Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Penyerangan


__ADS_3

" Masih, lusa baru pulang," jawab Katarina.


" Bagus, jangan cerita mengenai masalah ini," pesan Mikael


" Ok," jawab Katarina singkat


Katarina masuk ke dalam kamar pribadi milik suaminya dan berbaring di ranjang, dirinya tidak tahu kenapa beberapa hari ini tubuhnya sering merasa lelah padahal dirinya tidak pernah melakukan pekerjaan berat tanpa membutuhkan waktu lama Katarina sudah tertidur dengan pulas nya sedangkan suaminya kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda hingga satu jam kemudian pintu ruangannya di ketuk oleh seseorang.


" Masuk,'' ucap Mikael


Ceklek


Marcelino membuka pintu ruangan tersebut kemudian masuk ke dalam sambil membawa tumpukan dokumen yang harus ditanda tangani.


" Maaf tuan, ini dokumen yang perlu ditanda tangani,' ucap Marcelino sambil meletakkan dokumen tersebut.


" Duduklah, ada yang ingin aku katakan padamu," ucap Mikael sambil menghentikan pekerjaannya.


" Baik tuan," jawab Marcelino patuh sambil duduk berhadapan dengan Mikael yang hanya di batasi oleh meja.


" Istriku sudah menceritakan semuanya jadi nanti sore kamu pulang ke mansion ku dan melakukan persiapan untuk menyerang mereka," ucap Mikael.


" Baik tuan, tapi boleh saya bertanya satu hal?" tanya Marcelino dengan wajah serius.


" Silahkan?" tanya Mikael


" Mansion milik tuan besar Albert ada cctv kan?" tanya Marcelino


" Ada, kenapa?" tanya Mikael.


" Coba di retas tuan, siapa tahu ada musuh yang menyamar menjadi pelayan atau bodyguard," usul Marcelino


" Kenapa kamu tanyakan itu?" tanya Mikael


" Maaf tuan, waktu itu Dominique pernah cerita kalau dulu ibu tirinya pernah menguasai mansion milik tuan besar, saya kuatir ada mata - mata yang masih ada di mansion dan menggagalkan rencana tuan," ucap Marcelino


" Aduh, kenapa aku melupakan itu? Terima kasih kamu sudah mengingatkan aku," ucap Mikael


" Satu lagi tuan, kejadian puluhan tahun yang lalu tolong di retas juga agar kita bisa tahu siapa yang membantu wanita ular itu," ucap Marcelino yang tidak mau menyebut ibu tirinya Katarina.


" Apa ada yang lainnya lagi?" tanya Mikael


" Tidak ada tuan," jawab Marcelino.

__ADS_1


" Sekali lagi terima kasih sudah memberitahuku," jawab Mikael.


" Sama - sama tuan," jawab Marcelino


Mikael langsung mengambil ponselnya dan menghubungi pamannya yang bernama Max adik ipar papi Dennis yang menikah dengan adik kembarnya yang bernama Dennisa karena Max sangat ahli dalam bidang IT.


Mikael menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi hingga sepuluh menit kemudian mereka memutuskan sambungan komunikasi dan Mikael menyimpan kembali ponselnya di saku jasnya.


" Paman Max akan meretas cctv dan semoga saja kecurigaan kita tidak terbukti," ucap Mikael


" Semoga saja tuan," jawab Marcelino.


" Kalau begitu, saya permisi tuan mau melanjutkan lagi pekerjaanku," ucap Marcelino sambil berdiri.


Mikael hanya menganggukkan kepalanya kemudian melanjutkan kembali pekerjaannya sedangkan Marcelino keluar dari ruangan tersebut menuju ke ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik papi Dennis, keluarga besar daddy Alvonso datang dan berkumpul di ruangan yang sangat luas seperti ruangan kuliah di mana tiap meja ada laptop dan di depan ada layar proyektor dan papan tulis white board.


" Kalian semua pasti sudah tahu kenapa daddy kumpulkan di sini," ucap daddy Alvonso sambil menatap satu persatu ke enam anak kembarnya, ke enam menantunya dan juga anak - anak angkatnya berserta istri dan anak - anak mereka yang sudah beranjak dewasa bahkan sudah ada yang menikah.


" Max dan Louis," panggil mommy Laras


" Iya mom," jawab Max dan Louis serempak


" Baik mom," jawab Max sambil mengutak atik laptopnya yang berada di mejanya.


