Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Katarina dan Mikael


__ADS_3

Reno yang awalnya ingin basa basi karena dirinya sangat senang dengan suara merdu Katarina menjadi sangat kecewa, Reno mengira kalau Katarina belum mempunyai kekasih tapi ternyata perkiraannya salah ternyata Katarina sudah mempunyai calon suami mengingat usia Katarina terbilang muda.


" Hallo Katarina," panggil Reno karena tidak ada jawaban.


" Iya kak," jawab Katarina.


" Kapan pengobatan wajahku dilaksanakan?" tanya Reno mengulangi perkataannya.


" Bagaimana kalau besok lusa jam 8 pagi?" tanya Katarina


" Ok," jawab Reno singkat


" Ok, aku tunggu di rumah sakit Setia Kasih," jawab Katarina


" Bagaimana kalau di rumah sakit milik temanku?" tanya Reno.


" Tapi aku tidak kenal dengan pemilik rumah sakit itu," ucap Katarina.


" Tenang saja rumah sakit itu milik temanku jadi kapanpun mau digunakan untuk operasi sudah siap." jawab Reno.


" Kalau aku bawa temanku boleh?" tanya Katarina.


" Silahkan saja asalkan jangan pernah menghinaku," ucap Reno.


" Tenang saja, temanku bukan seperti itu," ucap Katarina.


" Syukurlah, bagaimana kalau besok saja karena lebih cepat lebih baik agar aku tidak dihina oleh orang lain?" tanya Reno penuh harap karena dirinya sangat lelah di hina karena wajahnya buruk.


" Baiklah, rumah sakit mana?" tanya Katarina


" Rumah sakit Renova Jordan," ucap Reno


" Ok, besok jam 9 pagi aku dan temanku sudah datang ke rumah sakit Renova Jordan," ucap Katarina.


" Ok, bye." pamit Reno


" Bye," jawab Katarina


Tut           Tut                 Tut


Katarina langsung mematikan sambungan komunikasi teleponnya kemudian menyimpan kembali ponselnya lalu menatap wajah tampan Mikael yang masam semasam buah mangga. Sebenarnya Reno ingin berlama mengobrol lewat telepon dengan Katarina tapi mengingat ada calon suaminya membuat Reno terpaksa berpamitan.


" Kenapa wajah tampan calon suamiku masam?" tanya Katarina menggoda Mikael


" Siapa dia?" tanya Mikael posesif tanpa memperdulikan godaan Katarina.

__ADS_1


" Seperti yang aku katakan dia pasienku dan ingin berobat denganku," jawab Katarina apa adanya.


" Memang dia sakit apa?" tanya Mikael sambil menatap mata indah calon istrinya.


" Wajahnya di siram air keras oleh ibu tirinya," jawab Katarina.


" Apa?? Jahat sekali wanita ular itu," ucap Mikael dengan nada terkejut.


" Iya benar sangat jahat, wajahnya jadi rusak akibat terkena air keras karena itulah aku ingin mengembalikan wajahnya ke bentuk semula," ucap Katarina.


" Kenapa wanita ular itu melakukan perbuatan keji seperti itu?" tanya Mikael penasaran.


" Karena Ibu tirinya itu ingin menguasai harta warisan peninggalan ke dua orang tua Reno," ucap Katarina.


" Aku tadi dengar kamu mau pergi dengan temanmu ke rumah sakit besok pagi, siapa nama temanmu?" selidik Mikael.


" Dokter Dona Calista Michelle dan sahabatku Dominique Calista Michelle," Ucap Katarina


" Kok namanya belakangnya sama? Apakah mereka kakak beradik?" tanya MIkael


" Benar mereka kakak beradik dokter Dona Calista Michelle adalah kakak kandungnya sedangkan Dominique Calista Michelle adalah adik kandungnya," ucap Katarina.


" Apakah aku boleh ikut dengan membawa temanku?" tanya Mikael


" Perempuan?" tanya Katarina dengan nada cemburu.


" Kenapa ingin ikut? aku dan ke dua temanku kan bukan jalan - jalan tapi mengobati orang," ucap Katarina.


" Menjagamu karena aku merasa pria itu sangat berbahaya," ucap Mikael.


" Berbahaya kenapa?" tanya Katarina dengan nada bingung.


" Aku tidak tahu yang pasti kamu harus berhati - hati dengan pria itu," ucap Mikael.


" Baiklah aku akan hati - hati," ucap Katarina patuh.


" Jadi bolehkah aku dan temanku ikut?" tanya Mikael


" Silahkan saja," jawab Katarina


" Ok, besok kami akan menjemput dirimu," ucap Mikael.


" Jemput kemana nih?" tanya Dennis menggoda Mikael.


Tiba - tiba Dennis, Elisabeth datang mendekati Mikael dan Katarina sepasang kekasih yang baru jadian kemudian menyusul Ana, Ana datang berjalan dengan tatapan yang tidak pernah lepas menatap wajah tampan Mikael.

__ADS_1


" Itu pi, besok Katarina pergi ke Rumah sakit Renova Jordan jam 9 pagi," jawab Mikael.


" Pasti kamu minta ikut dan kamu akan menjemputnya?" tebak Dennis.


" Benar dad," jawab Mikael.


" Ajak Marcelino Fransiskus Ardana," perintah Dennis


" Iya dad tadi aku sudah bilang ke Katarina dan Katarina setuju," jawab Mikael.


" Syukurlah kalau begitu," jawab Dennis.


" Papi," panggil Katarina.


" Ya," jawab Dennis singkat


" Aku minta tolong sama papi untuk melatih Kak Mikael untuk berjalan di halaman belakang," pinta Katarina.


" Kamu tidak menemaniku?" tanya Mikael penuh harap.


" Aku akan meracik obat dulu setelah itu aku akan menemani kak Mikael," ucap Katarina.


" Bagaimana kalau aku menemani kak Mikael?" tawar Ana sambil menatap wajah tampan Mikael dan tersenyum manis


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Apa jawaban Mikael di tunggu bab selanjutnya ya,


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.


Dari Author


Yayuk Triatmaja


🌹


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :


__ADS_1


Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹


__ADS_2