
( " Baiklah kakak akan mengatakan ke tuan Mikael," ucap Marcelino ).
( " Tapi aku minta kak Mikael jangan bertanya sama Katarina karena aku tidak enak dengan Katarina dan takutnya Katarina tidak lagi terbuka untukku gara - gara kejadian ini," ucap Dominique.
( " Baik, kamu tenang saja," ucap Marcelino )
( " Terima kasih banyak kak," jawab Dominique )
( " Sama - sama, ada di mana sekarang?" tanya Marcelino )
( " Barusan ketemu Katarina dan sekarang aku mau pulang," jawab Dominique ).
( " Hati - hati di jalan," ucap Marcelino ).
( " Aduh hampir lupa kak," ucap Dominique )
( " Lupa kenapa?" tanya Marcelino )
( " Orang yang menyerang mansion adalah orang yang sama waktu menyerang mansion milik orang tuanya Katarina puluhan tahun yang lalu di mana mommynya Katarina di bu nuh dan di ...." ucap Dominique menggantungkan kalimatnya sambil menahan amarahnya ).
( Dan Apa?" tanya Marcelino penasaran )
( " Yang mem per ko sa mommynya Katarina," ucap Dominique dengan suara tercekat )
( " Apa???" teriak Marcelino sambil menahan amarahnya karena bagi Marcelino Katarina wanita yang sangat baik, tidak sombong dan menghormati dirinya walau dirinya hanya seorang asisten suaminya )
( " Karena itulah sebagai seorang sahabat aku terpaksa mengkhianati Katarina dengan mengatakan ke kak Marcelino mengenai rahasia yang selama ini di simpannya. Aku sangat berharap agar kak Marcelino dan kak Mikael untuk melindungi Katarina dari orang jahat walau Katarina bisa berkelahi tapi kalau melawan mereka kemungkinan bisa kalah karena itulah aku terpaksa mengkhianatinya dan aku harap kak Marcelino tidak marah padaku karena masalah ini," ucap Dominique )
( " Justru kakak sangat bangga padamu yang sangat perduli dengan sahabatnya karena tidak semua orang perduli jika sahabatnya dalam bahaya," ucap Marcelino )
( " Terima kasih kak karena kakak tidak marah padaku ... Oh ya kak, aku boleh nitip 3 pesan?" tanya Dominique )
( " Boleh, pesan apa?" tanya Marcelino ).
( " Pesanku sangat sederhana aku sangat senang jika kak Marcelino melakukannya yaitu : Jaga Kesehatan, Jangan Terlambat Makan dan Hati - Hati Di Manapun Kak Marcelino berada," jawab Dominique )
Deg
Jantung Marcelino berdetak kencang ketika mendengar ucapan Dominique terlebih dirinya mempunyai perasaan suka tapi dirinya tidak berani untuk mengatakannya.
( " Terima kasih atas perhatiannya dan kakak pasti akan melakukannya, oh ya seminggu lagi kakak ada acara pesta pernikahan apakah kamu mau menemani kakak ke pesta?" tanya Marcelino penuh harap ).
( " Nanti ada yang marah lagi kalau kak Marcelino mengajakku," ucap Dominique ).
( " Justru kakak tidak mempunyai kekasih makanya mengajakmu," jawab Marcelino sambil tersenyum )
__ADS_1
( " Masa kak Marcelino belum mempunyai kekasih? kok aku tidak percaya ya," ucap Dominique )
( " Kenapa tidak percaya?" tanya Marcelino ).
( " Kakak tampan, baik dan kaya siapapun pasti bersedia menjadi kekasih kak Marcelino," jawab Dominique ).
( " Kakak ingin mencari seseorang yang tulus mencintai kakak apa adanya bukan ada apanya, kamu mau6kan menemani kakak?" tanya Marcelino mengulangi perkataannya ).
( " Boleh, jam berapa kak?" tanya Dominique )
( " Jam 7 malam aku jemput," jawab Marcelino sambil tersenyum bahagia karena orang yang dicintainya bisa menemani dirinya ).
( " Baik kak," jawab Dominique ).
( " Bye," pamit Marcelino ).
( " Bye," pamit Dominique ).
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus kemudian Dominique mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah mansion yang semakin bertambah sepi karena kakaknya yang bernama dokter Dona sudah menikah dengan Reno dan tinggal di mansion nya.
