
Reno duduk di kursi belakang bersama dokter Dona dan tidak ada percakapan di antara mereka hingga mereka sudah sampai di mansion milik Reno.
" Ya ampun, aku baru ingat aku kan belum membawa pakaian." ucap dokter Dona sambil menepuk keningnya sendiri karena dirinya benar - benar lupa.
" Maaf kak aku pergi ke rumahku dulu mengambil pakaianku dulu dan aku naik taksi saja," sambung dokter Dona sambil turun dari mobil.
" Di mansion ada pakaian wanita kamu pakai saja dulu kalau tidak suka aku akan memesannya," jawab Reno yang tidak ingin dokter Dona pergi dan ikut turun dari mobil.
" Pakaian wanita? Apakah pakaian istri kak Reno atau kekasih kak Reno?" tanya dokter Dona kepo.
" Kekasihku," jawab Reno singkat sambil melirik ke arah dokter Dona.
" Maaf kak aku tidak bisa lebih baik aku pulang saja ambil pakaianku," ucap dokter Dona.
" Memang kenapa dengan pakaian kekasihku?" tanya Reno.
" Kalau kekasih kak Reno datang dan tahu pakaiannya aku pakai pasti kekasih kak Reno marah dan aku tidak ingin kak Reno bertengkar gara - gara aku," jawab dokter Dona.
" Dia tidak akan marah." jawab Reno sambil berjalan ke arah pintu utama dan diikuti oleh dokter Dona.
" Kenapa tidak marah?" tanya dokter Dona.
" Karena dia pergi meninggalkan aku," jawab Reno sambil menahan amarahnya.
__ADS_1
" Kenapa pergi meninggalkan kakak?" tanya dokter Dona penasaran.
" Wajah kakak sangat jelek karena itulah dia pergi meninggalkanku," jawab Reno.
" Maaf," jawab dokter Dona tidak enak hati,
" Lupakanlah, aku juga sadar wajahku memang seperti monster siapapun tidak akan mencintaiku dengan tulus," jawab Reno sambil berjalan ke arah tangga.
" Suatu saat pasti ada orang yang mencintai kak Reno dengan tulus," jawab dokter Dona yang masih mengikuti Reno dari belakang.
" Kakak tidak yakin hal itu," jawab Reno sambil menaiki anak tangga.
" Kamarmu ada di sebelah kamarku jadi kalau aku butuh sesuatu aku tinggal mengetuk pintu," ucap Reno sambil menunjukkan kamar dokter Dona yang dulu bekas kamar Valen.
" Ok," jawab dokter Dona sambil membuka pintu kamarnya.
" Kalau tidak percaya kenapa mesti diperkerjakan?" tanya dokter Dona.
" Mereka berkerja di mansion ku karena mereka mempunyai hutang dan tidak mampu untuk membayar karena itulah mereka berkerja denganku tanpa di bayar," ucap Reno dengan nada santai.
" Bolehkah aku minta satu hal?" tanya dokter Dona.
" Apa itu?" tanya Reno sambil menaikkan salah satu alis matanya.
__ADS_1
" Berikan mereka gaji karena bagaimanapun mereka pasti membutuhkan uang tapi jika kak Reno tidak bersedia berikan gaji ku sebanyak delapan puluh lima persen untuk mereka," ucap dokter Dona.
Deg
Deg
Jantung Reno berdetak kencang mendengar ucapan dokter Dona karena selama ini dirinya mengetahui kalau semua wanita adalah matre dan suka menghambur - hambur kan uang seperti Valen yang sering memesan barang - barang branded lewat online dan beberapa wanita yang menjadi tawanannya.
" Kamu serius?" tanya Reno sambil menatap mata dokter Dona dan tidak ada kebohongan di matanya.
" Aku serius," jawab dokter Dona sambil membalas menatap mata Reno.
" Baiklah aku akan memotong gaji mu," jawab Reno berbohong.
" Terima kasih," jawab dokter Dona sambil tersenyum.
" Kenapa terima kasih? Gaji mu aku potong seharusnya kamu sedih tapi kenapa kamu sepertinya bahagia?" tanya Reno dengan nada bingung.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
__ADS_1
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :