
" Lebih baik kita bicara di ruang keluarga, ada yang ingin aku katakan," ucap tuan Albert sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan mereka.
" Ok," jawab mereka serempak.
" Aduh Mikael kenapa jadi anak tidak bisa sabar sih?" omel Elisabeth sambil melepaskan tangannya yang tadi menjewer Mikael kemudian berjalan mengikuti tuan Albert.
" Maaf mami terbawa suasana," ucap Mikael
" Mami, jangan marahi kak Mikael aku juga salah," ucap Katarina yang tidak tega melihat Mikael dimarahi oleh Elisabeth.
" Kamu tidak salah sayang tapi anak mami yang salah," ucap Elisabeth sambil membelai rambut Katarina.
Katarina sangat terharu karena sentuhan Elisabeth mengingat dirinya dengan mommynya yang sudah lama meninggal membuat Katarina memeluk lengan Elisabeth dan meletakkan kepalanya di bahu Elisabeth sedangkan Dennis dan Mikael yang melihatnya hanya tersenyum. Singkat cerita kini mereka sudah duduk di sofa.
" Kapan acara pertunangan dilaksanakan?" tanya tuan Albert tanpa basa basi.
" Bagaimana kalau minggu depan?" tanya Dennis yang mengerti kenapa acara pertunangannya di percepat.
" Lalu acara pernikahannya kapan diadakan?" tanya tuan Albert lagi.
" Maaf daddy, secepat itukah kami menikah?" tanya Katarina.
" Lebih cepat lebih baik karena daddy tidak ingin kejadian yang tidak diinginkan terjadi," ucap tuan Albert.
" Bagaimana kalau bulan depan?" tanya Elisabeth dirinya mengerti kenapa tuan Albert menginginkan pernikahannya di percepat.
" Baik, aku setuju," ucap tuan Albert.
" Ok, semua acara pesta pertunangan dan acara pernikahan tidak usah dipikirkan semuanya tinggal beres," ucap Elisabeth.
" Jika ingin mengundang saudara atau rekan bisnis tinggal bilang ke Alicia siapa saja yang di undang," sambung Dennis.
" Minggu depan acara pertunangan dan dua minggunya lagi pergi ke butik untuk mencoba gaun pengantin dan jas pengantin," ucap Elisabeth.
" Baik, aku percayakan acara pesta pertunangan dan pernikahan anak - anak kita," ucap tuan Albert.
__ADS_1
" Oh ya Katarina, kapan mulai lagi terapi Mikael?" tanya Elisabeth.
" Tadi rencana aku dan adik sepupuku mau pergi ke mansion yang satunya untuk meracik obat, bagaimana kalau besok?" tanya Katarina.
" Kenapa tidak sekarang saja? Biar kami yang mengantarmu ke mansion," usul Elisabeth.
" Bolehkah dad?" tanya Katarina.
" Pergilah tapi ajak Ana," ucap tuan Robert.
" Baik dad," jawab Katarina
Katarina langsung berdiri dan berpamitan ke tuan Albert, Elisabeth, Dennis dan Mikael untuk memanggil Ana setelah dua belas menit kemudian Katarina dan Ana menuruni anak tangga menuju ke ruang keluarga. Singkat cerita kini mereka sudah sampai di mansion, Katarina mulai meracik obat sambil mengajarkan Ana tentang jenis obat dan kegunaan sedangkan Ana hanya memperhatikan dan mendengarkannya.
Dennis, Elisabeth dan Mikael melihat sekeliling mansion hingga tiga puluh lima menit kemudian Katarina sudah selesai meracik obat untuk Mikael dan Reno bersamaan Dennis, Elisabeth dan Mikael berjalan ke arah mereka.
" Pas banget obat datang kak Mikael juga datang," ucap Katarina sambil menyerahkan botol yang berisi pil obat untuk di minum.
" Kok ada dua?" tanya Mikael sambil tangan kirinya mengacak rambut Katarina sedangkan tangan kanannya menerima dua botol tersebut.
" Apakah ada pantangan makanan?" tanya Mikael
" Tidak ada yang penting obatnya di minum teratur dan tiga hari lagi mulai belajar untuk berjalan," ucap Katarina.
" Benarkah?" tanya Mikael dengan wajah sangat bahagia.
" Benar, coba aku cek sebentar kaki kak Mikael," ucap Katarina sambil duduk di lantai.
Katarina mengangkat satu kaki Mikael kemudian diletakkan di paha Katarina, Katarina menggulung celana panjang warna hitam milik Mikael kemudian mulai memijatnya.
Mikael hanya meringis menahan rasa sakit tidak seperti sebelumnya dirinya merasakan sakit yang luar biasa sedangkan ke dua orang tuanya hanya tersenyum melihat Katarina memijat kaki putra sulungnya sambil saling berpelukan dari arah samping.
' Seandainya kak Mikael menyukaiku alangkah bahagianya hatiku dan aku tidak perduli jika kak Mikael lumpuh, haruskah aku merebut kak Mikael dari kakak sepupuku? Kakak Katarina sangat beruntung mendapatkan kak Mikael yang sangat tampan dan juga kaya sedangkan aku sampai sekarang belum ada orang yang menyukaiku. Kak Reno sebenarnya sangat kaya walau wajahnya jelek sekalipun tapi sayang kak Reno menyukai kakak sepupuku, kenapa sih semua orang menyukai kakak sepupu? Aku juga cantik dan tidak kalah dengan kakak sepupu malah lebih cantik dariku,' ucap Ana dalam hati sambil menatap Katarina dengan perasaan iri hati.
Setelah hampir satu setengah jam akhirnya Katarina sudah selesai memijat ke dua kaki Mikael namun ketika ingin berdiri ke dua kakinya terasa kram membuat Katarina memijat ke dua kakinya dengan menggunakan ke dua tangannya membuat mereka mengerti kenapa Katarina seperti itu.
__ADS_1
" Kram ya?" tanya Mikael
" Iya kak," Jawab Katarina sambil masih memijat ke dua kakinya.
" Maaf ya, gara - gara aku ke dua kakimu jadi kram," ucap Mikael merasa tidak enak hati.
" Tidak apa - apa kok, santai saja," ucap Katarina sambil tersenyum.
" Pegang tanganku dan jadikan tanganku sebagai pegangan agar kamu bisa berdiri." pinta Mikael sambil mengulurkan tangannya ke arah Katarina.
Katarina mengulurkan tangannya dan menarik tangan Mikael agar dirinya bisa berdiri dengan sempurna sedangkan Mikael menahan dirinya agar tidak terjatuh.
Dennis dan Elisabeth lagi - lagi hanya tersenyum bahagia karena melihat perubahan pada putra semata wayangnya yang jarang tersenyum terlebih perduli dengan wanita namun berbeda dengan Ana, Ana hanya bisa tersenyum palsu namun dalam hatinya mulai ada rasa iri hati terhadap Katarina.
Tiba - tiba ponsel milik Katarina berdering membuat Katarina mengambil ponselnya yang di simpan di dalam tas kecilnya kemudian melihat ada nomer yang tidak di kenal di layar ponselnya sedangkan Dennis dan Mikael sempat melihat ada panggilan tanpa nomer membuat Mikael bertanya - tanya siapa orang yang menghubungi Katarina, Katarina menggeser ponselnya kemudian menempelkan ponselnya ke telinganya.
" Hallo ini siapa?" tanya Katarina dengan nada lembut
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siapa yang menghubungi Katarina? Tunggu bab selanjutnya ya.
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1
Terima kasih banyak sudah mampir ke novelku. 🌹🌹🌹😘😘😘🌹🌹🌹