Di tempat yang berbeda tepatnya di perusahaan milik Mikael, Marcelino memeluk ponselnya sambil senyum - senyum sendiri seperti orang gi la hingga terdengar suara pintu ruangannya terbuka namun Marcelino tidak mendengarnya.
Ceklek
Hening
Hening
" MARCELINO!!!" teriak Mikael
" Maaf tuan, ada apa?" tanya Marcelino terkejut sambil mengusap dadanya karena dirinya benar - benar sangat terkejut.
" Kamu kenapa?" tanya Mikael mengulangi perkataannya.
" Maaf tuan tadi saya teleponan sama Dominique," ucap Marcelino dengan jujur.
" Pantas saja aku telepon ponselnya sibuk," ucap Mikael sambil menatap kesal Marcelino.
" Maaf tuan... Oh ya tuan tadi Dominique ngasih tahu kalau nanti malam seorang pria akan datang menyerang bersama anak buahnya untuk menguasai semua harta milik nona Katarina dan bukan itu saja pria itu juga berencana ingin mem bu nuh nona Katarina," ucap Marcelino
" Apa??? Kamu serius? tapi kenapa istriku tidak mengatakan padaku?" tanya Mikael
" Justru itu tuan, nona Katarina berencana akan meminta tuan untuk tinggal di mansion milik tuan dan nona Katarina akan tinggal di mansion milik tuan besar Albert," ucap Marcelino
__ADS_1
" Kenapa istriku melakukan itu?" tanya Mikael
" Maaf tuan, saya kurang tahu tuan dan saya minta tuan tidak menanyakan hal ini ke nona Katarina karena takutnya nona Katarina tidak lagi menceritakan tentang rahasianya ke Dominique," ucap Marcelino
" Apa ada yang lainnya?" tanya MIkael
" Oh ya ada lagi tuan yaitu orang itu juga yang telah menyerang mansion milik orang tua nona Katarina ketika nona Katarina masih kecil dan semua penghuni mansion terbunuh termasuk nyonya besar, nyonya besar selain di bu nuh juga di per ko sa, ucap Marcelino sambil menahan amarahnya pada penjahatnya yang sangat jahat terhadap ibunya Katarina.
Rahang Mikael mengeras dan ke dua tangannya di kepalkan membuat Mikael mengambil ponselnya dari saku jasnya kemudian menghubungi papi Dennis dan sambungan pertama langsung di angkat oleh papi Dennis.
Mikael menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup - tutupi setelah selesai berbicara Mikael menyimpan kembali ponselnya kemudian menatap ke arah Marcelino.
" Nanti malam aku bersembunyi di mansion dan membantu istriku untuk mem bu nuh mereka," ucap Mikael
" Saya juga ikut tuan," jawab Marcelino.
Tidak berapa lama ponsel milik Mikael berdering dan MIkael mengambil ponselnya kembali dan melihat istrinya sedang menghubungi dirinya membuat Mikael menggeser tombol berwarna hijau dan ditempelkan ke telinganya.
( " Hallo," panggil Mikael )
( " Sayang ada di mana?" tanya Katarina )
( " Di kantor, ada apa sayang?" tanya Mikael )
( " Kantor mana?" tanya Katarina dengan nada cemburu tanpa menjawab pertanyaan suaminya )
( " Ya kantorku, memangnya ada apa sayang?" tanya ulang Mikael )
( " Aku ada di ruangan suamiku tapi kenapa suamiku tidak ada?" tanya Katarina ).
( " Aku ada di ruangan Marcelino dan sebentar lagi aku akan ke sana," ucap Mikael menjelaskan sambil berjalan keluar ruangan ).
( " Ok, aku tunggu," jawab Katarina )
Tut Tut Tut
Sambungan komunikasi langsung terputus secara sepihak kemudian Mikael menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya sambil berjalan ke arah ruangannya.
Ceklek
Mikael membuka pintu ruangan tersebut dan melihat istrinya sedang duduk di sofa sambil menatap dirinya, Mikael berjalan ke arah Katarina dan duduk di samping istrinya.
" Sayang aku sangat lelah," ucap Katarina sambil duduk di pangkuan suaminya.
Mikael terkejut dengan perubahan istrinya karena tidak biasanya melakukan ini yaitu duduk di pangkuannya dan saling berhadapan kemudian memeluk suaminya dengan erat seakan takut Mikael pergi dari sisinya.
__ADS_1
" Ada apa sayang?" tanya Mikael