
" Ya," jawab Dennis singkat
" Aku minta tolong sama papi untuk melatih Kak Mikael untuk berjalan di halaman belakang," pinta Katarina.
" Kamu tidak menemaniku?" tanya Mikael penuh harap.
" Aku akan meracik obat dulu setelah itu aku akan menemani kak Mikael," ucap Katarina.
" Bagaimana kalau aku menemani kak Mikael?" tawar Ana
" Tidak," tolak Mikael dengan nada tegas
" Papi dan mami ayo kita ke halaman belakang," sambung Mikael
" Ok," jawab mereka serempak.
Dennis mendorong kursi roda sedangkan istrinya berjalan di samping suaminya, Ana yang mendapatkan penolakan Mikael hanya bisa menahan amarahnya dengan menggengam ke dua tangannya dengan erat.
" Aku melihat dari tadi mukamu di tekuk, ada apa?" tanya Katarina sambil meracik obat.
" Mungkin hanya perasaan kakak," ucap Ana
" Mungkin," jawab Katarina
Tanpa sepengetahuan Ana sebenarnya Katarina sudah tahu kalau Ana menyukai Mikael karena itulah dirinya tidak mengajaknya pergi ke rumah sakit untuk mengobati Reno dengan cara mengajak dokter Dona Calista Michelle dan sahabatnya yang bernama Dominique Calista Michelle bersama calon suaminya dan teman suaminya.
" Kak," panggil Ana singkat.
" Ya," jawab Katarina singkat juga.
" Aku ikut ya kak," pinta Ana
" Ikut kemana?" tanya Katarina pura - pura tidak tahu.
" Ikut ke rumah sakit Renova Jordan,' ucap Ana penuh harap.
' Sudah aku tebak dan untungnya aku sudah ada jawabannya,' ucap Katarina dalam hati
" Aku tidak enak sama Reno karena sudah membawa ke dua temanku di tambah calon suamiku dan teman calon suamiku," ucap Katarina dalam hati.
" Akukan bisa membantu kakak untuk mengobati kak Reno," ucap Ana
" Maaf Ana, temanku seorang dokter sedangkan sahabatku calon dokter merekalah yang akan membantuku," ucap Katarina.
' Maaf Ana aku terpaksa berbohong aku mengajak mereka berdua karena mereka bisa aku percaya tapi tidak denganmu karena itulah aku tidak bisa mengajak dirimu,' ucap Katarina dalam hati.
" Sekali lagi maaf Ana, aku mau konsentrasi untuk meracik obat karena setelah ini aku akan menemani kak Mikael," sambung Katarina.
Ana hanya bisa mendengus kesal kemudian duduk di sofa yang tidak jauh dari Katarina yang sedang meracik obat sambil memainkan ponselnya untuk menghilangkan kejenuhannya sedangkan Katarina tidak perduli akan hal itu.
Katarina sibuk meracik obat setelah hampir lima belas menit kemudian Katarina sudah selesai meracik dan tanpa sepengetahuan Ana, Katarina dengan sengaja membuat dua obat yang sama, yang satu di simpan di dalam saku celana panjangnya sedangkan yang satunya dibiarkan tergeletak di meja.
__ADS_1
' Aku ingin tahu, apakah kamu orang yang menusukku dari belakang atau tidak,' ucap Katarina dalam hati.
" Obat sudah jadi, aku mau menemui calon suamiku dulu," ucap Katarina.
Katarina mengambil tas selempang kecil yang tergeletak di meja dekat sofa yang diduduki Ana kemudian berjalan ke arah halaman belakang meninggalkan Ana sendirian.
Katarina sambil berjalan mengambil obat yang tadi di simpannya di dalam saku celana panjangnya kemudian dimasukkan ke dalam tasnya. Katarina melihat Mikael sedang berjalan dengan perlahan sedangkan Dennis berjalan dengan mundur secara perlahan ke arah belakang berhadapan dengan Mikael.
" Sayang, lihat aku bisa berjalan walau perlahan," ucap Mikael pertama kalinya memanggil Katarina dengan sebutan sayang.
" Sayang?" tanya Katarina mengulangi perkataan Mikael sambil berjalan ke arah Mikael.
