
Ular besar yang melihat mangsanya sedang berlari untuk menyelamatkan diri membuat ular besar tersebut bergerak dengan cepat kemudian menarik pria malang itu dengan menggunakan tubuh ular itu dan melilitnya.
Pria itupun berusaha memberontak tapi tenaganya kalah jauh setelah pria itu mulai melemas ular itu membuka mulutnya dengan lebar kemudian mulai memakannya dari ujung kepala hingga ke ujung kaki.
Hal itu membuat para penjahat serentak buang air kecil dan menelan salivanya dengan kasar karena takut teramat sangat. Terlebih satu pria yang sedang di pegang oleh dua anak buah Arlan karena sebentar lagi giliran dirinya.
" Apa kalian tetap tidak mau bicara?" tanya Arlan sambil menatap satu persatu para penjahat.
Mereka tetap terdiam membuat Arlan sangat kesal dan memerintahkan pria tersebut diberikan ke ular yang satunya kemudian menatap mereka kembali.
" Ke dua teman kalian sudah mati di makan sama anaconda dan ular piton, kami masih mempunyai binatang buas lainnya jadi aku tanyakan sekali lagi siapa yang menyuruh kalian?" tanya Arlan.
Hening Hening Hening
" Pengawal, bawa tiga pria dan berikan ke kandang buaya kebetulan mereka belum makan hari ini," ucap Arlan.
" Maaf, tuan bolehkan kami menyiram mereka karena mereka semua buang air kecil di celana jadi bau pesing tuan," ucap salah satu anak buahnya tanpa menjawab ucapan Arlan.
" Silahkan," jawab Arlan singkat
Dua anak buahnya mengambil selang air dan menyiram bagian bawah mereka membuat mereka serentak kedinginan setelah bau pesing nya hilang mereka menarik ke tiga pria tersebut dan memberikan ke kandang buaya. Jerit kesakitan dari ke tiga temannya membuat mereka bertambah ketakutan.
" Jika kami mengatakan semuanya apakah tuan bisa menjamin keselamatan keluarga kami dan juga kami?" tanya salah satu pria tersebut karena dirinya belum siap jika tubuhnya di cabik - cabik oleh binatang buas.
" Ya kami berjanji, siapa yang menyuruh kalian?" tanya Arlan
" Kami di suruh oleh ketua mafia gagak hitam untuk membunuh nona Katarina," ucap pria tersebut berbohong.
Plak
Arlan yang mendengarnya langsung menampar pria tersebut dengan kencang membuat pria tersebut langsung memalingkan wajahnya.
" Bawa pria ini ke kandang singa," perintah Arlan.
" Baik tuan," jawab ke dua anak buahnya dengan serempak.
" Tuan saya sudah mengatakan yang sebenarnya tapi kenapa saya di tampar dan di bawa ke kandang singa?" protes pria tersebut.
" Pikirkan saja apa kesalahanmu," ucap Arlan yang tidak mau mengatakan yang sebenarnya.
" Bawa pria itu cepat!!!" teriak Arlan
__ADS_1
" Baik tuan," jawab ke dua anak buahnya lagi dengan serempak.
" Tunggu tuan, kami di suruh sama adik tirinya nona Katarina," jawab pria tersebut akhirnya mengaku karena dirinya tidak ingin mati secara mengenaskan.
" Apakah kamu tidak berbohong?" tanya Arlan.
" Saya tidak berbohong tuan, saya berkata jujur," ucap pria tersebut.
" Kenapa adiknya ingin mencelakai nona Katarina?" tanya Dennis yang sejak tadi hanya diam saja.
" Karena nona Valen sangat membencinya karena itu menyewa kami untuk membunuhnya," jawab pria tersebut.
" Kenapa tadi menyebut kalau kalian disuruh oleh ketua mafia gagak hitam untuk membunuh Katarina?" tanya Arlan.
" Karena kami dari anak buah gagak hitam," jawab pria tersebut.
" Dengar baik - baik ya aku adalah ketua mafia gagak hitam dan aku tidak pernah menyuruh untuk membunuh Katarina, karena kamu berbohong maka pengawal bawa mereka semua ke masing - masing ke kandang peliharaan kami yang belum sempat di kasih makan," perintah Arlan sambil membalikkan badannya begitu pula dengan Dennis dengan mendorong kursi roda milik Mikael.
