Wanitaku

Wanitaku
Balas Dendam


__ADS_3

"Denada" ucap Tora lirih. Dia melihat dimana pernikahan tanpa sebuah senyuman, dia mengerti jika ini adalah pernikahan dengan sebuah paksaan.


"Siapa lelaki itu, dia memaksa Denada menikah" ucap Heu Joon dengan penuh Emosi.


"Beraninya dia memaksa putriku, Aku pastikan dia memohon untuk mati" ucap Tuan Almart dengan penuh Emosi.


Tuan Almart sudah lama Meninggalkan Sebuah Kelompok Mafia yang telah lama dia dirikan, dia menyerahkan kelompok Mafia tersebut kepada Adik Angkatnya bernama Taruno.


Tuan Almart bergegas menghubungi Taruno, sedangkan Tarono sendiri tengah bergegas bersama kelompoknya yang di juluki "Demon of the Dark World" karena Kelompok tersebut nyaris tak terlihat dari dunia. Kelompok Taruno menyusuri seluruh pulau terpencil.


Arka meninggalkan kediaman Tuan Almart dan menyusuri jejakku, dia mencari keberadaanku di pulau-pulau terpencil.


Sedang Wilson tengah di sibukan dengan komputernya, dia tengah menghubungi kelompoknya HACKER DARK VIPESON. Mereka menyusuri detail yang diduga kelompok Mafia yang di juluki "Lucky Fire"


...----------------...


Malam yang panjang, aku berada di kamar dengan nuasa warna putih dan bertaburan bunga mawar merah. Sungguh sangat Romantis, pikiranku menjadi kacau kala aku mengingat Arka.


"Andaikan Aku menikah dengannya, sungguh sangat membahagiakan hidupku. Kenapa, aku yang terlihat sempurna di mata Orang. Namun berulang kali, aku mengalami kepiluan" Batinku, Air mata tak mampu lagi aku bendung.


Perlahan aku mengusab seprai yang bertaburan kelompak marah merah dengan perlahan. Apakah aku akan melayaninya malam ini, aku tidak ingin. Hatiku hancur berkeping-keping, di dalam ruangan aku melihat sekeliling tidak ada apapun benda tajam yang bisa melukaiku. Bahkan Gelas pun dari Plastik.


Rasanya aku ingin mengakhiri hidupku saat ini, dari pada aku harus melayaninya. Dia memang tampan, tapi aku tidak menginginkannya.


Aku mendengar pintu dikamar dibuka dari luar, aku melihat dia yang begitu sempurna. Bahkan dia terlihat lebih tampan dari Arka. Aku menelan Slavinaku dengan kasar. Aku bergetar menahan rasa takut, saat Lelaki itu mendekatiku.


"Istriku, apa kau sedang menungguku" ucapnya sambil memegang daguku. Aku hanya menggeleng dengan mata berkaca-kaca.


Dalam hatiku memohon untuk melepaskanku, Dia membelai lembut rambutku sampi di leher jenjangku.


"Kau begitu sempurna, kau sangat cantik. Kau memang layak menjadi istriku. Aku sudah lama menantikan ini" ucapnya membuatku semakin takut. Aku menepis kasar tangannya.

__ADS_1


Dia mendekatkan wajahnya ke arah bibirku, aku membungkam bibirku dengan kedua tanganku. Lalu dia tertawa keras.


"Sayang, Aku sangat sabar menemanimu bermain peran ini" ucapnya sambil menyusupkan tangannya ke dalam Dres tidurku yang berwarna putih. Dia meraba pahaku dengan lemut, sungguh menjijikan. Aku meronta dan menangis saat dia sudah berhasil menindih tubuhku.


Aku merasa sangat jijik saat lidahnya mulai bermain di leher jenjangku. Tangisanku semakin keras.


"Berteriaklah jika kau bisa berteriak, menangislah semakin keras. Tenagamu hanya terbuang sia-sia. Tidak ada yang berhasil menemukanmu di Markasku, siapa yang tahu di bawah tanah, di pulau terpencil ini" ucapnya sambil menatap wajahku yang sedikit memerah.


Dia mencium bibirku dengan sangat brutal. Aku membalas dengan gigitan tajam. Aku tidak mau melayaninya. Dia mengusap bibirnya yang berdarah dengan tatapan tajam.


"Aku ingin kau lahirkan Anak dariku" ucapnya dengan Kasar, dia merobek bajuku. Robekan itu di iringin teriakan kencangku.


