Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Usir


__ADS_3

" Tadi aku ingin memberikan rumah minimalis untuk kalian tinggal dan uang dua ratus juta untuk biaya hidup kalian tapi ketika aku mendengar hal ini aku membatalkannya. Aku sudah mengurus surat perceraian kita dan kamu tidak akan mendapatkan sepeserpun uang dariku, sekarang pergilah dan turun menggunakan tangga." Ucap tuan Albert.


Bruk


" Maafkan aku, aku berjanji akan merubahnya dan menjadi ibu yang baik untuk putri kita Katarina dan Valen." Ucap Ririn sambil berlutut.


" Rey, usir mereka." Ucap tuan Albert sambil berjalan meninggalkan mereka dengan diikuti Katarina.


" Baik tuan." Jawab Rey patuh.


" Jika mereka naik lift bawa apa yang ada di badan mereka sedangkan kopernya di tinggal!! dan lakukan seperti yang mereka lakukan pada putriku Katarina jika mereka berhenti beristirahat!" Perintah tuan Albert sambil membuka pintu kamarnya.


" Baik tuan." Jawab Rey kembali.


" Silahkan nyonya dan nona turun lewat tangga." Ucap Rey sambil tersenyum menyeringai.


" Brengs*k." Umpat Ririn


Sambil menggerutu mereka menuruni anak tangga dengan menggunakan kopernya setelah sampai di bawah koper yang super besar diletakkan di samping tangga kemudian mereka menaiki anak tangga kembali untuk mengambil koper ke dua namun di pertengahan tangga mereka berhenti karena mereka berdua sangat lelah.


Duag


" Akhhhhh." Teriak Ririn ketika tubuhnya di tendang oleh Rey.


Duag


" Akhhhhh." Teriak Valen ketika tubuhnya di tendang oleh kepala pelayan.


" Jalan!!" Perintah Rey dan kepala pelayan serempak.


" Awas saja, aku akan membalasnya berkali - kali lipat." Ancam Ririn.


" Aku tunggu balasanmu, sekarang jalan!!" Perintah Rey.


Ririn dan Valen hanya bisa menahan amarahnya  sambil masing - masing membawa koper mereka, mereka tidak menyadari akan kesalahannya kalau mereka pernah melakukan hal itu terhadap Katarina.

__ADS_1


Setiap mereka berhenti untuk istirahat maka Rey dan kepala pelayan menendang tubuh Ririn dan Valen karena dulu mereka melihat bagaimana Katarina diperlakukan seperti itu oleh mereka dan mereka tidak bisa melakukan apa - apa.


" Sakit tahu!!!" Bentak Ririn dan Valen serempak.


" Sakit? Itu yang dirasakan oleh nona Katarina ketika nona Katarina membawa koper kalian berdua dan ingin istirahat kalian menendangnya tanpa punya perasaaan, kami ingin membantunya tapi kalian sama sekali tidak memperbolehkannya." Ucap Rey sambil menahan amarahnya.


" Katarina pantas mendapatkannya karena dia anak wanita murahan." Ucap Ririn tanpa menyadari perkataannya menjadi bumerang buatnya.


Sretttttttttttttt


" Akhhhhhhhh!!!" Teriak Ririn kesakitan.


Tuan Albert yang sejak tadi mendengar percakapan Ririn dengan Rey berusaha menahan emosinya ketika mengetahui kalau Ririn sangat jahat terhadap Katarina namun emosinya tidak dapat ditahan lagi ketika Ririn mengatakan Katarina anak wanita murahan membuat tuan Albert mengambil pisau lipat yang di simpan di saku jasnya kemudian merobek mulut Ririn hingga darah segar keluar dari mulutnya.


" Itu akibatnya jika mulutmu bicara sembarangan, justru kamulah wanita murahan yang berpura - pura baik pada putriku dan merayu aku agar dijadikan istriku." Ucap tuan Albert sambil mengatur nafasnya yang naik turun karena menahan emosinya.


" Rey, tarik mereka berdua keluar dari mansionku dan buang mereka di tempat pembuangan sampah setelah itu mobil yang digunakan mengangkut ke dua wanita ular itu berikan ke siapa orang yang mau karena aku tidak sudi memakai mobil bekas mereka." Ucap tuan Albert.


