
" Ana," panggil Katarina sambil menatap tajam ke arah adik sepupunya.
" Apa kakak mengakui kalau apa yang aku katakan benar?" tanya Ana sambil menatap tajam ke arah kakak sepupunya.
Katarina hanya diam tanpa menjawab ucapan Ana, Katarina hanya mengambil tasnya kemudian mengeluarkan satu persatu botol kecil yang sudah ada tulisannya membuat mereka menatap ke arah botol - botol tesebut.
" Selama aku berada di mansion yang aku sebut rumah obat karena aku selalu membuat bermacam - macam jenis obat baik penawar racun dan juga segala jenis penyakit. Salah satu obat racikan yang kebetulan aku buat sekarang ada obat penawar racun untuk mami karena itulah aku bilang kebetulan aku membuatnya. Kalau memang aku berniat jahat tidak mungkin calon suamiku sudah mulai bisa berjalan walau sedikit demi sedikit, Ana kenapa kamu jahat padaku padahal selama ini aku menganggap kamu seperti adik kandungku tapi kenapa kamu menusukku dari belakang?" tanya Katarina dengan nada penuh kecewa.
" Aku tidak merasa menusuk kakak dari belakang malah seharusnya aku yang tanyakan sama kakak, kenapa kakak menuduhku menusuk kakak dari belakang?" tanya Ana dengan wajah polosnya tanpa berdosa sedikitpun.
" Oh ya, bagaimana dengan kamu menambahkan racun di botol obat milik kak Reno?" tanya Katarina
" Apa???" Tanya ketiganya dengan serempak sambil menatap tajam ke arah Ana.
" Hiks.... hiks... hiks... Kenapa kakak menuduhku?" tanya Ana sambil terisak namun dalam hatinya menahan amarahnya karena ketahuan oleh Katarina.
__ADS_1
" Kakak tidak menuduh tapi kakak punya bukti jika obat yang aku buat kamu tambahkan adalah racun. Apakah kamu tidak tahu obat yang kamu tambahkan itu bisa berbahaya untuk wajah kak Reno karena bisa mengakibatkan cacat permanen? " tanya Katarina dengan mata masih menatap tajam ke arah Ana.
" Darimana kakak tahu kalau obat buat kak Reno ada racunnya?" tanya Ana berusaha mengelak kalau dirinya tidak bersalah.
" Kakak bisa mencium kandungan itu beracun atau tidak dan juga kakak bisa mengecek nadi seseorang apakah orang itu sehat atau sakit," jawab Katarina.
" Oh ya kalau memang benar kakak bisa mencium kandungan itu ada racun atau tidak, coba tebak makanan yang kakak makan itu apa saja bahan - bahannya?" tanya Ana yang berusaha menutupi kesalahannya.
" Ana kamu jangan keterlaluan!!! Lebih baik pergi dari sini!!!" usir Mikael.
Katarina tanpa banyak bicara mencium piring yang habis dimakannya kemudian meletakkan kembali, Katarina menyebutkan bahan - bahan apa saja yang ada di situ kemudian Katarina menjentikkan jarinya ke arah manager restoran.
Manager restoran itupun datang menemui mereka kemudian Katarina menyebutkan bahan - bahan makanan yang dibuatkan oleh koki restoran dan manager restoran itupun menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau apa yang dikatakan Katarina benar adanya. Setelah selesai manager restoran tersebut pergi meninggalkan tempat tersebut.
" Bagaimana Ana? Oh ya aku hampir lupa menanyakan padamu, kenapa kamu mengunciku di kamar ketika aku buang air kecil?" tanya Katarina.
__ADS_1
" Apa???" Tanya ketiganya dengan serempak sambil menatap tajam ke arah Ana kembali.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Apa jawaban Ana setelah semua yang dia lakukan ketahuan oleh Katarina? Apa reaksi obat yang diberikan oleh Katarina untuk Ana? di tunggu bab selanjutnya ya,
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya. Terima kasih banyak.
Dari Author
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
Terima kasih banyak buat para pembaca setiaku. 🌹🌹🌹🌹😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