Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Katarina


__ADS_3

Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion milik orang tua Katarina dan mereka duduk di sofa ruang keluarga bersama dengan tuan Albert.


" Ana kemana?' tanya tuan Albert karena tidak melihat Ana


" Ana... " ucapan Katarina terpotong oleh Ana yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.


" Paman, kakak tega banget sama aku," adu Ana sambil menggaruk wajahnya yang mulai gatal.


" Tega kenapa?" tanya tuan Albert dengan tatapan bingung.


" Aku di tinggal di restoran sedangkan kakak menfitnahku dengan mengatakan ke kak Mikael kalau aku menusuk kak Katarina dari belakang," ucap Ana sambil menggaruk wajahnya karena wajahnya semakin gatal.


" Benar begitu sayang?" tanya tuan Albert dengan nada lembut.


" Daddy, Ana berbohong," ucap Katarina.


" Aku tidak bo...." ucap Ana menggantungkan kalimatnya karena wajahnya semakin gatal.


" Aduh kenapa wajahku gatal banget," omel Ana sambil menggaruk wajahnya lebih keras hingga wajahnya mengeluarkan darah segar.

__ADS_1


" Kamu mengacalah, itu akibat kamu memfitnahku dan juga menikamku dari belakang," ucap Katarina sambil tersenyum devil.


Ana langsung berlari ke arah kamarnya karena wajahnya semakin bertambah gatal sekaligus merasakan perih secara bersamaan karena wajahnya mengeluarkan darah segar akibat di garuk dengan kencang di tambah kuku Ana yang panjang.


" Ceritakan apa yang terjadi?" tanya tuan Albert.


Katarina menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup - tutupi sedangkan Dennis, Elisabeth dan Mikael sekali - kali berbicara membuat tuan Albert yang putri kesayangannya dan ng mendengar cer rahangnya mengeras menahan amarahnya. Tuan Albert mengambil ponselnya di saku kemejanya kemudian saudaranya, sambungan ke dua baru di angkat oleh saudara kandungnya.


" Hallo kak, apa kakak berubah pikiran untuk meminjam uang untukku," tanya adik bungsunya.


" Datang ke sini dan jemput putrimu sekarang juga!!!" Bentak tuan Albert tanpa menjawab ucapan adik kandungnya.


Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak oleh tuan Albert tanpa menunggu jawaban adik bungsunya.


Tuan Albert memijat keningnya dirinya sungguh di lema di satu sisi dia adalah adik satu - satunya sungguh tidak tega jika tidak menolong kesulitannya terlebih dirinya diamanatkan oleh ke dua orang tuanya untuk selalu rukun dan saling membantu.


Namun di sisi lain dirinya sudah tidak tahan lagi dengan sikap adik kandungnya dan adik iparnya yang selalu meminta uang dan uang di tambah lagi dengan anak mereka yang ternyata tega memfitnah putri kandungnya bahkan ingin mencelakainya dengan menambahkan racun untuk pengobatan Reno.


" Daddy, jangan banyak pikiran nanti jantung daddy kumat lagi," ucap Katarina sambil mengusap punggung tuan Albert.

__ADS_1


" Daddy, sebenarnya juga lelah dengan mereka yang selalu meminta uang dan uang," ucap tuan Albert.


" Daddy, mulai sekarang dan seterusnya jangan lagi memberikan bantuan ke mereka biar mereka usaha sendiri karena jika di bantu terus bagaimana mereka mau berusaha, " ucap Katarina


" Maaf kalau kami ikut campur, apa yang dikatakan oleh Katarina benar adanya lebih baik mulai sekarang dan seterusnya tidak lagi membantu keluarga mereka agar mereka mandiri," ucap Dennis


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


🌹


Apa jawaban tuan Albert? Bagaimana reaksi ke dua orang tua Ana ketika Ana di usir dari mansion? Apa yang terjadi dengan wajah Ana? di tunggu bab selanjutnya ya,


Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga  Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya. Terima kasih banyak.


Dari Author


Yayuk Triatmaja

__ADS_1


Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹


__ADS_2