" Maaf tuan, aku memang di suruh oleh ketua mafia gagak hitam untuk membunuh nona Katarina," ucap pria tersebut
Arlan dan Dennis tetap berjalan meninggalkan ruangan tersebut tanpa memperdulikan teriakan mereka, Arlan dan Dennis berjalan sambil mendorong kursi roda milik Mikael ke arah garasi.
" Aku akan meretas data kehidupan Katarina begitu pula dengan adik tirinya," ucap Dennis.
" Kenapa kamu perduli dengan wanita lain? Apa kamu jatuh cinta padanya?" bisik Arlan karena ada putranya Dennis.
bugh
" Enak saja," ucap Dennis sambil memukul bahu Arlan
" Hei aku kan hanya bertanya, ingat ya aku ini kakakmu tidak sopan adik memukul kakaknya," ucap Arlan
" Bercanda kakak tidak lucu, kakak kan tahu aku itu cinta mati sama istriku jadi tidak mungkin aku jatuh cinta lagi," ucap Dennis sambil bersandar di mobil miliknya.
" Hehehehe... Masalahnya kamu itu tidak terbiasa mengurus hal - hal begituan," ucap Arlan yang sudah tahu sifat adik iparnya.
" Memang benar, aku melakukan itu karena dia habis mengobati putraku," ucap Dennis yang memang ingin menyelidiki karena melihat putra kesayangannya jatuh cinta dengan Katarina dan dirinya tidak ingin putranya Mikael tidak salah memilih pasangan sama seperti dirinya yang pernah salah mencintai seseorang sebelum istrinya.
" Apakah dia dokter?" Tanya Arlan sambil ikut bersandar di mobil miliknya yang berhadapan dengan mobil milik Dennis.
" Bukan," jawab Dennis singkat
__ADS_1
" Aku kurang mengerti ceritakan lebih detail," pinta Arlan.
Dennis menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi dari awal pertemuan hingga dirinya mengantarnya pulang dengan di temani oleh istri dan putra kesayangannya sedangkan Arlan dengan serius mendengarkan cerita Dennis, Mikael yang melihat Dennis dan Arlan mengobrol hanya menatap ke arah langit sambil mengingat ketika tubuhnya di sentuh oleh Katarina waktu mencari pistol miliknya.
" Itulah yang terjadi." ucap Dennis mengakhiri ceritanya.
" Gadis itu sangat hebat bisa bertarung dan mengobati orang dengan cara memijat titik syaraf karena tidak semua orang bisa melakukannya," ucap Arlan.
" Coba kamu lihat putraku," bisik Dennis sambil menunjuk ke arah Mikael yang senyum sendiri.
" Kenapa putramu seperti itu? Sejak kapan putramu tersenyum? Setahuku putramu tidak pernah tersenyum dengan wajah datar dan dingin sepertimu jika bertemu dengan orang lain," ucap Arlan
" Memangnya kakak tidak? hanya di depan kak Alviana dan keluarga besarku wajah kakak berubah sering tersenyum," ucap Dennis.
" Hehehe... aku kadang heran semua pria di keluarga besar daddy Alvonso tidak putra - putranya dan tidak para menantu prianya sama - sama dingin dan datar hanya berubah ketika berkumpul dengan keluarga," ucap Arlan.
" Memang benar, ya sudah aku mau pulang dulu," pamit Dennis.
" Ok, aku juga mau pulang," jawab Arlan.
Merekapun masuk ke dalam mobil masing - masing dan meninggalkan mansion tersebut menuju ke arah mansion milik mereka masing - masing. Di tempat yang berbeda seorang wanita cantik mendapatkan telepon dari seseorang sambil menahan amarahnya ketika mendapatkan laporan anak buahnya.
" Dasar bod*h begitu saja tidak becus," umpat wanita itu
Tut Tut tut
Sambungan komunikasi langsung diputuskan secara sepihak sambil menahan amarahnya, wanita cantik itupun membanting semua barang - barang yang berada di meja rias.
" Si*l kenapa rencana ku tidak berhasil? Apa kelebihan wanita murahan itu sehingga ada orang yang membelanya." umpat wanita cantik itu sambil membanting semua barang.
" Apa - apaan ini?" teriak seorang pria tiba - tiba datang
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Siapa mereka ? Di tunggu bab selanjutnya ya?
Ayo donk vote, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian dan author sangat berterima kasih yang tak terhingga hingga karya saya masuk ke karya digemari oleh masyarakat. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author Yayuk Triatmaja
__ADS_1