
' Aku harus pergi dari sini mumpung si pria jelek itu tidur,' ucap Valen dalam hati.
Valen menarik jarum infus dengan perlahan membuat Valen meringis setelah selesai Valen melihat topeng milik Reno terlepas dengan perlahan Valen mengambil topeng tersebut lalu turun dari ranjang dan berjalan dengan perlahan untuk meninggalkan Reno sendirian di ruang perawatan.
Valen berjalan dengan perlahan agar tidak ada orang yang mengenalnya hingga dirinya melihat seorang wanita yang membelakangi dirinya Valen memukul tengkuk wanita itu hingga wanita itu tidak sadarkan diri kemudian membawanya ke kamar mandi.
Valen menukar pakaiannya setelah lima menit Valen keluar dari kamar mandi dengan jalan bersantai hingga dirinya sampai di lobby dan langsung naik taksi menuju ke rumah kontrakannya sambil menahan rasa sakit pada bagian perutnya.
' Aku harus pergi dari kota ini dan setelah satu bulan baru aku kembali ke kota ini memberikan pelajaran untuk wanita ****** itu karena gara - gara dia aku jadi seperti ini dan untuk kamu Reno aku akan membalaskan dendamku karena sudah membuatku hancur seperti ini. Kalian berdua tunggu saja pembalasanku yang tidak pernah kalian bayangkan sedikitpun." ucap Valen dalam hati dengan menyimpan dendam terhadap Katarina dan Reno.
xxxxxx
Malam menjelang pagi perlahan Reno membuka matanya dan matanya membulat sempurna melihat Valen tidak ada di ranjang membuat Reno langsung berdiri dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah kamar mandi sambil memanggil nama Valen namun tidak ada jawaban.
Reno tanpa sadar kalau dirinya masih berada di dalam rumah sakit dan berjalan keluar sambil berteriak memanggil nama Valen hingga beberapa orang sebagian berbisik, sebagian berteriak dan sebagian memfoto wajah Reno membuat Reno tersadar kalau dirinya tidak berada di mansionnya karena baru pertama kali ini dia berada di rumah sakit.
" Akhhhhh.... Hantu!!!" teriak sebagian pengunjung
" Astoge hantu dari mana ini?" teriak pengunjung lainnya.
" Kita foto yuk dan kita kirim ke sosmed," usul pengunjung lainnya
Dan masih banyak kata - kata yang sangat menyakitkan membuat Reno menutup wajahnya dan bersiap melarikan diri namun mereka tanpa punya rasa empati menahan Reno agar tidak pergi hingga terdengar suara dua gadis berteriak.
" Apa yang kalian lakukan?" Teriak ke dua gadis tersebut sambil berjalan ke arah mereka.
" Lihat ada monster," ucap mereka serempak.
" Apa kalian manusia?" tanya gadis itu
" Apa maksudmu?" tanya pria itu dengan nada emosi.
Ada beberapa pria yang tersinggung dan bersiap menampar gadis tersebut tapi tangannya di tahan oleh ke dua gadis tersebut dan di cengkram dengan kuat kemudian mendorongnya hingga terjatuh.
" Kalau kalian memang manusia seharusnya jangan menghina orang lain," ucap gadis pertama.
" Kalau kalian dikatakan seperti itu apakah kalian mau?" tanya gadis ke dua
" Tapi wajahnya memang seperti monster, lihat saja wajahnya," ucap salah satu pria sambil berusaha berdiri.
Ke dua gadis tersebut menatap ke arah wajah Reno yang masih ditutupi dengan ke dua tangannya kemudian menatap ke arah pria itu dengan tatapan tajam.
" Jika wajahmu di siram dengan air keras dan menjadi sama seperti pria itu, bagaimana perasaanmu jika semua orang menyebutmu monster?" tanya gadis pertama
" Apa aku siram wajah kalian baru kalian bisa merasakan apa yang dirasakan oleh pria tersebut?" tanya gadis kedua sambil mengeluarkan botol berwarna bening dan membuka tutup botol tersebut untuk bersiap menyiram kerumunan tersebut.
" Tidak,'' jawab mereka serempak dan langsung kabur meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
" Boleh kami melihat wajahmu?" tanya gadis pertama.
Gadis ke dua hanya meminum air yang tadi pura - pura hendak menyiram kerumunan. Gadis itu sengaja menakuti mereka karena sebenarnya air yang di dalam botol hanya minuman air mineral.
