Wanitaku

Wanitaku
Cintai Aku


__ADS_3

Rasanya sangat bahagia, saat aku membuka mata di pagi hari, orang yang aku cintai berada di depanku.


Aku memandang wajah tampannya yang tertidur lelap. aku berlahan menyentuh pipinya.


Karena sentuhanku membuatnya terusik.


"Sudah bangun? Apa aku begitu lemah, sampai kamu masih memiliki tenaga menggodaku lagi?" ucap Arka setelah membuka mata.


Aku hanya tersenyum sambil menggelang. Arka menarik tubuhku dan mencium bibirku.


"Aku harus bekerja" ucapku setelah dia melepaskan ciumannya.


"kita libur aja ya?" ucapnya, lalu menciumku ke segala penjuru.


"ahhhh, Ar..ka.. Jangan" ucapku di iringi Respon tubuhku yang berkhianat.


"Tapi, aku sedang ingin bersamamu" ucap Arka dan terus menghujani kecupan. Sesekali membuat gigitan di tubuhku.


Sekali lagi aku terbuai olehnya, Hubungan terlarang itu terjadi lagi.


Setelah pukul sebelas siang, aku terbangun dan Arka tidak ada di sampingku. Aku menarik selimut untuk membungkus tubuhku.


"sakit sekali pinggangku" ucapku sambil berjalan menuju kamar mandi. Aku melihat tubuhku yang di penuhi Kiss mark.


"Sialan, bentuk ku udah seperti ini. Bagaimana mungkin aku punya muka untuk keluar rumah, apa lagi bertemu papi" ucapku di depan cermin.


...----------------...


Setelah aku keluar dari kamar mandi, Arka sudah tersenyum jahat. Dia duduk di sofa dan aku melihat paper bag di depannya.


"ini bajumu" ucap Arka. Aku langsung menyambar paper bag yang di berikan Arka. Linger seksi berwarna hitam. Aku melotot melihatnya.


"Arka, aku mau ke kantor. Berikan aku baju yang betul" ucapku melempar paper bag berisi linger seksi pemberiannya.


Arka tertawa puas setelah melihatku kesal, lalu dia membuka lemari dan memberikan satu set baju.


Setelah aku memakainya, aku berdiri depan cermin dan melihat leherku. Aku merengek pada Arka, karena Kiss Mark ulahnya tidak bisa tertutup sempurna.

__ADS_1


Arka berdiri malah membuat kiss mark baru di leherku. Dia memelukku dari belakang, please jangan terus menggodaku, imanku hanya seciul.


"Arka berhenti" ucapku pelan.


"Aku tidak ingin kita berpisah" ucapnya lirih.


Lalu Arka memasang syal di leherku. Setelah selesai dia tersenyum.


"Ayo aku antar, aku juga mau ke kantor, Tapi sepertinya kita harus makan siang dulu" ucap Arka sambil melihat jam tangannya.


Setelah makan siang di sebuah Restoran yang cukup mewah, Arka mengantarku Ke Cropyet Group. Dia ikut masuk ke ruanganku, karena penasaran dengan kantor mantan Suamiku yang kini menjadi milikku.


"Luas juga ya? Aku merasa Tuan Almart sangat mengenalmu, kamu memang lebih cocok bekerja di jenis galangan seperti ini, bahkan kau terlihat seperti laki-laki" ucap Arka sambil terkekeh saat berada di depan kantor dan melihat begitu banyak kapal besandar yang tengah di kerjakan oleh para karyawan.


"Kau memujiku, setelah itu menjatuhkanku" ucapku sambil mencubit pinggangnya. Dari jauh Mas Devan melihat tingkah kami yang saling menggoda. Timbul perasaan sesal dan tidak rela.


"Andaikan aku dulu lebih tegas ke mama, mungkin Denada masih dalam gegamanku. Bukan karna dia anak orang kaya, setelah kebenaran ini terungkap, tapi aku sungguh mencintai dia" ucap lirih Mas Devan.


Arka pamit ke kantor setelah keluar dari ruanganku, dia berpaspasan dengan Devan.


Kedua mata mereka saling melempar tajam, Devan mengingatkan Arka agar tidak membuatku terluka. Arka hanya menanggapi Devan dengan senyum sinisnya.


"Bu Persdir yang terhormat, apakah butuh tumpangan?" ucap Sinian. Aku terkekeh saat mendengar candaan Sinian.