" Baik tuan." Jawab Rey


Rey dan kepala pelayan langsung menarik mereka dengan kasar hingga ke lantai satu kemudian menaiki anak tangga untuk mengambil koper milik mereka setelah selesai Rey dan kepala pelayan meletakkan koper milik mereka di bagasi mobil. Rey dan kepala pelayan menarik kembali tangan Ririn dan Valen agar masuk ke dalam mobil sedangkan Ririn hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa bisa berteriak karena mulutnya sangat sakit sedangkan Valen hanya diam dirinya sangat shock melihat kejadian di depan matanya.


" Hampir lupa, hari ini aku mau meminum pil pelangsing agar tubuhku tidak berat lagi." Ucap Katarina sambil membalikkan badannya dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Katarina mengambil obat buatannya dan meminumnya dengan bantuan air setelah selesai Katarina berjalan ke arah ranjang untuk istirahat. Di tempat yang berbeda sesuai permintaan tuan Albert. Ririn dan Valen diletakkan ditempat pembuangan sampah yang sepi bersama koper mereka membuat Valen memberontak karena tempatnya sangat bau.


" Kami tidak mau ditinggalkan di tempat ini, bawa kami kembali!!" Perintah Valen sambil berjalan ke arah mobil.


Bruk


Tanpa punya perasaan Rey mendorong tubuh Valen membuat Valen terjatuh di tempat pembuangan sampah.


" Hoek.... Hoek... Si*lan kamu Rey!!" Bentak Valen,


" Kelakuan dan mulut kalian sama seperti sampah jadi sudah sepantasnya sampah di buang di tempat pembuangan sampah." Ucap Rey.

__ADS_1


Setelah selesai berbicara mereka pergi meninggalkan Valen dan Ririn di tempat pembuangan sampah tanpa memperdulikan teriakan Valen.


" Si*l... Si*l." Umpat Valen sambil menarik kopernya


" Sa...kit... an..tar.. a...ku ke... ru....mah.... s...sa...kit." Ucap Ririn dengan nada terbata - bata.


" Sudah mommy diam aku lagi pusing." Ucap Valen yang tidak mengerti ucapan Ririn.


Bruk


Darah segar yang keluar dari mulutnya tidak berhenti keluar membuat Ririn tidak sadarkan diri membuat Valen kesal karena telah menyusahkan dirinya.


" Akhhh... Ngeselin pakai pingsan lagi."  Umpat Valen sambil kakinya menendang angin.


" Maaf mom, aku tidak mau mengurusi mommy karena merepotkan diriku jadi lebih baik aku pergi meninggalkan mommy sendirian di tempat pembuangan sampah." Ucap Valen tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.


" Apa lagi obatnya aku yang menyimpannya jadi biar aku saja yang menggunakannya untuk meracuni daddy." Ucap Valen sambil tersenyum devil.


" Mommy sudah tua jadi biarkan anakmu ini yang akan menikmati semua kekayaan milik daddy." Sambung Valen.


Valen pergi meninggalkan tempat pembuangan sampah hingga dirinya berada di tempat orang jualan atau di kenal dengan pasar. Valen yang merasa ribet membawa barang banyak menjual setengah barang miliknya dengan harga murah. Uang hasil penjualan digunakan untuk menyewa rumah untuk dirinya tinggal.


Di tempat yang berbeda Ririn tersadar dari pingsannya sambil menatap ke arah sekelilingnya mencari Valen putri kandungnya yang sangat disayangi.


' Dasar anak kurang aj*r, sia - sia aku merawatnya dari bayi seandainya aku tahu sifatnya seperti itu sudah kubunuh waktu Valen masih bayi." Ucap Ririn dalam hati.


Ririn yang merasa berat membawa koper akhirnya koper yang berisi hiasan makeup yang harganya sangat mahal dan tas branded terpaksa di tinggal hanya membawa koper ukuran besar yang berisi pakaian dan koper kecil yang berisi barang berharga miliknya yang dibelinya secara diam - diam tanpa sepengetahuan suaminya.


' Kebetulan daerah ini aku kenal, aku akan tinggal di rumah yang waktu itu aku beli walau jaraknya lumayan jauh tidak apa - apa. Aku akan meninggalkan koperku di rumahku kemudian aku akan pergi ke dokter untuk mengobati lukaku setelah itu aku akan membalas dendam ke mereka.' Ucap Ririn dalam hati.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Apa yang akan dilakukan Ririn dan Valen untuk membalaskan dendamnya ikuti di bab selanjutnya.


Terima kasih sudah mampir di ceritaku.

__ADS_1


Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :



__ADS_2