
" Dasar ponakan brengs*k sama seperti ibunya," ucap bibinya dan bersiap - siap ingin menampar Katarina
Grep
Bruk
Katarina menahan tangan bibinya kemudian mendorongnya dengan keras membuat bibinya jatuh ke lantai hal itu membuat pamannya marah dan menarik tangan istrinya untuk berdiri kemudian bersiap ingin menampar Katarina namun tuan Albert yang melihat putrinya ingin di tampar membuat tuan Albert menahan tangan adiknya sambil menatap tajam ke arah adik kandungnya.
" Jangan coba - coba sakiti putriku," ucap tuan Albert dengan nada dingin.
" Kakak, kenapa membela anak yang tidak jelas asal usulnya?" tanya adik kandungnya.
Bugh
" Brengs*k, apa maksud perkataan mu?" tanya tuan Albert sambil memukul wajah adik kandungnya untuk pertama kalinya.
" Apa kakak yakin kalau Katarina adalah putri kandungmu?" tanya adik kandungnya sambil membersihkan darah segar yang keluar dari sudut bibirnya.
Bugh
duag
" Akhhhhh... Sakit... dasar breng sek," umpat adik kandungnya
Bruk
Tuan Albert memukul kembali adik kandungnya membuat adik kandungnya sangat kesal dan ingin membalas pukulan kakak kandungnya namun sebelum mendarat di wajah tuan Albert, Katarina menendang tubuh pamannya dan mengenai sedikit tombak sakti miliknya membuat pamannya berteriak kesakitan.
" Itu akibatnya jika mulutnya tidak bisa di jaga sama seperti istri dan anak paman," ucap Katarina sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.
__ADS_1
" Pergi dari mansion ku!!!" Bentak tuan Albert.
" Baik kami akan pergi dari sini, awas akan aku balas kalian berdua," ancam adik kandungnya.
" Kami tidak takut dengan paman," jawab Katarina.
" Mommy, daddy," panggil Ana sambil menuruni anak tangga dengan wajah ditutupi dengan menggunakan masker
" Sayang kenapa kamu pakai masker?" tanya mommynya sambil berjalan ke arah putri kesayangannya.
" Mommy lihat wajahku jadi rusak," adu Ana sambil membuka maskernya kemudian dengan cepat menutupnya dengan cepat.
" Apa yang terjadi?" tanya mommynya dengan wajah terkejut begitu pula dengan suaminya.
" Ini semua ulah kak Katarina," ucap Ana sambil menatap tajam ke arah Katarina.
" Benar begitu Katarina?" tanya wanita itu sambil berjalan ke arah Katarina.
" Benar bibi, itu akibat karena Ana ingin mencelakai pasienku karena itu dia pantas mendapatkannya," jawab Katarina.
" Kakak bohong mom, kakak memang tidak suka sama aku dan sering memfitnahku," ucap Ana berbohong.
" Oh ya Ana, aku mau ngasih tahu semakin kamu banyak berbohong maka racun yang ada di dalam tubuhmu akan berkerja dan kulitmu seperti akan terbakar," ucap Katarina.
" Aku tidak bohong, kakak yang bohong dan memfitnahku," ucap Ana bersikeras.
" Baiklah kalau tidak percaya aku hitung sampai tiga dan di hitungan ke tiga kulitmu akan terasa terbakar, mau mengakui semua kejahatan mu atau tidak?" tanya Katarina.
" Huh, aku yakin kakak hanya menakuti ku agar aku mengakui kesalahan yang tidak pernah aku lakukan," ucap Ana tetap bersikeras.
__ADS_1
" Baiklah aku hitung 1........ 2............ 3," ucap Katarina sambil mengangkat jari telunjuk, jari tengah dan jari manis.
" Mommy panas.... panas..." ucap Ana yang merasakan tubuhnya terasa terbakar.
" Dasar anak ja lang sama seperti ibumu," ucap wanita itu sambil bersiap untuk menampar Katarina begitu pula dengan pria tersebut karena tidak terima putri semata wayangnya menderita.
Duag
" Akhhhhhhhhhhh...!!!! teriak pria itu
Bruk
Duag
" Akhhhhhhhhhhh...!!!! teriak wanita itu
Bruk
Katarina yang mempunyai mata elang melihat apa yang dilakukan oleh paman dan bibinya dan langsung menendang tulang kering secara bergantian hingga mereka berteriak kesakitan dan langsung ambruk. Tuan Albert yang ingin memukul adik kandungnya karena ingin menyakiti putri kandungnya namun kalah cepat dengan Katarina.
" Pengawal usir mereka dari mansion!!!" teriak tuan Albert
" Baik tuan," jawab ke empat bodyguard yang berjaga di luar.
" Mommy panas," ucap Ana sambil tangannya di tarik oleh bodyguard begitu pula dengan ke dua tangannya.
" Kamu akan tersiksa selama satu jam setelah itu hilang tapi tiga jam kemudian rasa panas seperti terbakar akan kambuh sampai kamu mengatakan yang sebenarnya," ucap Katarina.
" Baik, aku mengakui semuanya kalau apa yang kakak katakan benar adanya dan sekarang mana obat penawarnya sambil menahan tangannya agar tidak di tarik oleh bodyguard karena dirinya sangat tersiksa.
__ADS_1