Suara Tembakan dari luar ruangan terdengar bertubi-tubi. Semua orang terlihat sangat berisik, ada yang berteriak dan ada yang berlari.


"Tuan, markas kita di serang" ucap Seseorang dari luar.


"Sial" Umpatnya, dia melempar baju dan mengatakan untuk cepat memakai baju. Setelah aku memakainya dia memberikan Aku Jaket tebal. Dia membuka ruangan dan menariku menuju lorong yang sangat gelap.


"Sial, aku harus cepat" ucapnya lalu menarikku dengan kasar.


Baku tembak tidak terelakan lagi. Semua saling menembak dengan brutal, banyak orang yang yang tewas di tempat kejadian.


"Dobrak kamar itu, cari Nona Denada sampai dapat" Ucap Taruno pada anak buahnya.


Setelah pintu berhasil di dobrak, mereka tidak menemukanku.


"Sial, dia telah membawa kabur Nona Denada" ucap Taruno. Lalu dia memerintahkan untuk menelusuri pulau tersebut.


"Wilson mengatakan jika pulau itu memiliki dua batu karang yang menyerupai perahu, hanya ini pulau yang seperti itu" ucap Arka saat memasuki area pulau terpencil. Suasa gelap membuat penglihatan terhalang.


Aku dan Orang aneh yang memaksa menjadi suamiku itu terus menelusuri lorong. Tidak lama kemudian kami bertemu dengan banyak orang, sekitar 30 orang berpakaen ala mafia seperti di film.

__ADS_1


"Tuan, aku melihat Tuan muda Arka dari Arwilnos Group di tepi pulau, sepertinya kita hanya bisa di sini sementara" ucap salah satu dari mereka.


"Arka, jadi orang yang barusan adalah orang Arka" batinku, lalu aku menepis kasar tangannya dan berlali kembali ke lorong.


"Denada, kalau kau berani berlari dariku. Aku pastikan kau tidak akan melihat Tuan Almart besok" ucapnya sambil terus mengejarku.


Mendengar perkataannya, aku langsung berhenti melangkah. Kakiku rasanya perih, aku tidak memakai alas kaki. Aku berdiri sambil menangis, aku tidak tahu harus melakukan apa.


"Dengar, kau hanya milikku. Kau terima saja takdirmu menjadi istriku. Aku berjanji, saat kau telah mengandung anakku, aku akan membawamu bertemu dengan Papi kesayanganmu" ucapnya sambil memelukku dari belakang. Dia memberikan kecupan di leherku dan mengatakan jika dia tidak sabar melihatku men..desahh di bawah kukungannya.


...----------------...


Arka terus menyusuri jalanan yang minim penerangan itu. Lalu dia bertemu dengan Anggota Taruno.


"Siapa kau, apa kau yang menculik calon istriku?" tanya Arka dengan tatapan tajam, dia mengarahkan pistolnya ke arah Taruno.


"Tuan Arka, aku memberikan hormat pada Calon menantu Tuan Almart. Kami juga sedang mencari keberadaan Nona Besar. kami dalam perintah Tuan Almart" ucapnya sambil membungkuk.


"Apa yang bisa membuatku percaya padamu, jika kau berpihak pada kami" ucap Arka teruz menodongkan pistolnya.


Lalu Taruno memberikan ponselnya pada Arka, disana ada suara rekaman perintah dari Tuan Almart.


Setelah mendengarkan hal itu Arka menyimpan kembali pistolnya. Dia bergabung dengan Taruno untuk menyisiri pulau tersebut


Lelaki Misterius yang saat ini menjadi Suamiku Bernama Brilmaks Adrilashon yang biasa di panggil Bril. Dia memiliki wajah yang tampan dan dingin, dia adalah ketua Mafia "Lucky Fire" dia tengah membalas dendam kematian Papanya 16 tahun yang lalu. Saat itu perang Bisnis dan kekuasaan seperti tempat atau markas di pulau-pulau saling di perebutkan Antar kelompok Mafia.


Saat itu Tuan Almart tengah memimpin "Demon of the Dark World" dia sangat murka saat Istri yang di cintainya bernama Rere menjadi korbannya.


Dia menumpas habis "Lucky Fire" namun 10 orang berhasil melarikan diri dan menyelamatkan Putranya, yang saat ini menjadi Suamiku.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2