Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Siapa dia?


__ADS_3

Katarina menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya menunggu pria itu bicara bersamaan kedatangan tuan Albert dan Rey. Mereka penasaran apa yang dilakukan oleh Katarina hingga mereka melihat seorang pria yang tergeletak di rumput dengan luka di sekujur tubuhnya.


" Siapa dia?" tanya tuan Albert


" Tidak tahu dad, pria itu yang ingin mencelakai kita dengan melepaskan ke tiga ular beracun," jawab Katarina.


" Apa??? Siapa yang menyuruhmu?" tanya tuan Albert.


" Maaf tuan, nona salah orang saya tidak melakukannya," ucap pria tersebut.


" Pria itu tetap tidak mengaku dad, biarkan saja  lebih baik kita pergi dari sini," ucap Katarina sambil berjalan meninggalkan pria tersebut dan diikuti oleh tuan Albert dan Rey.


" Akhhhhhhhhhhh... Sakit..." teriak pria tersebut merasakan sakit pada tubuhnya membuat Katarina menghentikan langkahnya begitu pula dengan tuan Albert dan Rey.


" Racun yang di dalam tubuhmu akan membuatmu tersiksa hingga ajal akan menjemputmu jadi sebelum itu terjadi katakan siapa yang menyuruhmu?" tanya Katarina.


" Baik aku akan mengaku orang yang menyuruhku adalah tuan... ucap pria itu menggantungkan kalimatnya ketika mendengar suara teriakan seseorang dari kejauhan.


Mata elang Katarina melhat ada seseorang berpakaian serba hitam yang sedang mengarahkan pistolnya ke arah pria yang sedang terluka namun gerakan sudah terbaca oleh Katarina membuat Katarina melempar satu kartu domino tersebut dan pria itupun berteriak kesakitan lalu ambruk dan mati seketika karena mengenai keningnya.

__ADS_1


" Katakan saja aku akan menjamin keselamatanmu," ucap Katarina.


" Tapi berikan aku penawarnya baru aku akan mengatakannya," pinta pria tersebut.


Katarina mengambil botol penawar yang berada di dalam tasnya kemudian di lempar ke arah pria tersebut dan pria itupun menangkapnya. Tanpa membuang waktu pria itu langsung meminum hingga habis tidak bersisa terlebih obat penawar tersebut berupa cairan.


" Aku sudah memberikan obat penawarnya dan sekarang siapa yang orang yang menyuruhmu?" tanya Katarina mengulangi perkataan yang tadi.


" Orang yang menyuruhku adalah tuan Alberto," jawab pria itu akhirnya mengatakan dengan jujur.


" Tuan Alberto? adik kandungku? kamu tidak bohong kan?" tanya tuan Albert seakan tidak percaya kalau adiknya bisa sejahat itu.


" Aku tidak bohong," jawab pria tersebut dengan nada yakin.


" Ketika kami selesai melakukan transaksi tiba - tiba perutku sakit membuatku pergi ke kamar mandi setelah selesai melakukan panggilan alam aku berjalan namun tanpa sengaja mendengar percakapan sepasang suami istri yang telah membayar ku katanya mereka ingin menguasai semua harta milik tuan Albert setelah rencananya berhasil," jawab pria tersebut.


" Apakah ada yang lainnya?" tanya Katarina.


" Tidak ada, hanya itu yang aku tahu," jawab pria tersebut.

__ADS_1


Katarina membisikkan sesuatu ke tuan Albert dan tuan Albert mengangguk tanda setuju kemudian tuan Albert membuka dompetnya dan mengambil debit ATM warna gold.


" Baiklah, di sini ada uang lima puluh juta gunakan uang ini untuk usaha dan tidak membunuh orang lagi," ucap tuan Albert kemudian berjalan ke arah pria tersebut dan memberikan kartu ATM tersebut.


" Tuan, saya sudah sangat jahat dengan kalian kenapa tuan masih baik padaku?" tanya pria itu merasa terharu sambil berusaha bangun tapi ambruk lagi.


" Kami memberi kesempatan untukmu agar kamu mau berubah dan hidup yang lebih baik lagi," jawab tuan Albert.


Katarina yang melihat pria itu kesakitan tidak tega membuat Katarina mengambil satu botol obat lagi dan diberikan ke pria itu.


" Obat ini bisa menyembuhkan luka - lukamu tanpa meninggalkan bekas," ucap Katarina.


" Terima kasih nona dan maafkan aku yang tadi berniat ingin membunuh tuan - tuan dan nona," jawab pria tersebut.


" Lupakan apa yang telah terjadi dan sekarang hiduplah yang lebih baik," ucap Katarina dengan bijak.


" Saya akan ingat itu dan sebagai balasannya saya akan membunuh orang yang telah menyuruhku untuk membunuh tuan - tuan dan nyonya," ucap pria itu.


" Jangan lakukan itu, biarkan mereka akan menjadi urusanku," jawab Katarina.

__ADS_1


" Baiklah kalau begitu," jawab pria tersebut.


Tuan Albert, Rey dan Katarina berpamitan dan meninggalkan tempat tersebut menuju ke mansion milik tuan Albert karena hari sudah menjelang malam.


__ADS_2