
" Bagaimana mungkin aku terkena racun? Apa mungkin racun yang aku buat untuk aku campurkan ke dalam botol obat untuk pengobatan kak Reno masih menempel di tanganku?" tanya Ana keceplosan.
Tiba - tiba Ana tersadar dan langsung menutup mulutnya sedangkan ke empat orang dewasa Dennis. Elisabeth, Mikael dan Katarina menatap tajam ke arah Ana.
" Benar begitu Ana?" tanya MIkael dengan tatapan membunuhnya.
Tanpa banyak bicara Ana berlari meninggalkan mereka berempat sedangkan mereka hanya bisa menggelengkan kepalanya, mereka tidak percaya dengan wajah polos Ana ternyata mampu membohongi mereka.
" Berarti waktu kamu berada di halaman taman belakang dirimu di kunci sama ana? Kenapa tidak cerita dan menghubungi diriku?" tanya MIkael.
" Aku tidak cerita karena aku berharap dia menyadari kesalahannya tapi ternyata perkiraan aku salah Ana tidak berubah malah semakin memojokkan diriku," ucap Katarina.
" Lalu apa rencana mu selanjutnya?" tanya Mikael.
" Aku akan bilang sama daddy agar mengembalikan Ana ke dua orang tuanya dan menghentikan dana bantuan ke mereka lagi karena mereka tidak layak untuk di bantu karena mereka bertiga seperti lintah yang menghisap darah kita." ucap Katarina
" Maafkan kalau tadi aku menggebrak meja dan marah - marah di depan mami, papi dan kak Mikael," sambung Katarina tidak enak hati.
__ADS_1
" Tidak apa - apa kami mengerti kenapa kamu melakukan hal ini karena wanita itu tidak tahu diri di bantu tapi malah menusuk dari belakang. Jadi sudah sewajarnya wanita diperlakukan seperti itu," jawab Elisabeth yang tidak mempermasalahkan Katarina marah dan menggebrak meja karena siapapun yang diperlakukan seperti itu akan marah," jawab Elisabeth.
" Papi juga setuju dengan perkataan mami jadi kamu jangan merasa bersalah atau tidak enak hati dengan kami," sambung Dennis.
" Aku juga setuju perkataan mami dan papi jadi kamu jangan merasa tidak enak hati dengan keluarga besarku," sambung Mikael.
" Terima kasih mami, papi dan kak Mikael," jawab Katarina.
" Sama - sama sayang. Oh iya obat buat mami mana?" tanya Elisabeth mengalihkan pembicaraan.
" Sebentar mam," jawab Katarina sambil membuka tasnya yang tadi sempat di tutup karena Ana telah membuat dirinya sangat kesal.
" Kita pulang sekarang?" tanya Dennis karena sudah lama berada di restoran tersebut.
" Ok," jawab mereka serempak.
Mereka pun turun dari kursi kemudian berjalan meninggalkan restoran tersebut tapi sebelumnya Dennis membayar semua makanan yang tadi mereka makan. Mereka berjalan ke arah parkiran mobil dan seperti biasa Dennis duduk di kursi pengemudi dan istrinya di samping pengemudi sedangkan Katarina dan Mikael duduk di kursi belakang pengemudi menuju ke arah mansion milik orang tua Katarina.
__ADS_1
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik orang tua Katarina dan mereka duduk di sofa ruang keluarga bersama dengan tuan Albert.
" Ana kemana?' tanya tuan Albert karena tidak melihat Ana
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Apa jawaban Katarina? di tunggu bab selanjutnya ya,
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya. Terima kasih banyak.
Dari Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