
" Apakah kamu mencintaiku?" tanya Reno sambil menatap mata dokter Dona
" Tidak, kak Reno turun dari tubuhku," ucap dokter Dona sambil memalingkan wajahnya kemudian mendorong tubuh Reno.
Dokter Dona tubuhnya selalu bergerak untuk melepaskan diri dari tubuh Reno tanpa mengetahui bahaya mengancam dirinya yaitu tombak sakti milik Reno semakin lama semakin mengeras hingga tidak berapa lama dokter Dona langsung tersadar dan tidak berani untuk bergerak karena bagian bawah perutnya ada yang mengganjal.
" Kenapa berhenti bergerak?" tanya Reno pura - pura tidak tahu.
" Kak Reno, aku mohon turun dari tubuhku," mohon dokter Dona mengulangi perkataannya.
" Kenapa kamu tidak mencintaiku?" tanya Reno yang tidak memperdulikan permohonan dokter Dona.
" Iya aku mencintaimu, dan aku mohon lepaskan aku karena mulai sekarang aku ingin mengundurkan diri," ucap dokter Dona.
" Kenapa ingin berhenti berkerja?" tanya Reno dengan nada bingung sekaligus hatinya sangat bahagia karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
" Aku pergi agar hatiku tidak bertambah sakit ketika orang yang aku cintai mencintai seseorang," jawab dokter Dona.
" Aku juga mencintaimu," bisik Reno
Reno mendekatkan wajahnya ke bibir dokter Dona kemudian menciumnya, dari sekedar ciuman berubah menjadi ******* membuat dokter Dona memeluk leher Reno hal itu membuat Reno tersenyum bahagia.
Reno mengecup leher putih dokter Dona kemudian memberikan tanda kemerahan sambil tangan satunya melepaskan satu persatu kancing kemeja dokter Dona.
__ADS_1
Entah bagaimana kini mereka berdua tidak menggunakan sehelai benangpun, Reno yang tahu titik sensitif wanita membuat dokter Dona melayang dan mengeluarkan suara merdu.
" Sayang... ahhhhh... " ucap dokter Dona ketika pertama kali mendapatkan pelepasan.
" Ulangi lagi sayang," ucap Reno
" Tidak aku malu," jawab dokter Dona sambil memeluk tubuh Reno.
" Kenapa malu? ulangi lagi yang tadi kamu katakan?" pinta Reno
" Sayang," panggil dokter Dona dengan wajah memerah menahan malu.
" Bagus mulai sekarang dan seterusnya panggil aku sayang," ucap Reno
Jleb
Reno berusaha memasukkan tombak saktinya ke goa yang sekelilingnya di tumbuhi rumput hitam, awalnya sangat sulit namun di hentakan ke tiga Reno berhasil bersamaan suara kesakitan dari mulut dokter Dona bersamaan tombak sakti milik Reno terkena bercak darah tanda kalau mahkota berharga milik dokter Dona telah terenggut oleh Reno.
" Sakittttt...Kak Reno aku mohon lepaskan." mohon dokter Dona sambil mencakar punggung Reno.
" Maaf sayang, lama - lama enak kok," bisik Reno yang tidak memperdulikan cakaran dokter Dona.
Reno sebenarnya tidak tega tapi dirinya ingin menuntaskan ha sratnya yang sejak beberapa hari selalu di tahan ketika melihat dokter Dona memakai celana pendek.
__ADS_1
Reno mendiamkan tombak sakti miliknya berada di dalam goa milik dokter Dona agar goa nya bisa beradaptasi dengan tombak sakti milik Reno sambil memberikan pemanasan kembali agar rasa sakit teralihkan.
Setelah dokter Dona sudah mulai tenang Reno mulai memaju mundurkan tombak saktinya hingga hampir setengah jam tombak sakti milik Reno mengeluarkan laharnya.
Reno dengan sengaja memasukkan ke dalam rahim dokter Dona agar dokter Dona hamil karena dirinya sangat ingin mempunyai keturunan setelah beberapa menit Reno menarik tubuhnya dan berguling ke arah samping kemudian memeluk dokter Dona.
" Terima kasih sayang," ucap Reno
" Apakah kita akan menikah?" tanya dokter Dona sambil membalas pelukan Reno dan menatap Reno dengan sendu.
" Kenapa kita mesti menikah?" tanya Reno.
" Kita sudah melakukan hubungan suami istri, apakah kak Reno tidak mau bertanggung jawab jika seandainya aku hamil?" tanya dokter Dona dengan mata berkaca - kaca sambil menarik tubuhnya dan membelakangi Reno.
" Aku akan bertanggung jawab tapi aku tidak akan menikah denganmu," ucap Reno berbohong.
( ' Tentu saja aku akan menikah denganmu hanya saja aku ingin tahu apa reaksimu jika apa yang aku katakan bertentangan dengan kata hatiku," ucap Reno dalam hati )
" Berarti apa yang dikatakan kak Reno mencintaiku adalah bohong?" tanya dokter Dona.
" Aku tidak bohong, memang aku mencintaimu tapi tidak untuk menikah denganmu," ucap Reno dengan nada tegas.
Dokter Dona bangun dan mengambil pakaiannya dan memakainya sedangkan Reno yang melihatnya hanya tersenyum sambil menyeringai dengan apa yang dilakukan oleh dokter Dona.
__ADS_1
" Mau kemana?" tanya Reno pura - pura tidak mengerti.