Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Masa Lalu


__ADS_3

Dokter Dona menatap mata Reno dan tidak ada kebohongan di matanya. Terlihat jelas wajah penyesalan dan rasa kuatir membuat dokter Dona membelai wajah tampan Reno sambil tersenyum.


" Sstttttt... Sa... kit," ucap dokter Dona sambil memegangi mulutnya dengan pelan.


" Kenapa calon istriku lidahnya masih sakit?" tanya Reno sambil memalingkan wajahnya ke arah dokter Bela dengan tatapan tajam.


" Itu karena wanita itu menggigit lidahnya perlu beberapa hari akan sembuh," jawab dokter Dona dengan wajah cemberut.


" Sekarang kamu pergilah," usir Reno


Tanpa banyak bicara dokter Dona pergi meninggalkan mereka berdua tanpa banyak bicara sambil menahan amarahnya terhadap dokter Dona yang tidak melakukan apa-apa.


Reno turun dari ranjangnya kemudian dan berjalan ke arah laci dekat sofa kemudian mengambil buku polos dan diberikan ke dokter Dona.

__ADS_1


" Jika ada yang ingin katakan, tulisan di kertas ini?" ucap Reno


Dokter Dona menerima buku tersebut kemudian menuliskan sesuatu setelah itu diberikan ke Reno sedangkan Reno menerima buku tersebut dan membacanya.


" Apakah kak Reno serius menikah denganku? Kalau iya kenapa sekarang berubah pikiran?"


" Aku serius mau menikah denganmu karena aku sangat takut kehilanganmu," jawab Reno dengan jujur.


" Waktu aku bertanya kak Reno mengatakan tidak akan menikah denganku, kenapa?"


Reno menerima buku tersebut kemudian membacanya setelah selesai Reno menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian duduk di sisi ranjang dokter Dona.


" Jujur aku sangat trauma dengan pernikahan, lima tahun yang lalu aku hampir saja menikah tapi aku gagal karena tiba-tiba perusahaan yang aku pimpin hampir bangkrut dan wanita itu membatalkan pernikahan kami karena tidak mau hidup miskin denganku. Dia menikah dengan rival bisnisku, aku sangat marah dan kecewa padannya padahal apa yang dia inginkan aku selalu mengabulkannya," jawab Reno.

__ADS_1


" Sejak kejadian itu aku berusaha memajukan perusahaan agar perusahaan yang hampir bangkrut kembali berjaya dan berkat bantuan temanku perusahaan itu kembali berjaya hingga suatu ketika temanku menjodohkan aku dengan adiknya karena merasa berhutang budi aku menerima perjodohan nya," sambung Reno


Reno menghembuskan nafasnya dengan perlahan sedangkan dokter Dona mendengarkan cerita masa lalu Reno sambil menggenggam tangan Reno untuk memberikan kekuatan.


" Dalam perjalanan menuju ke gedung pernikahan mobilku tertabrak truk hingga mobilku terguling-guling dan setelah itu aku tidak sadarkan diri. Ketika tersadar wajahku di balut perban setelah seminggu perbanku di buka ternyata wajahku cacat seperti waktu itu yang kamu lihat. Melihat wajahku kembali cacat malah lebih parah dari sebelumnya membuatku down di tambah temanku mengatakan kalau pernikahan dengan adiknya tidak bisa lagi diteruskan." ucap Reno.


Reno memberikan buku yang tadi di tulis oleh dokter Dona dan dokter Dona kembali menuliskan sesuatu sedangkan Reno hanya menatap dokter Dona dengan tatapan sendu. Dokter Dona kembali memberikan buku tersebut ke Reno dan Reno menerimanya kemudian membacanya.


" Maaf, tadi kata kak Reno melihat wajahku kembali cacat malah lebih parah dari sebelumnya. Apakah sebelumnya pernah cacat?"


Reno menghembuskan nafasnya dengan berat untuk menghilangkan rasa sesaknya. Reno mengingat masa lalu yang ingin dilupakannya tapi karena dokter Dona ingin tahu membuat Reno terpaksa mengatakan ke dokter Dona.


" Sembilan belas tahun yang lalu..." ucap Reno menceritakan tentang masa lalunya.

__ADS_1


__ADS_2