"Sinian, tak lucu cara bercandamu itu" ucapku padanya.


"Aku bisa aja memberimu tumpangan, tapi aku bau keringat, apa tak apa-apa?" ucap Sinian. Aku hanya menjawab dengan memberikan kode tangan, jika tidak masalah.


Aku pulang bersama Sinian, sampai di lampu merah perempatan, Motor kami bersebelahan dengan Arka.


"Denada ini, main peluk-peluk pria lain di belakangku" ucap Arka kesal.


"Tuan, dia adalah teman nona Denada. Hal itu adalah wajar" ucap Feng Teng.


"Apanya yang wajar, itu sangat mengganggu mataku" ucap Arka kesal. Sedangkan feng teng membatin "kau saja yang terlalu cemburu."


Setelah lampu sudah menyala hijau kami kembali melanjutkan perjalanan, hingga sampai di Mansion. Aku melambaikan tangan pada Sinian dan bergegas masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Denada, apa kau bersama Arka semalam?" tanya papi setelah aku memeluk papiku dengan manja.


"Semalam, begitu sangat kacau. Selain aku mengikuti dia. Aku harus bagaimana. Papi juga tidak mau menolong Denada" gerutuku kesal sambil duduk di samping papi.


"Bisakah kau menghindari Heu Joon? Dan sebaiknya kau segera menikah dengan Arka" ucap papi.


"kenapa begitu terburu-buru pi?" ucapku pada papi.


"Adakalanya papi menjelaskan, dan ada saatnya kau hanya perlu menurut" ucap papi sambil tersenyum dan mengelus kepalaku dengan lembut.


Aku hanya mengangguk walau aku juga tidak faham dengan perkataan Papi.lalu aku meninggalkan papi ke kamar.


Setelah selesai mandi aku turun untuk makan malam. Aku menarik kursi dan mengambil beberapa menu makanan.


"Pi mana paman dan bibi?" ucapku pada papi, aku sangat kesal pada Bulan.


"Dia kembali ke kalimantan tadi siang" ucap papi sambil melirik leherku.


"Denada, apa kamu tidak trauma dengan pernikahanmu sebelumnya. Dan sekarang kau melakukan sebelum menikah" ucap ketus bulan setelah melihat kiss mark di leherku.


"pi, minta Hariyanto jadi sekertaris Denada pi? Denada belum punya sekertaris. Semua tidak sesuai dengan keinginan Denada" ucapku mengabaikan Bulan.


"Enak saja kau mau mengambil Ariyanto, besok Anak Ariyanto akan pulang dari Korea, biarkan dia jadi sekertarismu?" ucap papi sambil terus makan. Aku hanya mengangguk dan melanjutkan makan.


Disisi lain, di meja makan. Ha Joon dengan putranya Heu Joon tengah makan malam.


Ha Joon mengatakan jika putranya harus bisa mendapatkan aku, bagaimana pun caranya.


Heu Joon tidak menyetujui papanya karena sebenarnya papanya tengah membalas dendam pada Tuan Almart. Padahal dimasa lalu hanyalah sebuah kesalah pahaman.


Sedangkan Arka tengah diskusi dengan Mommy nya, cara yang Romantis untuk melamarku. Mendengar hal itu Wilson sangat bahagia


Senyum jahat pun menghiasi bibir Isabela, kali ini dia akan membuat kehebohan lagi. Sedangkan Arka hanya pasrah dan menuruti Ide Isabela. Begitu juga Daddy Arka.


Saat ini Daddy Arka tengah berada di Indonesia dalam waktu yang cukup lama.


Aku tengah menunggu pesan balasan whatsapp dari Arka. Kembali lagi dia berulah dan membuatku menunggu. Dia hanya membaca dan tidak membalas. Bahkan panggilan telvon pun tidak ada jawaban dari Arka. Aku keluar dan duduk di balkon, sayup-sayup aku mendengar Bulan tengah mengobrol Via telepon. Lalu aku mendengar dengan Jelas jika dia mengatakan ''Tuan Arka".

__ADS_1


Aku langsung melakukan panggilan pada Arka, sialan dia sedang berada di panggilan lain. Baru saja bercinta sudah berulah. Aku sangat Emosi dibuatnya, Dasar brengsek dia bahkan lebih parah dari Mas Devan, sudah tahu Bulan Adikku masih juga tergoda, Gerutuku kesal.


Bersambung....


__ADS_2