
" Suamiku memang sangat tampan," sambung Katarina sambil tersenyum bahagia.
Grep
Mikael yang tertidur dengan pula terusik dengan sentuhan istrinya membuat Mikael memegang tangan istrinya sambil membuka matanya.
Cup
" Ciuman selamat pagi," ucap Mikael kemudian mengecup bibir istrinya.
" Pagi sayang," ucap Katarina sambil tersenyum bahagia.
" Pagi," jawab Mikael sambil ikut tersenyum.
" Aku mau mandi dulu, badanku sangat lengket," ucap Katarina.
" Oke," jawab Mikael singkat.
Katarina turun dari ranjang namun bagian privasinya sangat perih membuat Katarina membatalkannya membuat Mikael tersenyum dan dirinya tahu kenapa istrinya membatalkan untuk turun dari ranjang tapi Mikael pura - pura tidak tahu.
" Kok tidak jadi turun?" tanya Mikael
" Punyaku perih sayang," ucap Katarina
Mikael turun dari ranjang dan langsung menggendong tubuh polos istrinya membuat Katarina menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.
" Sayang, apakah sayangku tidak malu?" tanya Katarina
" Malu kenapa?" tanya Mikael sambil berjalan ke arah kamar mandi.
" Kita berdua sama - sama polos tanpa sehelai benangpun," jawab Katarina.
" Aku sudah melihat seluruh tubuhmu begitu pula denganku jadi kenapa mesti malu," ucap Mikael
" Kenapa suamiku jadi mesum seperti ini?" tanya Katarina.
" Mesum sama istri sendiri tidak apa - apakan," jawab Mikael sambil menurunkan tubuh polos istrinya.
" Sayang lagi ya," bisik Mikael sambil memainkan ke dua gunung kembar milik Katarina
Katarina hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka pun melakukan hubungan suami istri hingga setengah jam kemudian mereka mandi bersama.
Lima belas menit kemudian mereka keluar dengan menggunakan jubah handuk kemudian berjalan ke arah lemari mengambil pakaian santai.
Singkat cerita kini mereka sudah berada di lobby bersama anggota keluarga besar Mikael dan tuan Albert daddynya Katarina di meja makan yang sangat luas.
" Setelah ini kalian tinggal di mana?" tanya papi Dennis.
" Katarina ingin tinggal dengan daddy karena daddy hidup sendiri," jawab Katarina.
" Katarina, kamu sudah menikah jadi ikuti kemana suamimu pergi," ucap tuan Albert.
" Tapi dad, Katarina tidak tega meninggalkan daddy sendiri," ucap Katarina
__ADS_1
" Kita tinggal bersama daddy," ucap Mikael yang tidak tega dengan Katarina terlebih dirinya tidak mempermasalahkannya selama dirinya bisa bersama istrinya.
Cup
" Terima kasih sayang," ucap Katarina sambil mengecup pipi suaminya dan tersenyum bahagia membuat Mikael membalas senyuman Katarina.
" Karena sudah diputuskan sekarang kita makan bersama," ucap papi Dennis
Mereka pun mengambil sikap doa dan salah satu dari mereka memimpin doa makan hingga beberapa menit kemudian mereka makan bersama saling diam tanpa ada yang bicara sedikitpun.
Hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan dilanjutkan dengan mengobrol bersama setelah hampir dua jam mereka semua berjalan menuju ke kamar hotel masing - masing untuk bersiap meninggalkan hotel tersebut menuju ke mansion masing - masing.
Dua Bulan Kemudian
Tidak terasa waktu berjalan dengan cepatnya hubungan Katarina dengan Mikael berjalan dengan harmonis begitu pula dengan hubungan Reno dengan dokter Dona mereka sudah resmi menikah.
Reno sudah sadar dan tidak lagi berbuat jahat berkat kehadiran dokter Dona terlebih kini dokter Dona sudah hamil membuat mereka sangat bahagia dan tidak sabar menanti kehadiran anak mereka.
" Sayang, kok aku belum hamil ya?" tanya Katarina dengan wajah sendu sambil bersandar di dada bidang suaminya.
" Mungkin saat ini belum jadi sabar ya," ucap Mikael sambil membelai rambut istrinya.
" Seandainya aku tidak bisa hamil bagaimana? Apakah suamiku mencari wanita lain?" tanya Katarina sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan Mikael dengan wajah sedih dan ingin rasanya menangis.
" Sayang, jujur aku menginginkan seorang anak tapi kalau seandainya memang tidak di kasih aku tidak akan mungkin mencari wanita lain karena separuh nafasku dan seluruh hatiku sudah aku berikan padamu jadi bagaimana mungkin aku memikirkan wanita lain?" tanya Mikael
" Suamiku sangat tampan dan pasti banyak wanita yang tergila - gila dengan suamiku," ucap Katarina
" Aku tidak perduli dengan mereka karena hatiku hanya ada untukmu," jawab Mikael sambil membelai wajah istrinya.
