
" Bagus, oh ya kak Dona bantu aku mengobati kak Reno ya?" pinta Katarina.
" Ok," jawab dokter Dona.
" Sayang, perkiraan sekitar tiga jam dari pada jenuh menunggu bagaimana kalau menungguku di kafe sebrang?" usul Katarina.
" Ok," jawab Mikael
Katarina dan dokter Dona berjalan ke arah lobby Rumah Sakit Renova Jordan sedangkan Mikael, Dominique dan Marcelino berjalan ke arah kafe menunggu Katarina dan dokter Dona. Katarina dan dokter Dona berjalan ke arah ruang informasi hingga ada seorang pria berseragam hitam - hitam mendekati mereka berdua.
" Nona Katarina?" tanya pria tersebut.
" Ya saya sendiri," jawab Katarina.
" Ikuti saya," ucap pria tersebut.
" Baik," jawab Katarina singkat.
Katarina dan dokter Dona berjalan mengikuti pria tersebut hingga mereka melihat sebuah pintu dan pria itupun membuka pintunya dengan lebar agar Katarina dan dokter Dona masuk ke dalam ruangan tersebut.
__ADS_1
Katarina dan dokter Dona melihat Reno duduk di sofa dengan menggunakan topengnya sambil menatap ke arah mereka berdua sedangkan pria berseragam hitam - hitam tersebut menutup pintu tersebut dengan rapat.
" Maafkan kami terlambat datang," ucap Katarina dengan nada lembut.
" Tidak apa - apa santai saja, duduklah," jawab Reno.
" Ok, oh ya kenalkan ini kakaknya sahabatku dokter Dona," ucap Katarina memperkenalkan dokter Dona sambil berjalan ke arah Reno dengan diikuti oleh dokter Dona.
" Dona," ucap dokter Dona memperkenalkan diri sambil tangan kanannya diarahkan ke Reno.
" Reno," jawab Reno sambil membalas uluran tangan dokter Dona.
Reno melirik ke arah dokter Dona hal itu membuat Katarina langsung mengerti arti lirikan Reno begitu pula dengan dokter Dona.
" Aku seorang dokter dan sering melihat wajah pasien yang rusak entah akibat kecelakaan atau di siram air keras, jadi bagiku sudah terbiasa melihat hal itu terlebih aku mengerti bagaimana perasaannya dan berusaha untuk menghibur mereka," ucap dokter Dona sambil duduk di samping Reno sedangkan Katarina duduk di sofa tunggal.
Reno menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian perlahan membuka topengnya hingga terlihat wajah Reno yang rusak akibat ulah ibu tirinya.
" Aku sudah mendengar semua cerita tentang kak Reno. maaf kalau boleh aku memanggil dengan sebutan kak Reno supaya lebih akrab," ucap dokter Dona.
__ADS_1
" Tidak apa - apa," jawab Reno tidak keberatan.
" Ok, kenapa kak Reno tidak melakukan operasi?" tanya dokter Dona.
" Awalnya aku tidak mau di operasi sebab aku tidak perduli dengan wajah ku yang seperti monster karena itu aku sangat menyukai tinggal di mansion yang jauh dari keramaian agar orang tidak menghina wajah burukku ini, " jawab Reno.
" Lalu kenapa sekarang berubah pikiran?" tanya dokter Dona dengan nada lembut.
" Karena aku ingin menikah dan mempunyai anak, jika wajahku bisa kembali atau tidak seseram ini pasti wanita akan tertarik dengan wajah baruku yang tampan terlebih aku sangat kaya semua wanita pasti akan tergila - gila padaku," jawab Reno.
" Jika wanita mencintai kak Reno karena uang itu berarti wanita itu matre dan tidak bagus untuk dijadikan pasangan hidup," ucap dokter Dona.
" Oops ... Maaf kok aku jadi menasehati," ucap dokter Dona sambil tersenyum malu.
Deg
Jantung Reno berdetak kencang melihat senyuman manis dokter Dona membuat hati Reno bahagia dan baru kali ini dirinya merasa nyaman dengan dokter Dona tapi perasaan itu segera di tepisnya.
" Bisa kita mulai sekarang?" tanya Reno mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1