
Arka terus melajukan mobilnya, kami sudah berada di dalam mobil yang cukup lama. Aku sudah melewati jembatan barelang, yang di sebut sebagai simbol kota batam.
"kita akan kemana?" tanyaku semakin bingung. Aku menjadi berfikir yang bukan-bukan. Dia tidak berencana buka puasa denganku kan? Dia tidak berbuat yang di luar kendalinya kan? Aku terus bermonolong dalam lamunanku. Otakku semakin tidak sehat lagi.
"Kamu jangan kawatir, aku tidak akan melakukan di luar batas. Sebelum kita sah menjadi suami istri" katanya, lalu melempar senyum padaku. Seakan dirinya bisa membaca pikiranku.
Aku mendengar hal itu hanya diam. Mobil kami terus melaju melewati jembatan satu,dua,tiga, empat,lima dan sampai di jembatan enam. Dia membelokkan di sebuah jalan, yang terlihat seperti membungkit. Sangat gelap, karena sudah menunjukan pukul 21:30. Pengawal papi terus mengikuti kami,sebagai pengunjung.
Ini adalah salah satu pantai yang ada di kota batam ya kawan. Seperti pada fotonya,aslinya jauh lebih indah. Kalau singgah ke batam jangan lupa mampir ya?.
Lanjutttt
Arka membawaku ke Reviola Beach. Salah satu pantai yang ada di kota batam. Dia memakirkan mobil mewahnya berjejer dengan pengunjung lainnya. Begitu juga pengawalku, Tanpa Arka tahu jika mereka mengawalku. Aku sudah biasa dengan kehadiran mereka. Aku sudah tahu, setelah pulang dari sini pasti akan duduk di meja hijau.
Arka membawaku ke pinggir pantai,dia melepas jas mahalnya. Dia menyuruku duduk disana. Aku mengikuti apa yang dia katakan. Lalu dia tersenyum,mengelus lembut rambutku. Sungguh sangat Romantis,lalu mata kami kembali saling bertemu. Kali ini aku melempar senyum,terlihat gigi gingsulku dan lesung pipitku. Dia sangat terpesona dengan senyumanku.
"jangan tersenyum lagi, aku tidak bisa menahanya. Jika kamu tersenyum, aku tidak tahan,ingin melahapmu sekarang" goda dia sambil terus tersenyum.
"kamu sangat pandai merayu, entah. Berapa wanita yang sudah hanyut dalam rayuanmu" kataku sambil terkekeh.
"kamu adalah orang kedua,setelah mommy wilson" katanya terlihat sedih.
__ADS_1
"Jadi,dimana mommy wilson sekarang?" tanyaku penasaran, apakah mommy wilson sama tragisnya dengan mamiku? Pikirku semakin penasaran.
"aku akan bercerita dari awal" katanya, lalu mengambil nafas dalam-dalam.
"Aku, Lena dan Harnes adalah sahabat. kami tumbuh besar bersama sejak Sekolah menengah atas di inggris. Aku menyukai lena sejak saat itu. Singkat cerita, aku mengatakan pada lena saat mau masuk kuliah. Dia bersedia manjalin sebuah ikatan sepasang kekasih. Mamaku sangat bahagia, saat mendengar hubungan kami. Setelah aku mengambil Alih perusahaan, Aku menikah dengan Lena.
Selang setahun pernikahan lahirlah Wilson, kala itu aku sangat bahagia. Aku merasa beruntung, memiliki pewaris dan memiliki seorang istri yang sangat aku cintai. Singkat cerita, aku sangat sibuk,sampai harus malakukan perjalanan bisnis. Saat aku pulang dari singapura,aku menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat dari waktu yang aku katakan pada Lena, aku membeli sebuah kalung yang sangat indah. Sebagai hadiah,kepulanganku ke inggris. Sepanjang perjalanan aku sangat bahagia, saat aku membayangkan wajah istriku. Namun setelah sampai di mansion, aku melihat istriku tengah bercinta dengan Harnes.
Aku mematung tidak percaya, melihat apa yang aku lihat. Dia berkata,dia menikahiku hanya karena aku kaya. saat itu juga,aku langsung bercerai dengannya. Aku juga Sempat meragukankan wilson yang saat itu masih berumur delapan bulan, sebagai anak kandungku. Lalu aku melakukan tes DNA. Hasilnya dia memang putraku. Aku tidak bisa menerima pukulan berat itu, sampai akhirnya Aku ke indonesia, dan membangun bisnis dalam naungan Arwilnos yang di inggris. sedangkan perusahaan di ingris aku serahkan pada Adikku.
