepuluh menit kemudian merekapun sudah selesai memeriksa tuan Albert.


" Kondisi tuan membaik jadi besok tuan bisa pulang." Ucap dokter tersebut.


" Terima kasih dok." Jawab Katarina


" Sama - sama nona." Jawab dokter tersebut.


Ceklek


Tiba - tiba pintu ruang perawatan vvip terbuka membuat semua orang menatap ke arah pintu tersebut tampak seorang perawat berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah dokter tersebut.


" Maaf tuan, nona dan dokter." Ucap perawat tersebut.


" Ada apa suster?" Tanya dokter tersebut.


" Maaf dok, pasien yang bernama tuan Mikael Jovan Taylor sudah sadar tapi...." Ucap perawat tersebut menggantungkan kalimatnya.


" Tapi kenapa?" Tanya dokter tersebut.


" Tuan Mikael marah - marah karena gara - gara kecelakaan tuan Mikael mengalami kelumpuhan." Ucap perawat itu menjelaskan

__ADS_1


" Baik, maaf tuan dan nona saya mau mengecek pasien dulu." Ucap dokter tersebut.


" Baik dok." Jawab Katarina.


Dokter dan dua perawat itupun pergi meninggalkan tuan Albert dan Katarina bersamaan kedatangan perawat sambil membawa nampan yang berisi mangkok dan gelas kemudian berjalan ke arah meja dekat ranjang.


"  Silahkan di makan tuan." Ucap perawat tersebut.


" Terima kasih suster." Jawab Katarina menjawab ucapan perawat tersebut.


" Sama - sama nona." Jawab perawat tersebut.


Perawat itupun meletakkan nampan tersebut ke meja kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan, Katarina mengambil mangkok yang berisi bubur kemudian membuka plastik wrap ping yang membungkus mangkok tersebut.


" Daddy, makan dulu ya." ucap Katarina.


" Daddy belum lapar." Ucap tuan Albert.


" Makanlah sedikit dad." Bujuk Katarina dengan menampilkan puppy eyes nya.


" Baiklah." Jawab tuan Albert pasrah.


Katarina meletakkan mangkok tersebut kemudian mengambil gelas yang berisi air mineral yang sudah ada sedotannya.


Tuan Albert meminum air mineral itu dengan menggunakan sedotan hingga habis tanpa sisa bersamaan pintu ruang perawatan vvip terbuka dan tampak paman Rey masuk ke dalam dan berjalan ke arah tuan Albert.


" Bagaimana paman?" Tanya Katarina tanpa basa basi.


" Paman sudah menemukan dua pelakunya yaitu pelayan dan bodyguard." Ucap paman Rey.


" Apa maksudmu Rey?" Tanya tuan Albert penasaran.


" Tuan besar, mereka orang yang telah berani memberikan racun melalui makanan dan minuman milik tuan." Jawab paman Rey jujur.


" Apa??? Siapa yang menyuruh mereka?" Tanya tuan Albert dengan nada terkejut sekaligus marah dalam waktu bersamaan.


" Mereka tidak mau mengaku tuan." Jawab paman Rey.


" Sekarang mereka berada di mana?" Tanya Katarina.

__ADS_1


" Mereka berada di gudang bawah tanah nona." Jawab paman Rey.


" Daddy dan paman Rey, Katarina pulang dulu." Pamit Katarina.


" Nona Katarina, saya akan antar nona ke mansion." Ucap paman Rey.


" Tidak usah paman, Katarina meminta paman untuk menjaga daddy." Ucap Katarina.


" Tapi nona..." Ucapan paman Rey terpotong oleh Katarina.


" Paman, Katarina sebelum pergi ke mansion utama Katarina mau pergi ke mansion yang satunya yang menyimpan obat - obatan karena racun yang di tubuh daddy bersifat sementara jadi Katarina ingin membuat penawarnya terlebih dahulu setelah itu baru pergi ke mansion utama setelah itu baru ke rumah sakit." Ucap Katarina.


" Katarina, kamu pergi berbagai tempat lebih baik kamu di temani sama paman Rey." Ucap Arnold yang kuatir dengan Katarina putri kandungnya satu - satunya.


" Daddy jangan kuatir, Katarina bisa jaga diri." Ucap Katarina.


" Baiklah tapi kamu pergi di antar sama sopir." Ucap tuan Albert.


" Baik dad." Jawab Katarina patuh.


" Kalau begitu, paman akan menghubungi sopir untuk menunggu di lobby rumah sakit." Ucap paman Rey.


" Baik paman." Jawab Katarina.


" Daddy, Katarina berangkat dulu." Pamit Katarina kemudian mengarahkan tangannya ke tangan tuan Albert kemudian mengecup punggung tangan tuan Albert.


" Baik, hati - hati." Jawab tuan Albert dengan nada kuatir.


Entah kenapa perasaannya tidak enak sedangkan Katarina setelah mengecup punggung tangan paman Rey setelah itu keluar dari ruang perawatan namun baru saja beberapa langkah menuju ke pintu lift seseorang memanggilnya membuat Katarina menghentikan langkah kakinya.


" Tunggu." Ucap seseorang pria


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Siapakah pria itu? Tunggu di bab selanjutnya ya. Terima kasih banyak.


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, like, komentar dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2