Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Dokter Dona dan Reno


__ADS_3

Dokter Dona menaiki tubuh Reno kemudian memasukkan tombak saktinya yang sejak tadi tegak sempurna kemudian menggoyangkan pinggulnya secara berulang - ulang membuat wajah Reno yang gelap gulita kini terang seterang matahari.


Hingga lima menit kemudian dokter Dona mendapatkan pelepasan untuk pertama kalinya membuat Reno sangat senang mendengar suara merdu dokter Dona.


" Suamiku sekarang gantian ya, aku di bawah," pinta dokter Dona.


" Suamiku?" tanya Reno mengulangi perkataan dokter Dona.


" Bukankah sebentar lagi kita menikah?" tanya dokter Dona.


" Benar sekali istriku," jawab Reno sambil membalikkan tubuhnya.


Kini Reno berada di atas tubuh dokter Dona tanpa melepaskan tombak saktinya hingga setengah jam kemudian tombak saktinya mengeluarkan laharnya di rahim milik dokter Dona setelah beberapa saat tombak sakti milik Reno di tarik kemudian menggulingkan tubuhnya di samping dokter Dona dan memeluknya begitu pula dengan dokter Dona.


Cup


" Terima kasih mommy," ucap Reno mengubah panggilannya.


" Mommy?" tanya ulang dokter Dona


" Setelah kita menikah tentu mempunyai anak karena itu aku akan memanggilmu dengan sebutan mommy," jawab Reno

__ADS_1


" Baiklah daddy, mommy ikut saja apa kata daddy," ucap dokter Dona


" Sekarang kita mandi bersama setelah itu kita pergi untuk mengurus surat - surat untuk menikah," ucap Reno


" Apakah nanti daddy kerja?" tanya dokter Dona


" Iya benar, setelah urusan selesai daddy akan pergi kerja." ucap Reno sambil melepaskan pelukannya.


" Kalau begitu nanti antar kan aku ke rumah orang tuaku, aku sangat merindukan adikku," ucap dokter Dona


" Ok," jawab Reno singkat


Mereka pun mandi bersama hingga setengah jam kemudian mereka keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi dengan wajah berbeda, wajah Reno sangat segar sedangkan dokter Dona wajahnya cemberut karena Reno meminta lagi.


" Baru tahu ya," ucap Reno sambil mencolek hidung mancung calon istrinya.


Bruk


" Aku sangat mengantuk," ucap dokter Dona sambil menjatuhkan tubuhnya ke ranjang sambil memejamkan matanya.


" Pakai baju dulu," ucap Reno sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk mengambil pakaian kerja.

__ADS_1


" Nanti saja," jawab dokter Dona


" Oh ya suaramu sudah mulai kembali." ucap Reno sambil memakai pakaiannya.


" Memang benar berkat Katarina obatnya sangat manjur walau sangat pahit," ucap dokter Dona


" Syukurlah aku sangat senang lidahmu tidak sakit lagi," ucap Reno


Hening


Hening


" Sepertinya benar - benar lelah, lebih baik aku tinggal saja dan mengenai surat - surat untuk pernikahan nanti siang saja kami mengurusnya," ucap Reno


Reno mengecup kening dokter Dona kemudian pergi meninggalkan kamarnya menuju ke arah tangga. Reno menuruni anak tangga menuju lantai satu dan melihat asisten setianya sedang menunggu dirinya.


Reno dan asistennya langsung berangkat ke perusahaan yang tidak pernah dikunjunginya karena wajahnya yang cacat sedangkan di tempat yang berbeda perlahan Katarina membuka matanya dan melihat wajah tampan suaminya yang masih tertidur dengan pulas.


" Aku tidak menyangka menikah dengan pria yang aku cintai karena selama ini aku tidak pernah memikirkan apa itu menikah," ucap Katarina sambil mengulurkan tangannya ke arah wajah tampan suaminya.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

__ADS_1


Sambil menunggu cerita selanjutnya silahkan para pembaca yang baik hati untuk datang dan mampir di karya lain milik author yang tidak kalah serunya dengan judul : Perjalanan Cinta 3 Pria Psycopath



__ADS_2