Setelah kejadian itu, aku sangat jijik melihat perempuan. Sampai akhirnya, aku bertemu denganmu. Aku sempat bimbang dengan perasaanku. Namun sekarang aku mantap, jika ini adalah perasaan cinta,bukan karena wilson menyukaimu"
Arka sudah selesai bercerita,lalu dia menatapku dengan lekat. Dia berkata,akan menerima segala kekuranganku,bahkan dirinya bukan lelaki baik,jika baik. Tidak mungkin dia di qianatai istrinya. Aku hanya mengangguk. Aku sangat kagum,kala dia mengakui segala kekurangannya.
"Arka, jika aku menikah. Lalu aku tidak bisa memberikan keturunan. apakah kamu juga sama dengan mas devan? Me maduku, aku takut" kataku mulai menangis.
"sttt, jangan katakan itu. Oke? Aku mencintaimu,bukan Rahimmu. Untuk apa aku menuntutmu. Aku sudah memiliki Wilson, yang mengatakan mandul, adalah mereka. Bukan dokter atau tuhan. Tidak perlu kawatir" katanya membujukku, dia menguasap air mataku.
Aku hanya menatap wajahnya,lalu mangangguk. Dalam hatiku,iya benar. Jika kedepannya kami menikah,aku sudah punya anak sebesar wilson. Itu jauh lebih baik, dari pada aku menikah dengan seorang pria lajang. Aku tidak mau berakhir seperti waktu itu.
"Lalu apa status kita sekarang?" Arka bertanya,seakan ingin kepastianku. Aku merasa dunia berbalik. Bukankah, aku sebagai wanita yang menginginkan sebuah kepastian. Sekarang dia sedang menunggu kepastianku.
"Aku ingin bertanya lagi" kataku mengajukan sebuah pertanyaan.
__ADS_1
"katakan" jawabnya singkat. Namun terbuka.
"apakah,setelah menikah. Aku masih boleh bekerja? Apakah aku masih bisa melakukan semua hal yang aku sukai,termasuk main dengan anak montor?" tanyaku setengah menguji dirinya.
Arka menatapku begitu lama, dia tidak langsung menjawabnya. Dia membayangkan diriku bertemu setiap hari dengan papi,lalu membayangkan diriku berpelukan dengan lelaki lain. Dia sangat cemburu, saat membayangkannya.
Namun dia mempertimbangkan setelahnya, jika dia langsung berkata tidak boleh,tentu saja aku tidak akan mau menjalin sebuah ikatan sepasang kekasih.
"Aku tidak keberatan, lakukan. Apapun yang membuatmu bahagia" katanya lembut.
"sungguh?" aku bertanya memastikan. Lalu dia mengangguk. Aku langsung memeluk erat tubuhnya.
"Terima kasih" ucapku di dalam pelukannya.
"Apakah sekarang kita di sebut pacaran" tanya dia penuh harap.
Aku melepaskan pelukanya,aku tatap kedua mata birunya. Begitu juga dirinya,aku tersenyum dan mengangguk. Dia sangat senang,dia berdiri dan bersorak.
"yeeee aku jadi pacar Denada" teriak dia sangat keras, mengganggu muda mudi yang tengah asik bermesraan. Aku kenapa kenal dengan bule,yang blak-blakan begini.
Arka menarikku jalan-jalan di pinggir pantai. Dia mengatakan jika indonesia sangat menakjubkan. Lalu dia mengajakku ke sebuah pondok. Seperti sudah di rencanakan. Disana rapi dengan gaya romantis. Ada wine, dan makanan ringan.
Aku menikmati indahnya pantai, dan angin malam bersama pasangan baruku. Dia membaringkan tubuhku di pondok. Aku berbantal lengannya. Dia membelai bibirku,dia berkata sangat indah. Sesekali membelai rambutku,dan menyelipkan di belakang telingaku. Aku menutup mataku,seakan aku ingin sentuhan lebih dari itu. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku,aku mulai mencium bau mint dari nafasnya.
__ADS_1
Terima kasih,telah mengikuti novelku. sampai di eps ini. jangan lupa, kritik dan sarannya. setelah membaca jangan lupa, tinggalkan jejak kalian 🤗