Wanitaku

Wanitaku
Saham 15%


__ADS_3

Aku mundur beberapa langkah, saat Bril mulai mendekat. Lalu dia mencekik leherku sampai rasanya aku hampir mati.


"Tuan, lepaskan nyonya. Anda bisa membunuhnya" ucap Kaki tangan Bril.


"Dia hamil, dan itu bukan Anakku" ucap Bril dengan penuh emosi, lalu dia melepaskan cekikannya, aku terbatuk-batuk akibat cekikannya.


"Tuan, kenapa tuan tidak membawa Nyonya saat ini ke Tuan Almart, atau memberi kabar jika Nyonya telah hamil Anak anda. Bukankah ini ide yang sempurna Tuan" ucap Kaki tangannya.


"benar juga, lagian dia juga sudah bisu" ucapnya lalu tertawa keras.


Saham Mandala King naik pesat akibat pernikahanku yang di beritakan secara Live. Tuan Almart menyuruh semua orang tutup mulut, jika pernikahan itu adalah paksaan.


Tuan Almart mendapati ponselnya mendapatkan panggilan nomor baru.


"Hallo, siapa?" ucap Tuan Almart


"Bagaimana kabar Tuan Almart, oh salah. Papi?" ucap Bril sambil terus tertawa, aku melihatnya dan itu sangat menjijikan.


"Kau, dimana Denada?" ucap Tuan Almart langsung berdiri dari tempat duduknya, Ariyanto yang mendengar itu juga ikut berdiri dari tempat duduknya.


"Apakah anda senang, jika mendapat kabar. Anda sebentar lagi akan menjadi seorang kakek" ucap Bril sambil tersenyum.


"Apa maksudmu? Denada hamil" tanya Tuan Almart.


"Iya, dia hamil anakku, usianya sudah tiga minggu" ucap Bril senang, lalu dia mematikan ponselnya.


Bril berjalan ke arahku, dia mengatakan akan membawaku ke Batam dan bertemu dengan papi. Aku semakin jijik memandangnya, seharusnya ini adalah anakku dengan Arka.


Tidak masalah sekarang aku bisu, tapi bukankah aku juga bisa menulis, batinku senang.


Tuan Almart duduk di kursinya dengan tubuh yang lemas tak berdaya, lalu dia bersandar di kursinya sambil menghirup nafas panjang.


"Tuan, yang sabar. Lalu apa yang akan kita lakukan saat ini?" tanya Ariyanto cemas.


"Entahlah, yang penting kita bisa bertemu dengan Denada dulu" ucapnya pelan.


Sekitar pukul sebelas malam, Arka terbangun dari tidur panjangnya selama sebulan. Isabela yang tengah berada di ruangan Arka, sangat senang saat melihat Putranya akhirnya sadar.

__ADS_1


"Aku kira kau akan mati" ucap Isabela sambil mengusap Air matanya.


"Dimana Denada mom?" tanya Arka setelah sadar.


"Mommy belum tahu, semua orang tidak tahu dimana Denada. Terakhir Mommy melihat Denada sudah menikah dengan Seorang lelaki tampan" ucapnya sambil menangis.


"Semua salah Mommy, andaikan Mommy tidak membuat Ide itu, mungkin Denada akan menjadi menantu Mommy" ucapnya lagi.


"Mom, Denada menikah paksa. Arka pasti akan membawa Denada untuk Wilson" ucap Arka.


Dengan tersenyum senang, Isabela mencium kening putranya. Dia sangat sedih, karena Arka mungkin akan patah hati untuk kedua kalinya.


...----------------...


Keesokan harinya sekitar pukul enam pagi, pesawat mendarat dengan sempurna di Bandara Hang Nadim kota Batam. Aku turun dengan perasaan yang bercampur aduk.


"Sayang, kamu harus tersenyum. Jangan perlihatkan wajah jutekmu itu" ucap Bril padaku saat berada di dalam mobil.


Lalu aku menoleh ke arahnya dan tersenyum memperlihatkan gigiku, setelah itu aku berpaling dari pandangannya dan memutar bola mataku.


Aku akan mengikuti sandiwaramu kali ini, sampai aku akan mendapatkan celah untuk membuatmu mati lebih baik dari pada hidup.


Setelah mobil melaju sekitar 30 menit, aku sampai ke Mansion Papi, aku turun dari mobil setelah pintu di buka. Aku berpura-pura menjadi sepasang suami istri yang saling mencintai. Padahal aku ingin sekali menonjok mukanya sampai babak belur.


