Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Siapa Yang Menyuruhmu


__ADS_3

Katarina yang memiliki indera pendengaran yang tajam mendengar ada pergerakan menuju ke arah mereka membuat Katarina mengambil 3 kartu domino sambil berbicara dengan nada pelan.


" Daddy dan paman ada pergerakan menuju ke arah sini sepertinya ular jadi daddy dan paman jangan sedikitpun bergerak," ucap Katarina.


Tuan Albert dan Rey langsung diam dan tidak bergerak sedangkan Katarina menatap ke sekeliling yang di penuhi dengan rumput.


Jleb


Jleb


Jleb


Katarina melempar 3 kartu domino ular itupun langsung mati di tempat membuat tuan Albert dan Rey saling menatap seakan tidak percaya apa yang dilakukan oleh Katarina sedangkan Katarina yang tadi duduk langsung berdiri sambil menatap ke sekeliling makam tersebut hingga mata elangnya menangkap seorang pria bersembunyi tidak jauh dari tempat tersebut.


" Daddy dan paman Rey di sini saja, aku mau mengejar orang yang telah berani memberikan 3 ular ke kita," ucap Katarina sambil mengambil lima kartu domino dari dalam tasnya dengan menggunakan tangan kirinya.


Sebelum menjawab Katarina berlari dengan langkah cepat menuju ke tempat pria itu bersembunyi sedangkan pria itu melihat kejahatannya diketahui oleh Katarina membuat pria itu membalikkan badannya dan berjalan dengan langkah cepat.


Katarina yang melihat pria itu ingin melarikan diri membuat Katarina mengambil salah satu kartu domino dari tangan kirinya dan melempar kartu domino tersebut dengan menggunakan tangan kanannya ke arah salah satu kaki pria tersebut.


Jleb

__ADS_1


" Akhhhh!!!!" teriak pria tersebut.


Bruk


Pria itupun langsung ambruk namun berusaha untuk bangun dan berjalan dengan terpincang - pincang, Katarina yang melihat tersebut mengambil lagi satu kartu domino dari tangan kirinya kemudian mengarahkan ke arah kaki satunya dan melempar kartu domino dengan menggunakan tangan kanannya.


Jleb


" Akhhhhhhhh!!!!" teriak pria itu kembali.


Bruk


" Bergerak satu langkah saja maka aku tidak segan - segan melempar senjataku dan kamu langsung ma ti mengenaskan," ancam Katarina.


" Siapa yang menyuruhmu untuk mencelakai kami?" tanya Katarina sambil tangan kanannya memegang kartu domino.


" Aku tidak mengenalmu," ucap pria itu berbohong.


" Aku tahu anda berbohong, siapa yang menyuruhmu?" tanya Katarina ulang.


" Aku sudah bilang kalau aku tidak mengenalmu dan nona telah mencelakai orang yang tidak bersalah," jawab pria itu bersikeras kalau dirinya tidak bersalah.

__ADS_1


Katarina membuka tasnya kemudian mengambil botol yang berisi racun kemudian diolesi ke kartu domino sedangkan posisi pria itu masih sama yaitu membelakangi Katarina tanpa berani menatap wajahnya.


" Aku hitung sampai 3... 1..... 2..... 3..... siapa yang menyuruhmu?" tanya Katarina mengulangi perkataannya.


" Jawabanku tetap sama yaitu aku tidak mengenalmu jadi nona salah orang," jawab pria tersebut tidak merubah ucapannya.


" Baiklah kalau begitu pergilah," usir Katarina.


Pria itupun berjalan dengan menggunakan ke dua tangannya untuk menarik tubuhnya karen ke dua kakinya terluka akibat ulah Katarina namun belum ada dua menit Katarina melempar satu kartu domino yang sudah diolesi racun ke arah pria tersebut.


Jleb


" Akhhhhhhhhhhh...." teriak pria itu kembali.


" Pergilah sejauh mungkin tapi belum ada lima menit anda akan ma ti kehabisan darah selain itu anda akan mengalami rasa sakit yang teramat sangat," ucap Katarina


" Aku tidak menyangka nona bisa sejahat itu ingin membunuh orang yang tidak bersalah," ucap pria tersebut sambil berusaha menarik tubuhnya dengan menggunakan ke dua tangannya.


" Aku tidak perduli apa katamu, bye," ucap Katarina sambil membalikkan badannya dan meninggalkan pria tersebut.


" Tunggu, berikan aku obat penawarnya!! teriak pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2