
Dengan langkah santai dia meninggalkan diriku begitu saja. Sial,aku benar-benar sial setelah bertemu orang ini.
Dengan perasaan malu aku berjalan mengikuti bapak dan anak dari belakang.
"mommy,ayo cepat mommy" kata wilson menarik tanganku. Seketika aku pun mengikuti anak itu berlari ke sebuah tempat ibadah.
"daddy lihatlah,. .ada patung dewi kwan im. Cantik sekali... Mommy,wilson akan berdoa di sini. Agar mommy bisa menjadi mommy wilson selamanya" kata wilson langsung berdoa begitu saja.
Sedangkan aku hanya terbengong,sang bule sialan itu malah tersenyum.
"apakah,kau sangat menyukaiku. Sampai kau tersenyum begitu senang" bisik'ku pada lelaki bule itu.
"apa otakku sudah tidak waras,jatuh cinta dengan dirimu. Seorang wanita,yang bahkan tidak mirip wanita,ceroboh dan bodoh" katanya sambil menatapku dengan tajam,dari ujung kakiku sampai ujung kepalaku.
Semua ucapannya menusuk,tidak ada yang bagus. Aku hanya memainkan mulutku tanda kesal. Aku pergi lebih dulu meninggalkan dua pria beda usia.
Aku duduk di jalan,di atas aspal. Menunggu dua laki-laki itu. Entah kemana. Aku membuka ponselku.
"ga,katanya lo udah pulang dari jepang. ayok ikut balap nanti malam... Rumayan,buat seneng-seneng aja" pesan masuk dari sinian.
Aku secepat kilat,membalas oke. Aku bersorak senang. Sudah 5 tahun tidak ikut lomba balap montor,kini aku harus menjadi diriku yang sebenarnya. Aku Melompat-lompat kegirangan. Sampai aku tidak sadar,dua pria beda usia itu sudah ada di dekatku.
Krikkk krikkk krikkkk
Aku menoleh padanya,wiuuuhhh malu banget.
"hehe,sudah kembali ya? wilson,jalan-jalannya kita lanjutkan lain kali ya? Mommy akan ada pekerjaan" kataku tertawa kecil,menutup maluku.
__ADS_1
"mommy mau kemana?" tanya wilson,tatapan matanya yang polos,membuatku tidak bisa berbohong.
"mommy akan ke bengkel,nanti malam mommy akan ikut balap montor. Oke?" kataku terus terang.
"apa? Balap montor? Kau ini,wanita. Apa gak bisa berpenampilan menjadi wanita?" tanya bule itu.
"hidup gue,terserah gue. Sekarang kita pulang" kataku ngluyur berjalan duluan,sambil menggandeng tangan wilson.
"mommy,apakah wilson boleh menonton mommy?" tanya wilson.
"oh,kalau itu terserah pada daddymu" jawabku.
Mendengar perkataanku,kepalaku di pukul oleh bule sialan itu. Dia berkata pada wilson jika balapan itu bahaya. Tidak boleh ikut.
Aku mengantar dia ke kantor miliknya. Aku mengeryitkan alisku. Kantor dia,hanya bersebelahan dengan kantor papi.
"kenapa? Apa kamu berubah pikiran,ingin menjadikan aku sugar daddymu? Ingat aku hanya suka wanita menawan seperti mommy kandung wilson,bukan wanita jadi-jadian seperti dirimu" katanya setelah turun dari montor.
"kau,yah terserah kau. yang pasti selamanya sugar daddy ku hanyalah tuan Almart,dia duda. Aku mana mau denganmu,takutnya aku di kira pelakor" kataku,sambil memutar kunci montor.
"wilson,by by... Sampai ketemu lain waktu" kataku,lalu pergi meninggalkan mereka. Aku mampir ke kantor papi. Bule sialan itu masih menatapku masuk ke dalam gerbang kantor papi.
Oh ya,bule yang aku maksud adalah. Bernama ARKA ARWIL Pemilik ARWILNOS perusahaan nomor dua se_asia setelah papi.dia adalah tuan muda pertama keluarga ARWILNOS,keturunan INGGRIS. Jadi secara aku lebih kaya dari dirinya. Tapi dia tidak tahu identitas asliku.
"maaf mbak,saya ingin bertemu dengan tuan Almart" kataku pada resepsionis.
Dia melihat penampilanku,dengan kaos oblong,celana koyak di lutut... Rambut di ikat kuda. Wajah tanpa makeup.
__ADS_1
"siapa anda? Apa sudah memiliki janji dengan Tuan Almart?" tanya seorang resepsionis itu.
"belum,tapi saya ingin bertemu pap... Eh tuan Almart" kataku lagi.
"jadi saya harus melayani kamu,tanpa memberi janji. Kalau saya melayani orang seperti kamu. Entah berapa wanita yang akan memenuhi kantor ini" kata wanita itu judes.
Aku berjalan keluar,dan menelvon papi mengatakan jika diriku di bawah. Dengan cepat papi menyuruh Ariyanto untuk menjemputku.
"kalian,ingat kedepannya. Jika nona denada datang,langsung suruh naik ke lif kusus ceo. Jika kalian seperti ini lagi,lebih baik tidak usah datang bekerja" kata Ariyanto pada dua resepsionis.
"baik asisten Ari,maafkan kami yang tidak mengenal nona" kata resepsionis.
"nona,mari ikut saya" kata Ariyanto mengajak diriku. Setelah kami masuk lif,dua orang itu saling bergosip. Katanya aku adalah simpanan papi.
Setelah aku masuk ke ruangan kerja papi,aku memandang takjup. Ruangan yang rapi,dari kaca tersebut terlihat jelas kota batam. Sangat indah sekali.
"ada apa,kamu datang ke kantor papi? Apakah sudah ada rencana mau bekerja?" tanya papi setelah melepaskan pelukannya.
"beri denada waktu satu minggu ya pi? nanti denada masuk kerja,tapi ada syaratnya?" kataku pada papi.
"hum,apa itu?" tanya papi sambil mengeryitkan alisnya.
"aku ingin jadi staff pemasaran, atau desain. Aku ingin mengenali karyawan papi. Bukannya aku akan menjadi pemimpin di kemudian hari?" tanyaku pada papi.
Dengan jawaban oke,dia menyetujuinya. Lalu aku minta uang,untuk bersenang-senang selama seminggu. Tentu saja aku langsung diberikan black card.
Setelah mendapatkan apa yang aku mau,tentu saja aku langsung meluncur ke bengkel langgananku. Mereka senang,setelah 5 tahun aku seperti hilang di telan bumi. Akhirnya aku muncul dengan gaya yang sama.
__ADS_1