
Sama seperti yang di lakukan oleh istrinya, Katarina melakukan juga terhadap suami pelayan tersebut dengan memberikan racun ke dalam mulutnya tapi berbeda jenis racun dengan istrinya karena racun untuk suaminya dosisnya lebih besar yaitu dua kali hingga setengah jam kemudian obat tersebut menunjukkan reaksinya membuat Katarina tersenyum menyeringai.
" Bagaimana? Tersiksa bukan?" Tanya Katarina sambil tersenyum menyeringai.
Katarina tiba - tiba mendapatkan penglihatan kalau sepasang suami istri berkerja sama dengan ibu tiri dan adik tiri kalau mereka berempat sering menyiksa pemilik tubuhnya dan juga mereka sering menyuruh Katarina untuk membersihkan seluruh mansion selain itu mereka berempat melakukan perbuatan semena - mena terhadap penghuni mansion yang setia dengan ibu kandung Katarina hal itu membuat mereka keluar satu demi satu.
Sepasang suami istri tersebut mulai merasakan tubuhnya terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan tapi mereka berusaha
menahannya namun lama kelamaan sepasang suami istri tersebut tidak dapat menahannya lagi.
" Baik aku mengaku." Jawab mereka serempak.
" Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Katarina sambil tersenyum devil.
" Berikan kami obat penawarnya baru kami akan memberikan informasinya," Jawab pelayan tersebut.
" Benar kata istriku berikan obat penawarnya nanti kami akan memberitahukannya." Sambung bodyguard tersebut.
" Kalian berdua tidak berhak untuk mengaturku, siapa yang menyuruh kalian?" Tanya Katarina mengulangi perkataannya.
" Nyonya Ririn." Jawab mereka berdua serempak.
" Apa ibu tiri ku? Eh salah wanita ular itu yang meracuni daddy ku?" Tanya Katarina sambil menahan amarahnya.
" Benar nona." Jawab pelayan tersebut.
" Nona kami sudah mengatakan siapa yang menyuruh kami jadi aku minta sekarang berikan kami penawarnya," sambung bodyguardnya.
" Ceritakan yang lebih lengkap." Pinta Katarina yang tidak memperdulikan permohonan bodyguard milik tuan Albert.
Bodyguard itupun dengan susah payah menahan tubuhnya yang sudah terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan hingga tidak berapa lama bodyguard sudah selesai menceritakan tanpa ada yang di tutupinya.
" Nona, aku sangat tersiksa." Ucap pelayan tersebut sambil tubuhnya digerakkan ke kanan dan ke kiri.
" Benar kata istriku nona, kami sudah memberitahukan semuanya tanpa ada yang kami tutupi," ucap bodyguard.
Katarina hanya berdiri dan berjalan ke arah pintu tanpa mengeluarkan kata sedikitpun membuat sepasang suami istri terpaksa memanggil Katarina
" Nona tunggu!!!" Teriak sepasang suami istri bersamaan
__ADS_1
Katarina menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya dan menunggu apa yang akan mereka katakan walau dirinya sudah tahu apa yang ingin mereka katakan.
" Ada apa?" tanya Katarina dengan nada dingin.
" Nona, kami sudah mengatakan yang sebenarnya jadi tolong berikan kami obat penawarnya," mohon pelayan tersebut.
" Apa yang dikatakan oleh istriku benar nona, kami sudah mengatakannya jadi kami mohon berikan kami penawarnya," mohon bodyguard tersebut.
' Cih, baru kali ini aku memohon seperti ini. Awas saja kalau aku sudah di kasih obat penawar giliran mu yang akan kami racun tidak usah mahal - mahal akan aku berikan racun tikus biar kamu langsung mati." ucap bodyguard itu dalam hati sambil menahan amarahnya sekaligus menahan tubuhnya yang tersiksa karena tubuhnya terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan.
' *Si*lan baru kali ini aku merendahkan diriku di depan wanita murahan, awas saja aku akan membunuhmu bagaimanapun caranya," ucap pelayan itu dalam hati sambil menahan amarahnya sekaligus menahan tubuhnya yang tersiksa karena tubuhnya terasa terbakar dan juga merasakan kehausan secara bersamaan*.