" Mulai sekarang dan seterusnya aku akan memanggilmu dengan sebutan sayang," ucap Mikael
bugh
Grep
Bruk
" Akhhhhhhhh..." teriak Katarina dan Mikael serempak
Dennis yang mendengar ucapan putra sulungnya tanpa sengaja memukul bahu putranya dengan lumayan keras hal itu membuat Mikael yang baru belajar jalan terlebih ke dua kakinya belum kuat membuatnya terjatuh sedangkan Katarina dengan mata elangnya melihat kalau Mikael akan jatuh menarik tangan Mikael agar tidak terjatuh namun sayang tenaganya kalah jauh dari Mikael membuat Katarina terjatuh dan menimpa tubuh Mikael.
Ke dua jantung mereka berdetak kencang terlebih posisi Mikael yang berada di bawah sedangkan Katarina berada di atas membuat tombak sakti milik Mikael mulai menegang. Katarina yang merasa bagian privasinya ada yang mengganjal berusaha bangun membuat Elisabeth membantu Katarina untuk berdiri kemudian berlanjut Dennis dan Katarina membantu Mikael untuk berdiri dan didudukkan di kursi roda.
" Aku cek dulu," ucap Katarina sambil duduk di rumput.
Katarina menarik perlahan kaki Mikael kemudian diletakkan di pahanya kemudian memijatnya secara perlahan dan sekali - kali Mikael meringis menahan rasa sakit. Setelah sepuluh menit kemudian Katarina sudah selesai memijat ke dua kaki Mikael dan Katarina berdiri sambil mengibaskan celana panjangnya yang agak kotor.
" Memang kenapa kalau dipaksakan?" tanya Dennis.
" Takutnya sembuhnya lama pi," ucap Katarina
" Mikael, ingat apa kata Katarina jangan dipaksakan," ucap Elisabeth.
" Iya mi," jawab Mikael.
" Sudah mau siang waktunya makan siang," ucap Elisabeth.
" Maaf mi, di sini tidak ada bahan makanan," ucap Katarina.
" Kita makan di restoran saja, ajak adik sepupumu," ucap Elisabeth
" Ok," jawab mereka serempak.
" Memang kamu bisa masak?" tanya Mikael
" Bisa donk," jawab Katarina.
" Kalau begitu besok pagi sebelum berangkat ke rumah sakit aku sarapan di tempatmu tapi sayangku yang masak ya," pinta Mikael.
__ADS_1
Peletak
" Aduh papi sakit," ucap Mikael sambil mengusap kepalanya akibat di jitak oleh Dennis.
" Kamu itu benar - benar malu - maluin papi dan mami," omel Dennis
" Malu - maluin kenapa pi? " tanya Dennis polos.
" Mami kan tiap hari masak kenapa kamu makan di rumah Katarina?" omel Dennis
" Papi, aku kan calon suami Katarina jadi boleh donk merasakan masakan calon istri," ucap Mikael
" Ouch... sakit...mami, papi nakal tuh." adu Mikael ketika telinganya di jewer oleh Dennis
" Papi, kak Mikael jangan di jewer kan sakit," ucap Katarina yang tidak tega melihat telinga Mikael di jewer oleh Dennis.
" Kalau kamu makan sama Katarina dan calon mertuamu tidak enak," ucap Dennis sambil melepaskan tangannya yang menjewer Mikael.
" Tidak apa - apa papi, kebetulan Katarina masak agak banyak karena ada ke dua temanku yang akan menginap di mansion jadi nanti kak Mikael ajak temannya untuk datang karena kita akan makan bersama," ucap Katarina menjelaskan.
" Baiklah untuk besok pengecualian tapi tidak lain kali kecuali jika kalian berdua resmi menikah," ucap Dennis.
" Baik pi," jawab Mikael patuh.
" Sekarang kita pergi karena mami sudah lapar," ucap Elisabeth.
" Ok," jawab ke tiganya dengan serempak.
Mereka berjalan ke dalam ruang keluarga untuk menemui Ana dan mereka melihat Ana sedang duduk di sofa sambil menatap mereka dengan tatapan berbeda, Katarina mengambil botol yang tadi diletakkan dan langsung dimasukkan ke dalam kantong.
" Ana, kita mau makan di restoran apakah kamu mau ikut?" tanya Katarina basa basi.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Apa jawaban Ana? di tunggu bab selanjutnya ya,
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya. Terima kasih banyak.
Dari Author
Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