
" Maaf kalau kami ikut campur, apa yang dikatakan oleh Katarina benar adanya lebih baik mulai sekarang dan seterusnya tidak lagi membantu keluarga mereka agar mereka mandiri," ucap Dennis
Tuan Albert hanya diam sambil berpikir membuat Katarina terpaksa ikut campur percakapan antar orang tua.
" Daddy, apa yang dikatakan papi Dennis benar adanya," ucap Katarina.
" Sudah cukup kita membantu mereka karena jika kita membantu terus yang ada paman akan terus meminta uang dan uang," ucap Katarina.
" Daddy bisa melihat sendiri kan, selama ini kita baik dengan keluarga paman bahkan daddy membiayai sekolah Ana tapi apa balasan ke kita?" tanya Katarina.
" Ana sangat jahat dad, tega - teganya obat yang aku gunakan untuk penyembuhan kak Reno diberi tambahan racun untung saja aku membuat dua obat, bukan itu saja Ana mengunciku di kamarku agar aku tidak bisa ikut makan bersama dengan ke dua orang tua kak Mikael di tambah lagi Ana dengan teganya menjelek-jelekkan aku di depan keluarga kak Mikael agar kami tidak jadi menikah," ucap Katarina.
" Benar apa katamu sayang mulai saat ini daddy akan menghentikan aliran dana keuangan untuk adik kandung daddy sesuai apa yang dikatakan kalian," ucap tuan Albert dengan nada yakin.
" Terima kasih dad," jawab Katarina
" Daddy yang seharusnya terima kasih karena tadi pas memarahi adik kandung daddy rasanya sakit dan tidak tega menghentikan aliran dana keuangan tapi setelah mendengar ucapan kalian daddy jadi berubah pikiran," ucap tuan Albert.
" Kalau begitu kami pulang dulu," pamit Dennis setelah lama terdiam.
__ADS_1
" Ok, hati - hati di jalan dan terima kasih atas semuanya," ucap tuan Albert.
" Sama - sama" jawab Dennis.
Merekapun bersalaman kecuali Katarina mencium punggung tangan Dennis, Elisabeth dan Mikael kemudian merekapun pergi meninggalkan mansion tersebut dan tidak berapa lama datanglah adik kandung tuan Albert bersama istrinya berjalan dengan angkuh.
" Kakakku sayang, apa salahku? Kenapa kakak membentak adik kesayanganmu ini?" tanya adik kandungnya dengan wajah di buat sedih.
" Moko, mulai sekarang dan seterusnya aku tidak akan membantu kalian lagi," ucap tuan Albert dengan nada tegas
" Kenapa kak? Apa salahku?" tanya Moko dengan Maya berkaca - kaca namun dalam hatinya ingin memakinya.
" Ya tuan," jawab kepala pelayan.
" Rapikan semua barang milik Ana dan bawa ke sini bersama dengan Ana," perintah tuan Albert.
" Baik tuan," jawab kepala pelayan patuh.
" Ingat jangan sisakan apapun bawa semua barang milik Ana karena mulai sekarang Ana sudah tidak tinggal di sini," ucap tuan Albert.
__ADS_1
" Kenapa kakak mengusir keponakan kakak?" tanya Moko tidak terima.
" Anakmu sudah berani memfitnah dan menyakiti putriku jadi sudah sepantasnya anakmu kami usir," ucap tuan Albert.
" Putriku tidak mungkin melakukan ini, ini fitnah," ucap Moko tidak terima akan perkataan kakak kandungnya.
" Benar kata suamiku, ini pasti ulah putrimu yang tidak menyukai putri kami karena Ana itu gadis baik - baik sesuai keturunan kami yang jelas - jelas dari keluarga baik - baik sedangkan istrimu jelas - jelas wanita tidak jelas asal usulnya makanya Katarina jadi anak liar sama seperti ibunya," ucap Valen dengan nada naik satu oktaf
Plak
Plak
Katarina tanpa sadar menampar pipi kanan dan pipi kiri Valen karena pemilik tubuhnya seakan tidak menerima ibunya di hina oleh Valen membuat ke dua sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" Jangan sekali - kali menghina mommy ku karena aku tidak akan terima, kalau kalian memang paman dan bibi dari keluarga baik - baik seharusnya usaha sendiri jangan seperti orang pengemis yang kerjaannya suka meminta - minta," hina Katarina sambil menatap tajam ke arah mereka berdua tanpa ada rasa takut sedikitpun.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu update mampir ke cerita novel milik temanku dengan judul :
__ADS_1