" Untuk Louis kamu retas cctv dua hari yang lalu hingga sekarang, cek siapa tahu ada mata - mata di mansion milik menantu cucuku," perintah mommy Laras


" Baik mom," jawab Louis patuh


" Untuk Alvonso kamu retas waktu ibu tirinya Katarina bertemu dengan pria itu agar kami tahu siapa pria itu dengan di bantu Alvian," perintah mommy Laras.


" Baik mom," jawab Alvonso dan Alvian serempak


" Untuk Alviana cari di mana ibu tirinya Katarina berada dan untuk Dennis cari di mana adik tirinya Katarina," perintah mommy Laras.


" Baik mom," jawab Alviana dan Dennis serempak


" Untuk Debby dan Dennisa cari identitas pria itu agar kita mengetahui pria itu tinggal di mana," perintah mommy Laras.


" Baik mom," jawab Debby dan Dennisa serempak.


" Kalau kita ngapain oma?" tanya para cucunya.

__ADS_1


" Tugas kalian memijat opa dan oma," jawab daddy Alvonso sambil tersenyum


" Ya, opa kami kan ingin ikut menyerang mereka juga," ucap para cucunya dengan wajah kecewa.


" Untuk para cucu oma dan opa, tugas kalian nanti membantu orang tua kalian untuk menyerang para musuh," ucap mommy Laras.


" Baik oma," jawab para cucunya serempak sambil berjalan ke arah oma dan opanya dan mulai memijatnya.


Oma dan opa menikmati pijatan para cucunya di seluruh tubuhnya sedangkan Alvonso, Alvian, Alviana, Dennis, Debby, Louis, Dennisa dan suaminya Max mengutak atik laptopnya sedangkan yang lainnya menatap ke arah anak - anak mereka yang memijat ke dua mertuanya sambil tersenyum karena mereka sangat bahagia mempunyai mertua sebaik mommy Laras dan daddy Alvonso yang menyayangi mereka seperti anak mereka sendiri tidak seperti menantu dengan mertua yang cari musuh seperti yang terjadi pada teman - teman mereka yang selalu ribut dengan mertua mereka.


Hingga dua jam kemudian mereka sudah selesai meretas cctv begitu pula dengan para cucunya sudah kembali ke tempat masing - masing.


Satu persatu menampilkan rekaman video cctv yang berhasil di retas sedangkan yang lainnya menyimak tanpa ada yang mengeluarkan suaranya hingga hampir satu setengah jam lebih kemudian mereka sudah selesai memperlihatkan rekaman video cctv.


" Alvonso, Alvian dan Harlan bersama anak - anak kalian hari ini berangkat ke mansion dan tangkap penjaga kebun, pelayan bagian kebersihan dan 3 orang bodyguard yang menyamar sebagai mata - mata, kurung mereka di ruang rahasia milik orang tua Katarina," perintah daddy Alvonso


" Baik dad," jawab Alvonso, Alvian, Arlan dan HarlanĀ serempak.


" Untuk Dennis dan Leo bersama anak - anak kalian bersiap berkumpul ke arah utara, Max dan Louis bersama anak - anak kalian bersiap berkumpul ke arah barat, Baron dan Charli bersama anak - anak kalian bersiap berkumpul ke arah timur dan yang terakhir Alex dan Arlan bersama anak - anak kalian bersiap berkumpul ke arah Selatan," perintah daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab mereka serempak


" Untuk ke dua wanita ular itu bagaimana dad?" tanya Alvonso


" Daddy akan minta bantuan paman Ronald dan paman Kennath karena kediaman mereka di jaga oleh mafia," jawab daddy Alvonso


" Baik dad," jawab Alvonso.


" Sekarang persiapkan diri kalian untuk berangkat ke mansion milik orang tua Katarina, ponakan kalian," ucap daddy Alvonso.


" Baik dad," jawab mereka serempak.


" Kok ponakan dad? bukannya Katarina menantuku?" protes papi Dennis


" Khusus kamu menantu mu, khusus ke lima saudaramu di sebut ponakan dan untuk mommy dan daddy di sebut cucu menantu," ucap daddy Alvonso menjelaskan.


" Nah itu baru betul," jawab papi Dennis


" Sudah jangan berdebat kalian semua kembali ke kamar masing - masing untuk menyiapkan diri dan untuk para wanita tinggal di sini saja," ucap mommy Laras


" Baik mom," jawab para wanita dengan serempak


Mereka pun satu persatu pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke kamar mereka masing - masing untuk menyiapkan diri melakukan penyerangan terhadap para musuh - musuh Katarina.

__ADS_1


__ADS_2