
" Apa saya tidak salah dengar?" tanya tuan Albert tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
" Kami mengerti putra kami Mikael lumpuh tapi bukan lumpuh permanen suatu saat nanti putra kami bisa berjalan.'' jawab Dennis.
" Papi dan mami, ini terlalu cepat buat tuan Albert apa lagi mana mungkin tuan Albert menyetujuinya belum lagi Katarina," ucap Mikael
" Tapi sayang..." ucapan Elisabeth terpotong oleh Mikael.
" Sudahlah mam, Mikael sangat yakin Katarina tidak mungkin menyukaiku, lebih baik kita pulang," ucap Mikael sambil tersenyum tapi tersenyum hambar.
" Kenapa namaku di sebut?" tanya Katarina sambil berjalan dengan membawa minuman sedangkan Ana membawa cemilan.
" Katarina duduk sama daddy," ucap tuan Albert yang tidak memperdulikan ucapan Katarina.
" Baik dad," Jawab Katarina patuh.
" Maaf, kami ingin pulang dulu," pamit Elisabeth sambil berdiri dengan diikuti oleh Dennis dan bersiap mendorong kursi roda Mikael.
" Lho kok mami, papi dan kak Mikael pulang? Minum dulu dan cobain cemilan buatan Katarina," pinta Katarina sambil meletakkan nampan yang berisi minuman begitu pula dengan Ana.
" Maaf sayang, kami ada urusan." jawab Elisabeth sambil tersenyum.
" Apakah Katarina melakukan kesalahan?" tanya Katarina dengan mata berkaca - kaca sambil menatap Dennis, Elisabeth, Mikael dan berlanjut ke arah tuan Albert.
" Kalian duduklah," pinta tuan Albert yang tidak tega melihat tatapan sendu putri kesayangannya.
" Mami, papi dan kak Mikael," panggil Katarina
Dennis, Elisabeth dan Mikael serempak menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian duduk kembali di sofa sedangkan Katarina duduk di sebelah kanan tuan Albert dan Ana duduk di sebelah kiri tuan Albert.
" Katarina, daddy ingin bertanya sama kamu dan daddy harap kamu berkata dengan jujur." ucap tuan Albert.
" Tanya apa dad?" tanya Katarina penasaran.
" Apakah kamu mencintai Mikael?" tanya tuan Albert sambil menatap mata Katarina.
" Maksud daddy, apa aku mencintai kak Mikael?" tanya ulang Katarina sambil menatap tuan Albert kemudian menatap wajah tampan Mikael.
" Ya," jawab tuan Albert singkat.
Katarina menatap kembali wajah tampan Mikael seakan meminta penjelasan sedangkan Mikael hanya menatapnya dengan tatapan sendu membuat Katarina menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Entah kenapa hatinya terasa sakit jika mengatakan kalau dirinya belum mencintai Mikael karena mereka baru dipertemukan hanya sebentar namun entah kapan dirinya bisa mencintai Mikael hanya waktu yang bisa menjawabnya.
__ADS_1
" Iya dad, Katarina mencintai kak Mikael, memang kenapa dad?" tanya Katarina sambil tersenyum malu menutupi kebohongannya.
" Nanti kamu akan tahu," jawab tuan Albert.
" Nak Mikael, kalau boleh tahu apa yang membuatmu mencintai putriku?" tanya tuan Albert.
" Mikael baru pertama kalinya merasakan nyaman bersama seorang gadis, walau aku lumpuh tapi aku berjanji untuk membahagiakannya, melindungi dan menjaganya walau nyawa menjadi taruhan ku," jawab Mikael dengan wajah serius.
" Sebenarnya tadi bukannya aku menolaknya tapi jujur aku sangat terkejut tiba - tiba datang ingin melamar putriku sedangkan putriku tidak pernah cerita sedikitpun tentang nak Mikael," ucap tuan Albert jujur.
" Kami mengerti kalau kedatangan kami mendadak dan kami meminta maaf," ucap Elisabeth.
" Tidak apa - apa, oh ya Katarina temani Mikael ke taman belakang," ucap tuan Albert karena ingin membicarakan serius tentang rencana hubungan Mikael dan Katarina.
" Baik dad," jawab Katarina.
Katarina mendorong kursi roda ke arah taman belakang sedangkan Ana kembali ke kamarnya karena mereka tidak jadi pergi ke mansion untuk meracik obat. Katarina menghentikan kursi rodanya di bangku taman belakang kemudian Katarina duduk di bangku tersebut.
" Kak Mikael serius mencintaiku?" tanya Katarina.