Papi berdiri dari tempat duduknya saat melihatku masuk dengan menggandeng lengan Pria Bajing4n ini.


"Denada?" ucap Papi dengan wajah semringah.


Aku melepaskan tanganku dari lengan Bril, lalu memeluk erat tubuh kekar Papi. Aku menangis terisak di dalam pelukan Papi.


"Denada, katakan. Apa kau baik-baik saja? Apa kau hamil? Benarkah Denada?" Tanya papi sambil memegang pundakku dan menatap kedua mataku yang memerah.


Aku hanya menangguk, karena aku tidak bisa mengeluarkan Suaraku.


"Denada, katakan sesuatu pada Papi" ucap Papi dengan nada yang tinggi.


"Dia tidak akan bisa mengatakan apapun" ucap Bril, sedangkan delapan orang pengawal siap siaga di belakang Bril.

__ADS_1


"Apa maksudmu? Apa yang kau perbuat pada Putriku?" Bentak Tuan Almart penuh emosi.


"Aku meracuni Denada hingga bisu, tapi aku memiliki penawarnya" ucapnya sambil tersenyum jahat.


"Apa maumu, berikan penawarnya sekarang" ucap Papi.


"Aku menginginkan 15% saham Mandala King, barikan saham itu, maka aku akan memberikan penawarnya" ucapnya dengan senyum kemenangan.


"aku tidak akan memberikan 15% saham padamu begitu saja, kau berikan penawarnya aku akan memberikan 5% sahamnya. Sisanya, setelah cucuku lahir" ucap Papi pada Bril, aku menarik baju Papi tanda tidak setuju.


"baiklah, aku akan menerima 5% terlebih dahulu, tapi dengan sayarat lain" ucapnya.


"Katakan" ucap Papi.


"Aku menginginkan kau membuat Konferensi pers, jika Denada pulang dari Bulan Madu, sekarang tengah mengandung Anakku, lalu kau mengangkatku menjadi Wakil Ceo di Mandala King" ucapnya dengan tatapan tajam.


Siang itu juga Konferensi pers di mulai, sebelum di mulai Konferensi pers aku sudah di berikan obat penawar tersebut. Dan aku sudah bisa berbicara seperti semula lagi.


Saat Konferesi Pers di mulai, tayangan secara Live di salah satu stasion TV.


Siang itu Saat Arka tengah siap kembali ke Perusahaan, dia berhenti saat dia melihat tayangan Konferensi Pers di TV ruang keluarga.


"Aku mengadakan Konferensi Pers kali ini, ingin menyambut kepulangan Putriku dan Suaminya pulang dari Bulan Madu selama sebulan, dan aku memberi kabar bahagia pada kalian semua, bahwa Putriku tengah Hamil dan akan memberikan Pewaris berikutnya" ucap Tuan Almart sambil menelan Slavinanya, di iringi tepuk tangan dan ucapan selamat.


Arka memundurkan langkahnya saat aku memberikan pernyataan jika kami saling mencintai dan kami sudah menjalin hubungan sangat lama, kami LDR selama 3 tahun.


Guci di samping lemari itu tersenggol oleh Arka, suaranya mengejutkan Isabela dan suaminya, yang ada di kamar.


"Arka, ada apa?" ucap Isabela sambil berlari ke arah Arka.


Arka masih diam dengan perasaan yang jauh lebih sakit saat dia di khianati Lena. Dengan tubuh bergetar dan nafas yang mulai memburu, dia tidak bisa memompang tubuhnya, dia berpegangan dengan sudut lemari di sampingnya.


"ini tidak mungkin, Denada tidak seperti itu. Dia pasti memaksa Denada" ucap Arka lirih.


Semua oang yang mengenal Denada sangat terkejut dengan berita tersebut. Bahkan mereka berucap, kehidupan Holang kaya memang susah di tebak. Selalu membuat kehebohan dan membuat orang Shok saja.


"Jadi Denada tidak datang ke kantor selama sebulan, dia tengah menikah dan berbulan madu. Tapi kenapa dia tidak mengundang semua teman-temannya? Apa Denada sudah berubah" ucap Adi, bagas menganggukan kepalanya. Sedangkan Sinian hanya diam mematung, hati kecilnya mengatakan jika Denada pasti memiliki Alasannya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2