
" Istri tuan baik - baik saja dan sekarang sudah sadar," jawab dokter tersebut sambil tersenyum.
" Kalau baik - baik saja tapi kenapa istriku pingsan? dan kenapa dokter senyum - senyum?" tanya Mikael dengan nada kesal.
" Kemungkinan istri tuan hamil karena tadi saya mendengar ada suara detak jantung di perut istri tuan," jawab dokter tersebut.
" Istriku hamil dok?" tanya ulang Mikael tidak percaya apa yang baru di dengarnya.
" Benar tuan dan untuk mengetahui usia kandungan silahkan tuan mengecek di dokter kandungan," ucap dokter tersebut.
" Boleh aku menemuinya dok?" tanya Mikael sambil tersenyum bahagia karena anak yang selama ini mereka nantikan akhirnya terwujud.
" Silahkan tuan." jawab dokter tersebut
Mikael berjalan ke arah ruang UGD sedangkan dokter tersebut melanjutkan mengecek kondisi pasien lainnya, Mikael melihat istrinya sedang membelai perutnya yang masih rata sambil tersenyum bahagia.
" Honey, aku hamil," ucap Katarina ketika mengetahui suaminya datang.
" Iya sayang, anak yang kita nantikan selama ini," ucap Mikael
" Honey aku ingin melihat anak kita lewat usg," pinta Katarina sambil turun dari ranjang.
" Apakah sayangku kuat?" tanya Mikael sambil membantu istrinya turun.
" Kuat sayang," jawab Katarina.
" Baik sayang, kalau begitu kita ke ruangan dokter kandungan," ucap Mikael
Katarina dan Mikael berjalan keluar dari ruangan ugd dan melihat Dominique dan Marcelino sedang mengobrol hingga tidak memperhatikan mereka berdua.
__ADS_1
" Ehem.." ucap MIkael berupa deheman
" Maaf tuan," jawab Marcelino
" Kalian pulanglah," ucap Mikael
" Maaf tuan, nanti tuan pulang ke mansion mana?" tanya Marcelino keceplosan
" Aduh aku lupa hari ini orang yang telah mem bu nuh mommy ku akan menyerang mansion daddy," ucap Katarina
Mikael menatap tajam ke arah Marcelino seakan ingin mem bu nuh nya membuat Marcelino menelan salivanya dengan kasar sambil menundukkan kepalanya dan meruntuki kebodohannya.
" Sayang, ingat kamu lagi hamil jadi jangan melakukan penyerangan biarkan keluarga besar ku yang melakukannya," ucap Mikael
" Pria itu telah membuat mommy ku meninggal dengan sangat menyakitkan dan aku ingin membalaskan dendam ku termasuk wanita ular itu," ucap Katarina sambil menahan amarahnya.
" Tapi honey..." ucapan Katarina terpotong oleh Mikael
" Sayang, kita periksa ke dokter kandungan setelah itu kita ke mansion," ucap Mikael akhirnya sambil berharap Katarina melupakan penyerangan.
" Terima kasih honey," jawab Katarina
" Terima kasih untuk apa?" tanya Mikael
" Terima kasih karena mau menuruti permintaanku," jawab Katarina
" Oh ya kak Marcelino tolong belikan lima belas pack kartu domino," pinta Katarina
" Buat apa sayang?" tanya Mikael
__ADS_1
" Buat apa nyonya?" tanya Marcelino bersamaan
" Katarina, kamu ingin main domino?" tanya Dominique penasaran.
" Nanti juga akan tahu, ayo honey kita ke ruang dokter kandungan," ajak Katarina sambil menarik tangan suaminya.
Mikael hanya pasrah dan mengikuti langkah istrinya hingga mereka sudah sampai dan duduk di ruang dokter kandungan. Katarina di suruh berbaring kemudian perawat memberikan gel di perut Katarina setelah selesai dokter kandungan meletakkan stick yang terhubung di layar televisi. Katarina dan Mikael melihat gambar hitam putih di mana ada dua janin yang sedang bergerak gerak.
" Selamat ya nyonya dan tuan bayinya kembar dua," ucap dokte tersebut sambil menunjukkan dua bayi yang sedang bergerak - gerak.
" Sayang, anak kita kembar," ucap Mikael tersenyum bahagia sambil menggenggam tangan istrinya.
" Benar sayang, sudah berapa bulan dok?" tanya Katarina
" Perkiraan sudah sepuluh minggu atau 2 bulan 2 minggu," jawab dokter tersebut
" Oh ya dok, aku ingin bertanya boleh?" tanya Katarina
" Silahkan nyonya," jawab dokter tersebut
( " Jangan - jangan istriku ingin bertanya apakah kondisi hamil boleh bertarung melawan musuh, aku harus berfikir dengan cepat untuk mengalihkan pembicaraan," ucap Mikael dalam hati )
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul:
__ADS_1