Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Kartu Domino


__ADS_3

" Dokter anak kami laki - laki atau perempuan?" tanya Mikael


" Maaf tuan, saya belum bisa memastikan apakah bayinya laki laki atau perempuan," jawab dokter kandungan.


" Kenapa belum bisa?" tanya Mikael


" Karena janinnya masih kecil nanti kalau sudah besar baru ketahuan apakah laki - laki atau perempuan," jawab dokter tersebut.


Ketika Mikael ingin mengatakan sesuatu Katarina menggenggam tangan Mikael membuat Mikel menghembuskan nafasnya dengan perlahan karena usahanya supaya istrinya tidak menanyakan hal itu gagal.


Mikael melakukan itu karena tidak ingin dokternya kaget kalau mereka akan berperang membuat Mikael berpikir kembali.


" Sayang ayo kita pulang, sayangku dan anak kita perlu istirahat," ucap Mikael


" Sebentar honey ada yang ingin aku tanyakan," pinta Katarina


" Apakah selama aku hamil, boleh melakukan itu dok?" tanya Katarina tanpa memberikan kesempatan suaminya berbicara dengan wajah memerah menahan malu.


" Untuk sementara ini jangan dulu nyonya karena terlalu riskan untuk calon bayinya," jawab dokter tersebut yang mengerti arti ucapan Katarina


" Sayang, kamu..." ucap Mikael menggantungkan kalimatnya karena dirinya tidak percaya kalau istrinya sekarang sama mesumnya seperti dirinya.


" Aku tidak tahu honey, jika dekat dengan honey aku ingin melakukan itu," jawab Katarina sambil menutup wajahnya karena dirinya sangat malu.


" Kenapa malu?" tanya Mikael menggoda istrinya sambil membuka ke dua tangan istrinya.


( " Aduh kenapa bermesraan di depanku, aku kan jadi pengen," ucap dokter tersebut dalam hati )


( " Seandainya aku mempunyai suami aku ingin suamiku seperti pria di depanku tampan, romantis dan tajir," ucap perawat tersebut dalam hati )


" Maaf dokter," ucap Katarina ketika dokter dan perawat melihat kemesraannya bersama suaminya.


" Tidak apa - apa nyonya," jawab dokter tersebut sambil tersenyum lega karena tidak melihat lagi kemesraan mereka.


" Jadi nyonya kurangi aktifitas hubungan suami istri agar tidak terjadi sesuatu dengan calon bayinya," ucap dokter tersebut sambil menulis resep.


" Baik dokter," jawab Katarina patuh.

__ADS_1


" Ini resep penguat kandungan dan vitamin," ucap dokter tersebut sambil memberikan resep tersebut ke arah Katarina.


" Terima kasih dok," Sambung Katarina sambil berdiri begitu pula dengan Mikael sambil Mikael menerima resep tersebut.


Mereka berdua keluar dari ruangan dokter kandungan dan berjalan dengan santai menuju ke arah apotik hingga ada seorang gadis berjalan dari arah berlawanan ke arah Mikael sambil memainkan ponselnya.


Katarina yang tahu kalau gadis itu sengaja ingin menabrakkan diri ke arah Mikael membuat Katarina menarik tangan Mikael ke arah samping hingga menabrak tubuh Katarina. Mikael yang sangat kaget dengan apa yang dilakukan istrinya langsung memeluk Katarina agar tidak terjatuh.


Bruk


" Akhhhhhhhhhhhhhh.." teriak gadis tersebut


Bruk


Bruk


Gadis itu tidak bisa menghentikan langkahnya hingga menabrak kakek - kakek gendut, sangat hitam dan jelek di belakang Mikael, membuat gadis itu berteriak bersamaan dirinya dan kakek tersebut jatuh ke lantai dengan posisi kakek di bawah dan gadis tersebut di atas di tambah gadis itu mencium bibir keriput kakek tersebut membuat gadis itu mengangkat kepalanya.


Bugh           Bugh


Gadis itupun berteriak kesakitan sambil berusaha bangun dari tubuh sang kakek kemudian pergi sambil menahan rasa malu teramat sangat sekaligus mengalami musibah karena mencium bibir kakek tersebut.


Katarina yang melihat kejadian tersebut hanya tersenyum sedangkan suaminya tahu kenapa istrinya tersenyum.


" Pantas saja istriku menarik tanganku karena tidak rela tubuh suaminya di sentuh gadis lain," ucap Mikael sambil menarik hidung Katarina dengan pelan.


" Tubuhku di sentuh pria lain suamiku juga tidak mungkin terima," jawab Katarina tidak mau kalah sambil menggenggam tangan suaminya.


" Tentu saja aku tidak terima," jawab Mikael


" Makanya aku juga sama tidak terima," jawab Katarina dengan nada santai.


Mikael tersenyum sambil membelai rambut istrinya, setelah beberapa menit menunggu akhirnya nama Katarina di panggil dan Mikael mengambil obat penguat kandungan dan vitamin setelah itu mereka berjalan ke arah lobby dan melihat Dominique dan Marcelino datang sambil membawa paper bag ukuran kecil.


" Apakah itu domino?" tanya Katarina


" Benar nyonya dan ini dominonya," ucap Marcelino sambil memberikan domino ke Katarina.

__ADS_1


" Terima kasih," jawab Katarina sambil menerima paper bag yang berisi domino tersebut.


" Oh iya aku ingat, waktu itu istriku menggunakan kartu domino sebagai senjata pengganti pistol," ucap Mikael yang mulai ingat.


" Saya juga ingat." sambung Marcelino


" Apakah bisa kartu domino bisa digunakan sebagai senjata?" tanya Dominique penasaran


" Tentu bisa, nanti aku akan memperlihatkan dirimu tapi sebelumnya kita keluar dari rumah sakit," jawab Katarina.


" Ok," jawab Dominique singkat.


Mereka berempat pergi meninggalkan rumah sakit menuju ke arah parkiran, Marcelino mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga di jalan sepi mereka melihat mobil di parkir di tengah jalan menghalangi pengendara lewat.


Enam pria masing - masing membawa senjata tajam di antaranya golok, clurit, kayu panjang, besi panjang dan bambu panjang membuat Katarina meminta Marcelino menghentikan mobilnya yang tidak jauh dari lokasi kejadian.


" Dominique, kamu melihat ke enam pria itu?" tanya Katarina sambil membuka bungkusan domino dan mengambil 6 kartu domino


" Ya," jawab Dominique singkat.


Katarina keluar dari mobil diikuti oleh Mikael, Dominique dan Marcelino membuat ke enam pria tersebut berjalan ke arah mereka sambil masing - masing membawa senjata.


Jleb     Jleb      Jleb        Jleb        Jleb        Jleb


" Akhhhhhhhhhhh!!!!" teriak ke enam pria tersebut serempak


Bruk      Bruk      Bruk       Bruk      Bruk     Bruk


Katarina langsung melempar enam kartu domino dan tepat mengenai kening ke enam pria tersebut membuat ke enam pria tersebut berteriak kesakitan setelah beberapa lama mereka meninggal di tempat.


" Sudah lihat kan?" tanya Katarina.


" Hebat, aku mau belajar," ucap Dominique


" Aku juga mau," sambung Mikael dan Marcelino serempak.


" Nanti aku akan ajarkan, sekarang kita melanjutkan perjalanan menuju ke mansion" jawab Katarina sambil berjalan ke arah mobil diikuti Mikael dan yang lainnya.

__ADS_1


__ADS_2