
aku biasa di panggil EGA. karena kematian mendiang mamiku. adalah ulah dari musuh bisnis papi. saat itu aku berusia delapan tahun,sebenarnya aku adalah target mereka. karena pengorbanan mami,aku bisa hidup hingga saat ini.
sejak saat kematian mami,papi menyembunyikan diriku. aku di kirim ke jakarta,di asuh oleh pembantuku yang bernama lastri dan suaminya bernama wisnu. aku menjadi adik dari kak Tora,sekarang kak Tora kerja di perusahaan papi.
"Ega,elo kemana aja. menghilang selama lima tahun. kata emak lo,kerja sebagai TKI ya,ke jepang?" tanya sinian,salah satu rekan balap liar di kota batam.
"gila,alasan ibu lastri. memang gak ada yang lebih baik dari jadi TKI" batinku, karena bu lastri udah bilang begitu,aku hanya bisa tersenyum dan tentu saja aku jawab iya,lagi butuh duit.
montor king ini,sudah menemani aku sejak kembali ke batam,yaitu sejak kelas tiga SMP. dia menemaniku,dari balap liar. dan kemana pun langkah kakiku pergi. papi menemuiku,secara diam-diam,agar musuh tidak tahu dimana anak pemilik perusahaan terbesar se_asia.
siang pun berlalu,malam pun tiba. tepat dini hari,aku bersiap dengan segala perlengkapanku. suara kenalpot bising,dan deruan mesin,memecah keheningan kota yang biasa di juluki kota teh obeng.
kalian jangan kaget dan bingung seperti diriku ya pembaca,jika berkunjung atau merantau ke kota batam. ada minuman yang bernama TEH OBENG. asal kalian tahu ya, ES TEH,kalau di batam namanya TEH OBENG. pertama AUTHOR ke batam,pesan teh obeng,aku cari-cari,dimana obengnya? ternyata cuma nama doang. makanya kota batam,di sebut kota teh obeng.
lanjuttt ya...
aku bersiap dengan penuh keyakinan,walau sudah lima tahun tidak pernah ikut lomba balap montor. namun aku yakin tidak akan terkalahkan. aku memacu montor kesayanganku dengan kecepatan penuh....
__ADS_1
alhasil aku pemenangnya,saat aku membuka helemku,sainganku yang belum aku kenali. tentu saja terkejut,aku seorang wanita cantik.
dengan lesung pipitku,dan gigi gingsul milikku. mampu membuat mereka mabuk kepayang. aku berjabat tangan pada musuhku. lalu mereka meminta nomor whatsapp ku sebagai tanda persahabatan. setelah selesai balapan,aku menerima uang sebagai bayarannya,kali ini cukup besar yaitu 10 juta.
"sinian,ini buat lo. seneng-seneng dengan teman-teman. aku langsung cabut ya" kataku,setelah meminum satu gelas kecil wine. sebagai tanda aku menghormati mereka.
kami anak jalanan,sudah biasa dengan yang namanya minuman beralkohol. pengawal senantiasa menjagaku 1X24 jam. jadi aku dipastikan selalu aman,tidak pernah adanya pelecehan seksual.
semua hobi aku,soal montor. aku akhiri saat bertemu dengan mas devan,aku mencoba berpenampilan anggun,dan menjadi selayaknya wanita cantik. siapa yang sangka. berujung mala petaka.
"kenapa,wilson begitu menyukai wanita itu. bahkan mommy wilson adalah wanita yang cantik dan anggun" kata Arka sambil memijat pelipis matanya.
aku pulang dengan kecepatan tinggi,seakan jalan raya ini adalah miliku. kalian yang lewat,hanya numpang saja.... hahahaha. aku tertawa di atas montorku. hidup seindah ini,kenapa aku dulu membuang keindahan ini dan menikah dengan seorang bajingan. pekikku di dalam hlem.
setelah pukul 02:15 aku sampai di dalam rumah berukuran 6X10... dua kamar tidur. satu dapur, satu kamar mandi dan ruang tamu. teras yang kecil,ada pagar tralis yang cukup tinggi.
Di rumah inilah aku tinggal,jadi seluruh orang yang kenal denganku. tentu saja aku anak bu lastri dan pak wisnu. anak orang sopir grab dan ibu rumah tangga. seorang kakak yang sekarang jarang pulang,karena papi membelikan apertemen. sebagai ucapan terima kasih telah menjagaku selama bertahun-tahun.
__ADS_1
"baru pulang nak? mau ibu bikinkan makanan?" tanya bu lastri setelah membuka pintu.
"enggak bu,denada langsung tidur. capek" kataku,langsung ngluyur ke kamar. walau sempit,kamarku selalu rapi dan harum.
"jadi,disini tempat tinggal wanita itu?" kata Arka yang dari tadi mengikutiku. dia bahkan belum tahu namaku.
saat pagi,bu lastri tidak berani membangunkan diriku. karena memang aku bukan lagi anak sekolah. apa lagi aku adalah anak majikan dia,tugasnya hanya merawatku. menyiapkan semua kebutuhanku, dan selalu berekting aku adalah anak kandungnya.
"bu,ada es cream gak?" tanyaku dengan rambut yang masih acak-acakan,baju masih seragam balapan kemaren. aku keluar kamarku. ponselku mati sejak tadi malam.
"kosong nak,biar ibu belanja ke depan. kamu mandi dulu. ibu pikir kamu akan tinggal lebih lama di mansion Tuan Almart" kata bu lastri sopan.
"gak lah bu,kangen ibu sama bapak,ya udah Ega mandi dulu bu,sekalian Ega pengen makan mie ayam ceker" kataku langsung nylonong ambil handuk dan mandi.
setelah mandi aku menyalakan ponselku,aku memayunkan bibirku,karena itu sudah menjadi kebiasaanku. dengan premen lolipop di mulutku. aku membaca pesan yang entah banyak sekali,dari teman-temanku.
suara nada dering bergeming,aku mengerutkan keningku. saat melihat nama yang bertulis SUGAR DADDY. perasaan aku tidak pernah menyimpan nama kontak dengan julukan SUGAR DADDY pikirku,terus memandang layar ponselku.
__ADS_1