" Kenapa malu?" tanya Mikael dengan kening berkerut.
" Suamiku pria yang sangat sempurna tampan dan kaya sedangkan aku wanita yang tidak sempurna, pasti mereka akan mempermalukan suamiku karena menikahi wanita seperti diriku," ucap Katarina dengan mata berkaca-kaca.
Grep
" Siapa bilang kamu wanita yang tidak sempurna? Berkatmu aku bisa berjalan dan hari - hariku seperti hitam putih sejak ada kamu hidupku lebih berwarna," ucap Mikael sambil memeluk istrinya.
" Jika tidak ada kamu, sampai sekarang aku berada di mansion duduk di kursi roda merenungi nasibku dan selalu marah - marah jadi jangan pernah mengatakan kalau dirimu tidak sempurna karena di mataku kamu adalah wanita sempurna," sambung Mikael.
" Terima kasih sayang, aku sangat bahagia menikah denganmu," ucap Katarina sambil memeluk Mikael
" Sama - sama sayang, aku juga sangat bahagia bisa menikah denganmu." ucap Mikael
" Kita mandi bersama yuk," ajak Katarina
" Ayuk sayang," jawab Mikael
Mikael turun dari ranjang begitu pula dengan Katarina dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri hingga satu jam kemudian mereka sudah selesai mandi dengan menggunakan jubah handuk dan dengan wajah berbeda.
Wajah Mikael terlihat sangat segar sedangkan wajah Katarina berwajah cemberut karena suaminya meminta lagi padahal sebelum mandi mereka sudah melakukannya di ranjang.
" Sayang, kenapa wajahmu cemberut begitu?" tanya Mikael
__ADS_1
Bruk
" Suamiku tidak pernah merasa puas kalau bermain sekali. Aku sangat lelah sayang mau tidur," ucap Katarina sambil membaringkan tubuhnya ke ranjang.
" Tidurlah sayang, hari ini aku mau ke perusahaan soalnya nanti siang ada meeting," ucap Mikael sambil mengambil satu steel pakaian kerja.
" Maaf sayang, aku tidak bisa menemani sarapan pagi," ucap Katarina
" Tidak apa - apa santai saja," jawab Mikael.
" Oh ya nanti siang aku mau pergi ada janji sama Dominique di restoran favorit kami," ucap Katarina
" Ok, kalau ada apa - apa kabarin aku," ucap Mikael.
" Ok," jawab Katarina singkat sambil memejamkan matanya
Tidak berapa lama terdengar suara dengkuran halus dari mulut istrinya membuat Mikael tersenyum kemudian mengecup kening istrinya.
Setelah selesai Mikael keluar dari kamarnya menuju ke arah tangga, satu demi satu Mikael menuruni anak tangga dan melihat asisten setianya sedang berdiri menunggu Mikael.
" Marcel, kita makan bersama dulu." ajak Mikael
" Maaf tuan, tuan besar Albert memang kemana?" tanya asisten Marcelino karena tidak melihat daddynya Katarina.
" Kemarin sore daddy pergi ke luar negri ingin menemui paman atau adik kandung daddy," jawab Mikael
" Ayo temani aku makan," ajak Mikael kembali
" Maaf tuan, tidak sopan kalau makan bersama," ucap asisten Marcelino tidak enak hati.
" Tidak ada penolakan, temani aku makan," ajak Mikael.
" Baik tuan," jawab asisten Marcelino
Mereka pun duduk di kursi makan dan makan bersama dalam diam hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
Selesai makan mereka berjalan keluar dari mansion menuju ke parkiran mobil dan meninggalkan mansion tersebut. Dua jam kemudian Katarina membuka matanya dengan tubuh yang sangat segar kemudian turun dari ranjang menuju ke kamar mandi.
Singkat cerita kini Katarina sudah berada di dalam mobil dan mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke arah restoran favorit Katarina, lima belas menit kemudian Katarina sudah sampai di restoran.
Katarina masuk ke dalam restoran dan melihat sahabat karibnya sudah datang terlebih dahulu. Katarina dan Dominique seperti biasa jika bertemu selalu cipika cipiki ciri khas perempuan setelah selesai mereka duduk saling berhadapan hanya dibatasi oleh meja.
" Kamu mau pesan apa?" tanya Dominique sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.
" Seperti biasa," jawab Katarina
" Ok," Jawab Dominique singkat
Dominique memesan makanan dan minuman setelah pelayan restoran selesai mencatat pesanan mereka, pelayan restoran tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.
Ke dua wanita itupun mengobrol kembali hingga lima menit kemudian datang pengunjung restoran sepasang suami istri membuat Dominique membulatkan matanya dengan sempurna.
" Katarina," panggil Dominique dengan suara pelan
__ADS_1
" Ya," jawab Katarina sambil mengerutkan keningnya.