Wanitaku

Wanitaku
Desain pertamaku


__ADS_3

puffff


Aku menahan tawa,sambil mengerjakan apa yang di suruh direktur lakukan padaku. Aku sedang menggarap sebuah desain. Ponsel terbaru. Yang mungkin bulan depan di luncurkan oleh perusahaan kami.


Papi adalah pengusaha,alias pemilik pabrik elektronik. Dari ponsel,PCB pesawat,kapal pesiar dan pembuat alat kesehatan. Seperti usg,dll.


Bisa kalian bayangkan,sekaya apa papiku. Selain elektronik,dia juga melayani desain... Kalung,cicin dll. Kalau cocok ya di buat dalam bentuk barang dong.


Selain itu papi adalah pengusaha batu bara,dan di percayakan kepada pamanku. Di kalimantan... Waowww sekaya itu diriku. (ngehalu wkwkwkwk)


Tap tap tap


Suara langkah kaki Direktur pemasaran. Bernama Veira, dia galak dan juga cantik. Dia sudah menyukai papi sejak lama.


"saila,mana Desain yang aku serahkan padamu?" tanya Veira pada saila.


Tentu saja,seketika Saila langsung gugup. Dia terbata-bata. Dengan perasaan yang malu dia mengatakan jika Desain itu belum jadi.


Kalian bayangin,muka garang Viera. Seperti ekspresinya apa,ketika mendengar "belum jadi" seperti emak-emak yang gak bisa di lawan,sen lampu kanan belok kiri.


Pokoknya... Seperti yang di bilang di tik tok...The power of emak-emak. Hahaha


"Saila,apa-apaan kamu ini? Kalau gak sanggup bilang sejak awal. Satu jam lagi,custamer akan datang. Kamu ini benar-benar ya" kemarahan Veira memecah ruangan yang tidak terlalu besar. Hampir pecah gendang telingaku. Semua binatang di hutan,yang tidak bersalah pun ikut tersebut.


"Denada,kamu bantu saila" perintahnya.


"aku gak mau,tapi aku bisa mendesain secara pribadi" kataku sambil senyum senang.

__ADS_1


"pribadi? Hellloooo.... Denada. Kamu jangan main-main. Ini waktu hanya tinggal satu jam. Kamu mau desain sendiri. Ide dari mana? Omong kosong apa? Jangan bercanda denganku." bla bla bla omelnya tidak percaya padaku.


"kalau gak percaya ya sudah" kataku santai saja.


"oke,kamu buat. Kalau sampai custamer itu tidak suka. Kamu berhenti bekerja di sini" ancamnya.


Dengan kemampuan yang aku miliki,tentu saja aku tidak takut. Aku mulai mendesain,dalam pikiranku adalah rasa sayang papi, dan rasa terima kasihku kepada papi.


Satu jam kemudian...



Veira sangat senang dengan hasil desainku. Lalu kami menuju ruang miting,disana ada para petinggi perusahaan,papi,Ariyanto dan yang paling mengejutkan adalah Arka.


"kenapa dia ada di sini?" batinku


"kalung,dengan permata hati. Berwarna biru... Menggambarkan,terkuncinya hati seorang ayah untuk anaknya. Biru netral,dan memiliki arti selamanya. Ini sangat cocok untuk hadiah orang tua ke anaknnya atau sebaliknya. Terima kasih" Kataku menjelaskan desain itu.


Arka tersenyum puas... Papi juga sangat bangga denganku.


"saya setuju,saya puas dengan hasilnya.dan saya mau Desain itu. Sudah berbentuk kalung sebelum tanggal 15 ini" kata Arka.


"baik Tuan,setelah selesai salah satu tim kami akan mengantarnya" jawab papi pada Arka.


"Saya ingin dia yang mengantarnya" kata Arka menunjuk ke arahku...


Apa-apaan bule sialan ini,masa iya. Dia terang-terangan,mengenal gue. Aku secara langsung melotot dong mataku.

__ADS_1


"kenapa harus denada?" tanya papi tidak suka.


"tanpa alasan,dia yang mendesainnya" jawab Arka,segampang membalikan tangannya.


Akhirnya semua setuju,jika aku yang mengantar setelah jadi bentuk kalung. Kami pun bubar keluar dari ruangan tersebut.


"Nona denada,tuan dedi memanggil anda" kata Ariyanto,sewaktu kami masih di luar ruangan.


Mendengar hal itu. Aku langsung mengikuti Ariyanto.


Cklekkk


Pintu terbuka,aku melihat papi duduk di sofa. Dia tersenyum ke arahku.


"ada apa pi?" tanyaku,lalu duduk di sofa.


"papi bangga padamu,humm Tuan Arka,apakah kalian saling mengenal?" tanya papi to the point.


"mana denada tahu,memang dia bos dari perusahaan mana?" tanyaku pura-pura tidak kenal.


"tuhh,samping kantor kita. ARWILNOS dia pembisnis muda,yang menurut papi luar biasa" kata papi memuji.


"oh" aku cuma jawab begitu aja,karna memang aku gak mau tahu banyak tentang Arka sialan itu.


Ting... Bunyi pesan masuk ke ponselku.


Aku menantimu,kita akan segera bertemu kembali.

__ADS_1


Gila,benar-benar gila. Aku tidak bisa membayangkan. Saat menatap mata biru,sialan itu. Jantungku bisa lepas dari tempatnya. Aku diam,dan seketika ekspresiku berubah menjadi pucat.


__ADS_2