
" Apa?? siapa yang melakukannya? Bagaimana dengan para pasien, para dokter dan para pengunjung?" tanya Katarina tidak percaya.
" Semuanya meninggal tanpa sisa ," ucap dokter Dona dengan wajah sedih karena semua rekan kerjanya dan para pasien yang ditanganinya meninggal semua.
" Kalau seandainya saja saat itu kakak tidak pulang cepat karena aku pingsan di kampus mungkin kakak..." ucap Dominique menggantungkan kalimatnya.
" Memang jam berapa kejadiannya?" tanya Katarina penasaran.
" Kata orang - orang di sekitar rumah sakit sekitar jam sepuluh atau jam sebelas siang," jawab dokter Dona.
" Berarti kejadian waktu itu pas aku pulang sama daddy dari rumah sakit," jawab Katarina.
" Katarina kok tidak di ajak teman - temannya untuk sarapan pagi?" tanya tuan Albert tiba - tiba datang.
" Oh ya maaf, kita sarapan dulu," ajak Katarina.
" Tidak usah repot - repot," jawab mereka serempak.
__ADS_1
" Tidak kok, ayo kita sarapan bersama setelah itu kita berangkat ke rumah sakit," ucap Katarina.
Mereka pun berjalan ke arah ruang makan dan duduk di tempat masing - masing, Katarina duduk berada di tengah - tengah sebelah kanan Mikael dan sebelahnya kirinya tuan Albert sedangkan Dominique juga duduk di tengah - tengah sebelah kanan Marcelino dan sebelahnya kirinya dokter Dona.
Katarina membuat nasi goreng seafood dan telur mata sapi, Katarina mengambil piring milik tuan Albert kemudian mengisinya dengan nasi goreng seafood dan telur mata sapi kemudian diberikan ke tuan Albert dan berlanjut ke Mikael selanjutnya dirinya. Setelah selesai giliran Dominique, Dominique mengambil piring milik kakaknya kemudian mengisinya setelah selesai Dominique meletakan piring tersebut di hadapan meja kakaknya.
" Terima kasih," ucap dokter Dona
" Sama - sama," jawab Dominique
Marcelino tidak mengeluarkan suara hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dan Dominique mengambil piring milik Marcelino setelah selesai Dominique memberikan piring tersebut dan lagi - lagi Marcelino hanya diam saja tanpa banyak bicara namun tanpa sepengetahuan mereka Marcelino tersenyum tipis nyaris tidak terlihat kecuali Mikael dan Katarina yang dapat melihatnya.
Mereka berdoa terlebih dahulu setelah selesai mereka makan dalam diam tanpa banyak bicara sedikitpun hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
Katarina, dokter Dona dan Dominique mengambil piring - piring kotor kemudian di bawa ke wastafel untuk di cuci. Hanya membutuhkan lima menit pekerjaan sudah selesai dan menyusul para pria di ruang keluarga.
" Kita berangkat sekarang?" tanya Katarina.
__ADS_1
" Ayo," jawab mereka serempak
Katarina mengecup punggung tangan tuan Albert dan berlanjut ke Mikael, dokter Dona, Dominique dan terakhir Marcelino. Marcelino yang melihat mereka semua mencium punggung tangan tuan Albert membuat dirinya mengikuti mereka.
" Kita bawa satu mobil atau dua mobil?" tanya Katarina.
" Dua mobil saja," jawab Mikael
" Marcelino, kamu temani mereka," perintah Mikael.
" Baik tuan," jawab Marcelino dengan patuh.
Mereka pun berangkat menuju ke Rumah Sakit Renova Jordan dengan menggunakan dua mobil hingga dua puluh menit kemudian mereka sudah sampai di Rumah Sakit Renova Jordan dan kini mereka semua berada di parkiran rumah sakit.
" Oh ya aku hanya mengingatkan kalau wajah kak Reno mengalami cacat jadi aku minta sama semuanya jangan mengeluarkan kata - kata yang menyinggung perasaannya atau pun memandang jijik karena jika kita diperlakukan seperti itu tentunya merasa sedih," ucap Katarina.
" Tenang saja, aku bukan orang seperti itu apalagi akukan dokter," ucap dokter Dona
__ADS_1