Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Menikah


__ADS_3

Dokter Dona menganggukkan kepalanya sambil memeluk Reno dengan erat dalam hatinya berjanji untuk mencintai Reno dan tidak akan meninggalkannya kecuali Reno memintanya sedangkan Reno yang mendapatkan pelukan erat tersenyum bahagia dan membalas pelukan dokter Dona.


" Besok kita menikah," ucap Reno


Dokter Dona mendongakkan kepalanya seakan mengatakan secepat itukah mereka menikah dan Reno pun mengerti arti tatapan dokter Dona.


" Lebih cepat lebih baik," ucap Reno


" Sayang, lagi ya," ucap Reno


Tanpa menunggu jawaban Reno menaiki tubuh dokter Dona sambil melepaskan satu persatu pakaiannya hingga satu jam kemudian mereka sudah selesai melakukannya. Dokter Dona mengambil buku tersebut dan menulis sesuatu setelah selesai dokter Dona memberikannya ke Reno dan Reno pun menerima buku tersebut dan membacanya.


" Nanti malam acara pernikahan adik sahabatku Katarina dan Mikael, aku ingin kita datang di acara mereka,"


" Kamu yakin mau datang?" tanya Reno


Dokter Dona menganggukkan kepalanya sebagai jawabannya membuat Reno menghembuskan nafasnya dengan perlahan sambil memejamkan matanya setelah beberapa saat Reno membuka matanya.


" Kalau kita datang ke acara pesta dan mereka menanyakan kenapa kamu tidak bicara? Apa jawabanmu? dan cara jalanmu berbeda pasti mereka akan tahu kalau kita melakukan hubungan suami istri, apa jawabanmu?" tanya Reno beruntun.


Jujur dirinya takut jika seandainya dokter Dona mengatakan sebenarnya ke keluarganya dan juga ke Katarina, pasti mereka akan menentang hubungan mereka berdua.


Dirinya bisa saja melawan mereka tapi itu dulu karena sekarang dan seterusnya Reno berjanji untuk tidak menyakiti dokter Dona, keluarga dokter Dona dan orang - orang yang baik dengan dokter Dona termasuk Katarina yang mau menolongnya mengembalikan wajahnya yang semula cacat.


Dokter Dona mengambil buku tersebut kemudian menulis sesuatu setelah selesai dokter Dona memberikannya ke Reno dan Reno pun membacanya.


" Aku akan bilang sakit radang tenggorokan, jika mereka menanyakan tentang hubungan suami istri aku akan menjawabnya iya dan hal itu terjadi karena aku yang menggoda kak Reno terlebih dahulu,"


" Kenapa kamu menutupi semuanya?" tanya Reno dengan wajah terkejut.


Dokter Dona mengambil buku tersebut kemudian menulisnya setelah selesai dokter Dona kembali memberikannya ke Reno dan Reno pun menerima buku tersebut dan membacanya.


" Karena aku tidak ingin di mata semua orang kalau orang yang aku cintai dan sayangi di pandang buruk lebih baik mereka menghinaku dari pada orang yang aku cintai di hina,"

__ADS_1


Grep


" Kenapa kamu sangat baik padaku?" tanya Reno sambil memeluk dokter Dona.


" Because, I Love You," ucap dokter Dona lirih sambil menahan rasa sakit dan membalas pelukan dokter Dona.


" I Love You Too," bisik Reno.


Dokter Dona tersenyum begitu pula dengan Reno hingga beberapa saat dokter Dona melepaskan pelukan kemudian berusaha bangun membuat Reno melepaskan pelukannya.


" Mau kemana?" tanya Reno


" Mandi, badanku lengket," ucap dokter Dona lirih namun masih terdengar jelas.


Tanpa banyak bicara Reno turun dari ranjang kemudian menggendong dokter Dona ala bridal style menuju ke arah kamar mandi membuat dokter Dona mengalungkan ke dua tangannya ke leher Reno.


