
Yang benar saja,aku menyerahkan putriku begitu saja. Aku tidak akan menyerahkan pada orang yang tidak bersungguh-sungguh, mencintai putriku. Batin papi,pandangan kedua pria itu seperti halilintar,yang siap bertempur, menerjang,dan seperti petir yang siap menyambar.
Ini gambar ilustrasinya,jangan lupa bayangin ya? Pertengkaran dua orang ini.hehe
"umm.... mami,jangan tinggalkan denada. Mami,mami" aku terus mengingau.
Mata kedua pria beda usia itu menoleh padaku,tangan kananku di pegang oleh papi,sedangkan tangan kiriku di pegang oleh Arka.
"Denada, Aku disini. Apakah masa lalumu begitu menyakitkan? Tidak apa-apa semua akan baik-baik saja" Kata Arka lembut.
Beraninya, dia menyentuh tangan putriku. Di depan mataku,dia berlagak merayu. Tidak semudah itu,kamu mendapatkan putriku.
"Apakah Tuan Arka begitu tidak tahu malu, menggoda wanita milik orang lain" Gerutu papi.
"Aku akan bersaing secara adil dengan Tuan" kata Arka tak mau kalah.
Tanganku mere..mas tangan Arka,lalu Arka melihatku. Dia mengelus ujung kepalaku. Papi sangat tidak suka melihat itu semua. Dia menepis tangan Arka.
__ADS_1
"bisa tidak,gak usah ikutan perhatian" kata papi dengan nada dingin.
"kamu ini,sudah mulai takut. Lantaran Tuan Almart sudah tua,sedangkan saya masih tampan dan muda" ejek Arka gak mau kalah.
"beraninya,kau mengatakan aku tua. Aku tidak akan melepaskan Denada. Aku akan segera mengumumkan pernikahan kita" kata papi,membuat Arka naik pitam.
"Coba saja jika berani,denada hanya menyukai uangmu. Sedangkan aku,masih muda dan tampan. Kemaren baru saja,kami berciuman" kata Arka yang semakin ngawur.
Beraninya dia mencium putriku,batin papi di dalam hati. Berkecambuk dengan amarahnya.dia tidak rela,jika putrinya kembali menikah dengan orang yang salah. Kali ini,dia akan memberikan ujian berat,buat calon suamiku. Siapapun itu.
"Aku akan bersaing adil denganmu, dan persaingan bukan masalah hati,namun bisnis juga. Jika kamu bisa bertahan dalam tekananku. Aku akan mempertimbangkannya" kata papi,lalu dia membatin. Bahwa,Arka tidak akan menang dengannya.
"aku tidak masalah, kau terlalu tua untuk menjaga denada. Aku sarankan, kau pulang dan istirahat. Agar kau tidak kelelahan lalu besok koma, masuk rumah sakit. Karena serangan jantung. Shok,akibat kemenanganku" Kata Arka panjang lebar,mengejek papiku.
Papiku melotot.dia sangat marah dengan ejekan dan doa Arka. Papi terlihat dingin. Kurang ajar sekali dia,masa menyumpahin aku mati. Batin papi.
"hem,ehemm. Mau sampai kapan kalian,ribut?" tanyaku,seketika. Saat melihat ekspresi papi, yang sudah tidak bersahabat.
"sayang,kamu sudah bangun sayangku" kata papi lembut. Sambil mencium tanganku. Ehhh apa-apaan ini,tingkah papi.
__ADS_1
"Denada,kamu sudah sadar. Minumlah,agar kamu semakin baikan" kata Arka,sambil mengambil air putih dalam gelas,dan memberikan padaku.
"sayang,aku akan mengupaskan apel untukmu" kata papi,mengambil buah Apel.
"tidak,tidak. Apel tidak bagus untukmu. Lebih baik jeruk saja" kata Arka mengambilkan Jeruk.
"jeruk sangatlah masam sayang,biar apel saja" kata papi, menepis kasar tangan Arka.
&$&@&&&$&$&$ (omongan dua orang beda usia terus berebut dan membuatku sakit kepala)
"apakah,kalian berdua bisa diam. aku mendengarkan celoteh kalian,semakin sakit kepalaku" kataku kesal. Yang mendengarkan dua orang yang tidak mau kalah. Seperti sedang merebutkan piala oscar,penghargaan. Atau mungkin lomba 17 agustusan.
Saat mendengar kekesalanku, dua orang itu langsung diam. Meraka menatapku dengan,tersenyum imut. βΊοΈ
beberapa saat kemudian,kembali gaduh lagi. Saat dokter masuk,memeriksaku. Aku menyuruh dokter untuk mengusir dua orang itu dari kamarku. Sungguh menyebalkan,mendengarkan dua orang,yang saling berebut,dan bersaing.
Bagaimana ya? Suatu hari jika Arka tahu. Orang yang di sumpahin mati dan di katakan Tua. Ternyata Papi Denada... Bayangkan Ekspresi Arka. Wkwkwk
Terima kasih sudah mampir. Dan mengikutiku sampai di sini. Saran,kritik,like dan commentnya. Saya tunggu π€
__ADS_1
Tinggalkan jejak kalian setelah membaca,agar Author semakin semangat nulisnya... Thanks you π