" Kakak serius dan kakak sangat senang kamu membalas cinta kakak," jawab Mikael.
" Maaf kak, sebenarnya tadi Katarina berbohong kalau Katarina mencintai kakak." ucap Katarina dengan jujur.
" Kenapa kamu berbohong? kamu tahu ke dua orangtuaku dan orangtuamu pasti membicarakan tentang acara pertunangan kita, aku tidak ingin kita bertunangan tanpa ada saling cinta apalagi sampai kita menikah karena pernikahan tanpa cinta akan terasa hambar," sambung Mikael panjang lebar.
Katarina berdiri kemudian melangkahkan ke dua kakinya di depan Mikael kemudian berlutut sambil menggenggam tangan Mikael.
" Maaf, aku tidak tahu apa itu cinta? yang pasti aku merasa nyaman bila dekat dengan kak Mikael dan tolong ajari aku untuk membalas cinta kak Mikael," ucap Katarina.
" Apakah selama ini kamu tidak pernah jatuh cinta?" tanya Mikael penasaran karena wanita secantik Katarina belum pernah berpacaran.
" Belum pernah, jadi aku mohon kak Mikael jangan marah," Mohon Katarina karena melihat perubahan wajah Mikael.
" Maaf tadi kakak sempat marah karena kakak pikir kamu menyukai seseorang," ucap Mikael sambil tersenyum ke arah Katarina.
" Aku belum pernah menyukai seseorang, jadi apakah kakak mau mengajariku agar aku jatuh cinta pada kakak?" tanya Katarina.
" Aku akan mengajari dirimu agar kamu jatuh cinta padaku," ucap Mikael.
" Terima kasih kak," jawab Katarina.
" Terima kasih kenapa?" tanah Mikael
__ADS_1
" Terima kasih karena mengajariku agar aku jatuh cinta," ucap Katarina.
" Justru aku yang berterima kasih karena kamu mau aku ajari. Oh ya bagaimana dengan ciuman bibir? Apakah aku pria pertama?" tanya Mikael penasaran.
" Baru pertama kali merasakannya bersama kak Mikael," jawab Katarina jujur.
" Berarti aku pria pertama yang mencium bibirmu?" tanya Mikael memastikan sambil tersenyum bahagia karena dirinya pria pertama.
" Iya kak," jawab Katarina jujur.
Grep
Bruk
Mikael menarik tangan Katarina sedangkan Katarina yang belum ada persiapan membuat Katarina jatuh ke pangkuan Mikael. Mikael menatap wajah cantik Katarina kemudian memberanikan diri mengarahkan tangannya ke bibir Katarina.
" Sama, kamu adalah wanita pertama yang aku cium," ucap Mikael.
" Benarkah? Kak Mikael ternyata sangat tampan." ucap Katarina polos sambil membelai wajah mulus Mikael.
" Benar kamu adalah wanita pertama yang aku cium dan mengenai aku sangat tampan itu memang benar adanya,' ucap Mikael narsis.
" Aish narsis sekali," ucap Katarina dengan bibir bawah dimajukan.
Mikael tersenyum kemudian menatap bibir berwarna merah muda membuat Mikael ingin merasakan kembali bibir Katarina yang sudah menjadi candunya, Mikael memberanikan diri untuk memajukan wajahnya ke wajah Katarina dan bersiap untuk mencium dan sekaligus ingin meluma*tnya sedangkan Katarina mengalungkan ke dua tangannya sambil memejamkan matanya karena dirinya juga ingin merasakan ciumannya dari Mikael.
" Ehem.." ucap tuan Albert berupa deheman
Mikael yang hampir saja menyentuh bibir Katarina mendengar deheman tuan Albert menjauhkan wajahnya sedangkan Katarina melepaskan ke dua tangannya kemudian berdiri dengan tegak.
" Dasar anak nakal, di tinggal sebentar main nyium anak gadis orang." omel Elisabeth sambil menjewer putra pertamanya.
" Ampun mam." ucap Mikael sambil memegangi telinganya.
" Lebih baik kita bicara di ruang keluarga, ada yang ingin aku katakan," ucap tuan Albert sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mereka.111
" Baik," jawab mereka serempak.
" Aduh Mikael kenapa jadi anak tidak bisa sabar sih?" omel Elisabeth sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer Mikael kemudian berjalan mengikuti tuan Albert.
" Maaf mami terbawa suasana," ucap Mikael.
" Mami, jangan marahi kak Mikael aku juga salah," ucap Katarina yang tidak tega melihat Mikael dimarahi oleh Elisabeth.
__ADS_1