" Untuk apa? Apakah setelah mereka menghinaku kalian juga akan menghinaku?" tanya Reno sambil membalikkan wajahnya.
" Apakah kami seperti itu?" tanya ke dua gadis tersebut dengan serempak.
Reno dengan ragu membalikkan badannya dan dengan perlahan menurunkan ke dua tangannya, ke dua gadis tersebut terkejut tapi berusaha disembunyikan karena tidak ingin membuat pemuda tersebut bertambah sedih.
Reno kembali menutup wajahnya dengan ke dua tangannya tapi salah satu gadis tersebut menahan tangan Reno dan menatap wajah Reno dengan serius membuat Reno memalingkan wajahnya.
Gadis itu pun mengulurkan tangannya ke wajah Reno tanpa ada rasa jijik sedikitpun sambil memperhatikan dengan seksama wajah Reno.
" Kenapa melihat wajahku? apakah kalian tidak merasa jijik?" tanya Reno dengan nada bingung.
" Apakah benar ini penyebab air keras?" tanya gadis pertama tanpa menjawab pertanyaan Reno.
" Ya," jawab Reno singkat
" Siapa yang melakukannya? dan kenapa dia melakukan perbuatan jahat seperti ini?" tanya gadis pertama
" Ibu tiriku yang melakukannya, wanita ular itu ingin menguasai harta warisan peninggalan ke dua orang tuaku," ucap Reno.
" Jahat sekali wanita itu," ucap ke dua gadis itu dengan serempak.
" Aku bisa menyembuhkan luka kakak, maaf bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan kakak? Namaku Katarina," ucap Katarina memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.
" Reno, benarkah kamu bisa menyembuhkan lukaku?" tanya Reno sambil membalas uluran tangan Katarina.
" Tentu saja bisa kalau kakak bersedia dan oh ya kenalkan ini temanku." ucap Katarina sambil melepaskan tangannya begitu pula dengan Reno.
" Anabela panggil saja Ana," jawab Ana sambil mengulurkan tangan kanannya.
" Reno," jawab Reno singkat dan membalas uluran tangan Ana.
" Maaf kak, semua orang memperhatikan kita," ucap Katarina
" Kalian pergilah biarkan aku sendiri," ucap Reno
" Ana tidak akan pergi kak, biar Ana akan menemani kakak keluar dari rumah sakit ini," ucap Ana
" Benar kata temanku biar kami yang menemani kak Reno hingga kak Reno naik taksi," sambung Katarina.
" Biar aku hubungi anak buahku untuk menjemput ku," ucap Reno
Reno mengambil ponselnya dan langsung menghubungi anak buahnya setelah selesai Reno menyimpan kembali ponselnya di saku kemejanya.
__ADS_1
" Sebentar lagi sampai, oh ya bagaimana aku menghubungimu untuk menanyakan pengobatan ku?" tanya Reno yang tidak ingin di hina lagi.
" Mana ponsel kakak," pinta Katarina.
Reno mengambil ponselnya dan memberikan ke Katarina dan Katarina mengetik nomer ponselnya setelah selesai Katarina memberikan ke Reno.
" Itu nomer ponselku," ucap Katarina
" Ok, mulai kapan aku bisa diobati?" tanya Reno.
" Terserah kakak saja," Jawab Katarina.
" Ok, terima kasih kalian tidak memandang jijik padaku," ucap Reno
" Kita semua sama kak jadi tidak boleh menghina orang lain," ucap Katarina sambil tersenyum
" Mari kak kami antar," sambung Ana.
" Ok," Jawab Reno.
Mereka bertiga berjalan ke arah lobby rumah sakit menuju ke arah parkiran mobil dan banyak orang yang menghina pria tersebut membuat Reno menggengam ke dua tangannya dengan erat menahan emosinya hingga Reno masuk ke dalam mobil meninggalkan rumah sakit bersama bodyguardnya.
" Jono, kamu retas cctv siapa saja yang telah menghinaku dan berikan ke anak buahku wajah mereka." Ucap Reno.
" Baik tuan," Jawab Jono.
" Aku ingin mereka semua yang telah menghinaku mati semua dan cari wanita sia*an itu gara - gara dia aku di hina seperti ini." ucap Reno sambil menahan amarahnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa yang terjadi selanjutnya? Di tunggu bab selanjutnya ya?
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
Terima kasih banyak. 🌹🌹🌹
__ADS_1