" Sejak dulu kalian sering menyiksaku dan aku berusaha untuk memaafkan semua kesalahan kalian dan melupakannya tapi kali ini aku tidak bisa memaafkan kalian lagi jadi terimalah hukuman yang pantas kalian dapatkan," ucap Katarina.
Katarina melangkahkan kakinya kembali tanpa memperdulikan teriakan dan caci maki sepasang suami istri tersebut sedangkan di tempat yang berbeda setelah mengantar Katarina pulang ke mansion, Dennis mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju ke mansion nya mengantar istrinya yang bernama Elisabeth dan putra sulungnya yang bernama Mikael.
" Papi, minggu depan reuni keluarga besar kan?" tanya Mikael
" Ya.," jawab Dennis singkat
" Apakah aku boleh mengajak Katarina?" tanya Mikael penuh harap.
" Apakah kamu suka dengan Katarina?" tanya Dennis.
" Tidak tahu pi, hanya saja Mikael baru kali ini merasa nyaman jika dekat dengan Katarina." jawab Mikael yang belum mengerti apa itu suka atau cinta.
" Apakah jantungmu berdetak kencang jika dengan Katarina?" tanya Dennis.
" Iya pi, jantung Mikael berdetak kencang terlebih ketika Katarina menarik tubuhku hingga Katarina berada di atas tubuhku jantungku semakin berdetak kencang," ucap Mikael
' *Bukan hanya jantungku saja yang berdetak kencang, tombak saktiku mulai terasa tegang ketika Katarina menggerakkan tubuhnya sambil meraba dadaku untuk mencari pistolku membuat tombak saktiku semakin menegang... Si*l membayangkan itu lagi membuat tombak saktiku bereaksi." umpat Mikael dalam hati sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil untuk menghilangkan pikiran mesumnya*.
Mikael tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya karena yang ada dirinya akan di jewer oleh ke dua orang tuanya kalau dirinya mempunyai pikiran mesum terhadap Katarina.
" Berarti tandanya kamu itu jatuh cinta," ucap Dennis
" Kok papi bisa tahu?" tanya Mikael
" Ya tahulah, dulu papi kan juga pernah muda dan jatuh cinta sama mami mu," ucap Dennis sambil melirik sekilas ke arah istrinya yang sedang tersenyum malu.
__ADS_1
" Apa yang membuat papi suka sama mami?" tanya Mikael.
" Mami mu sangat baik dan mami mu sangat berbeda dengan wanita lain, papi sangat bersyukur bisa menikah dengan mami mu," ucap Dennis
" Kalau mami apa yang membuat mami suka sama papi?" tanya Mikael kepo.
" Papi mu sangat baik sama mami, melindungi mami di saat ada orang yang ingin mencelakai mami," jawab Elisabeth.
" Selain itu apa lagi mam?" tanya Mikael.
" Kamu baca saja novel tentang awal pertemuan mami dan papi sampai kami mempunyai anak yang sangat tampan dan cantik," ucap Elisabeth
" Judulnya apa mam? Karangan siapa?" tanya Mikael antusias
" Tentara Dingin VS Dokter Dingin, karangan Yayuk Triatmaja." jawab Elisabeth
" Oh ya Mikael ingat, Yayuk Triatmaja sudah membuatkan novel sebanyak sembilan novel, nanti Mikael baca semua novel karya Yayuk Triatmaja." ucap Mikael
" Tidak emak, tidak anak sukanya baca novel," Gerutu Dennis
" Bukannya papi juga suka?" tanya Mikael.
" Awalnya tidak suka tapi karena waktu mami mu hamil kalian, papi di suruh mami kalian untuk bacain novel karangan Yayuk Triatmaja selama dua bulan jadi lama - lama papi ketagihan untuk membacanya sampai akhir apa lagi itu cerita kebanyakan tentang keluarga kita," ucap Dennis sambil masuk ke dalam gerbang mansion miliknya yang sudah dibukakan oleh dua orang bodyguard.
" Maaf sayang, papi ada urusan sebentar nanti pulang," pamit Dennis.
" Mau kemana sayang?" tanya Elisabeth.
" Katanya kantor lagi masalah makanya papi mau ke kantor dulu," ucap Dennis berbohong.
" Masalah apa pi?" tanya Elisabeth penasaran sambil menatap suaminya dari arah samping.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa jawaban Dennis ? Di tunggu bab selanjutnya ya?
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
__ADS_1
Dari author Yayuk Triatmaja