Merekapun mandi bersama hingga satu jam kemudian mereka sudah selesai mandi dan masing - masing memakai jubah handuk. Reno sangat puas karena dirinya melakukan lagi di kamar mandi entah kenapa dirinya sangat kecanduan dengan tubuh dokter Dona berbeda dengan Valen, dirinya melakukannya karena ingin mempunyai anak dan ada perasaan sedikit suka dengan Valen berbeda dengan dokter Dona perasaan sukanya lebih banyak.


Katarina dan Mikael duduk di pelaminan sebagai raja dan ratu semalam, banyak tamu undangan datang menghadiri pernikahan termasuk keluarga besar daddy Alvonso namun di pertengahan pesta terdengar keributan dari luar membuat Daddy Alvonso dan ke dua anak kembarnya yang terdiri dari Alvonso dan Alvian berjalan ke arah keributan.


" Ada apa ini?" tanya daddy Alvonso pada Arlan dan Max yang bertugas berjaga dan mengecek para tamu undangan.


" Perempuan ini sangat mencurigakan dad," ucap Max sambil memegang tangan kanan wanita itu sedangkan tangan kirinya di pegang oleh Arlan.


" Siapa kamu?" tanya daddy Alvonso.


" Aku ibu tirinya Katarina, aku marah karena mereka menikah aku tidak di undang sedangkan aku mengurus Katarina dari kecil hingga Katarina berhasil..." ucapan ibu tirinya terpotong oleh mommy Laras.


" Apa aku bongkar semua kejelekan mu di depan mereka?" ancam mommy Laras


" Siapa kamu dan apa maksud perkataan mu?" tanya ibu tirinya Katarina siapa lagi kalau bukan Ririn.


" Albert," panggil mommy Laras melalui ear phone di telinganya

__ADS_1


Tiba - tiba layar yang menampilkan kisah perjalanan cinta tiba - tiba di ganti dengan penyiksaan Ririn dan Valen terhadap Katarina membuat Ririn membulatkan matanya dengan sempurna dan menatap mommy Laras penuh dengan kebencian kemudian berusaha melepaskan diri.


" Kami terpaksa membongkar semua kebusukan mu karena kamu menjelekkan cucu menantuku," ucap mommy Laras.


" Arlan dan Max lepaskan tangannya," perintah mommy Laras pada ke dua menantunya.


" Baik mom," jawab ke duanya serempak.


Max dan Arlan melepaskan tangannya kemudian wanita itu pergi meninggalkan tempat tersebut sambil menahan amarahnya sedangkan mommy Laras menghubungi Albert untuk mengganti layarnya ke layar semula.


" Max, besok selidiki latar belakang masa lalu wanita itu," pinta mommy Laras.


" Baik mom," jawab Max patuh.


" Mommy mau kembali dan untuk kalian untuk lebih berhati - hati," ucap mommy Laras.


" Baik mom," jawab Arlan dan Max serempak.


Mommy Laras, daddy Alvonso, Alvonso dan Alvian berjalan ke arah tempat sepasang pengantin baru dan bertemu dengan rekan bisnisnya maupun sahabat lamanya. Tidak berapa lama datang Reno dan dokter Dona saling berpelukan dari arah samping, mereka memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru pada sepasang pengantin baru.


" Suaramu kenapa?" tanya Katarina karena dokter Dona tidak mengeluarkan suaranya hanya bersalaman.


" Radang tenggorakan," ucap dokter Dona sambil menahan rasa sakit.


Grep


Katarina langsung memeluk dokter Dona kemudian membisikkan sesuatu yang tidak terdengar oleh orang lain termasuk para pembaca sekalipun setelah selesai Katarina melepaskan pelukannya dan dokter Dona berjalan ke arah tangga panggung dengan di ikuti oleh Reno.


" Sayang, kamu bisikin apa ke dokter Dona?" tanya Mikael penasaran.


Katarina kembali membisikkan sesuatu ke telinga Mikael agar tidak terdengar orang lain termasuk para pembaca sedangkan Mikael hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti kemudian memberikan ponsel miliknya ke Katarina dan Katarina langsung menerimanya dan mengetik sesuatu dan di kirim ke seseorang.


" Sayang, sudah aku kirim dan ini ponselnya," ucap Katarina sambil memberikan ponselnya ke arah suaminya.

__ADS_1


__ADS_2