Wanita Kesayangan CEO

Wanita Kesayangan CEO
Bom


__ADS_3

Malam menjelang pagi seperti biasa Katarina sudah bangun pagi - pagi dan sudah selesai memasak hanya saja hari ini Katarina memasak agak banyak mengingat sahabatnya bersama kakak sahabatnya akan datang ke mansion begitu pula dengan Mikael bersama asistennya.


Karena hari ini mereka akan menemani Katarina pergi mengobati Reno di rumah sakit. Katarina dengan di bantu kepala pelayan meletakkan semua makanannya ke atas meja makan setelah selesai Katarina menaiki anak tangga menuju ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Singkat cerita Katarina sudah selesai mandi dan memakai kaos putih ketat hingga menampakkan lekukan dua gunung himalaya yang lumayan besar dipadukan dengan jaket jeans warna biru laut sama seperti yang juga celana panjang berwarna biru laut.


Katarina menuruni anak tangga satu demi satu sambil membawa dua tas, tas kecil berisi kartu domino dan dompet sedangkan tas ukuran besar berisi bermacam - macam obat - obatan.


Sampai di bawah tangga Katarina di sambut oleh kepala pelayan kalau ada dua wanita dan dua pria yang menunggunya di ruang keluarga. Katarina mengucapkan terima kasih dan berjalan ke arah ruang keluarga dan melihat sahabatnya, kakak sahabatnya, calon suaminya yang bernama Mikael dan asisten suaminya.


" Kamu Katarina?" tanya gadis itu sambil berdiri dengan tatapan tidak percaya sambil menatap Katarina dari atas hingga ke bawah.


Katarina menatap gadis itu dan dirinya mendapatkan penglihatan kalau gadis itu adalah sahabat pemilik tubuhnya.


" Kamu Dominique Calista Michelle?" tanya Katarina balik.

__ADS_1


" Iya benar, aku tidak menyangka dua tahun tidak bertemu denganmu kamu berubah banget." ucap Dominique.


" Hanya berubah sedikit saja dan maaf lama ya?" tanya Katarina tidak enak hati sambil cipika cipiki dengan sahabatnya yang bernama Dominique Calista Michelle.


" Santai saja, sedikit saja banyak lagi. Terakhir kita ketemu kamu itu gendut," ucap Dominique.


" Iya gendut, culun dan jelek," ucap Katarina sambil tersenyum


" Kamu yang bilang ya bukan aku," ucap Dominique sambil membalas senyuman Katarina.


" Oh ya, kamu sudah kenalkan dengan kakakku?" tanya Dominique.


" Kabar baik," jawab dokter Dona Calista Michelle atau nama panggilan dokter Dona sambil cipika cipiki.


" Oh ya kenalkan ini kekasihku," ucap Katarina memperkenalkan Mikael.

__ADS_1


" Kenalkan namaku Dona," ucap dokter Dona memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya.


" Mikael, calon suaminya Katarina," jawab Mikael tanpa membalas uluran tangan dokter Dona.


Dokter Dona hanya tersenyum sambil menurunkan tangannya membuat Katarina tidak enak hati dan memberikan kode ke dokter Dona untuk meminta maaf kalau sifat Mikael memang seperti itu. Dominique yang tahu kalau Mikael tidak mau berjabat tangan hanya menyebutkan namanya saja sedangkan Mikael tetap mengatakan yang sama kalau calon Katarina suaminya.


" Apakah kakak yang namanya kak Marcelino Fransiskus Ardana?" tanya Katarina karena Mikael tidak memperkenalkannya ke mereka,


" Benar nona," jawab Marcelino Fransiskus Ardana.


" Kak Marcelino Fransiskus Ardana, bolehkah aku memanggil kakak?" tanya Katarina.


" Panggil saja Marcel, silahkan nona memanggil kakak," ucap Marcel.


" Baik kak, oh ya kenalkan kakak sahabatku dan juga sahabatku," ucap Katarina.

__ADS_1


Marcel pun berkenalan dengan dokter Dona dan juga Dominique setelah selesai mereka kembali duduk di sofa masing - masing.


" Oh ya Katarina, apakah kamu tahu kalau rumah sakit tempat kakak berkerja di bom oleh segerombolan orang berpakaian serba hitam hingga rata dengan tanah?" tanya dokter Dona.


__ADS_2